Minggu, 01 November 2009

Tiongkok

Pengantar Geografi Tiongkok - RRC - Zhongguo Renmin Gongheguo Sep 30, '04 6:48 PM ET
for everyone

Category: Other
Zhongguo - Tiongkok
Tiongkok adalah negara yang wilayahnya luas, memiliki daratan dan laut, gunung dan sungai yang megah, serta sumber daya yang melimpah. Lingkungan alam yang unggul, tidak hanya menyediakan ruang perkembangan yang sangat luas bagi kelangsungan bangsa Tionghoa, tapi juga menyediakan dasar material yang melimpah bagi kemajuan sosial di Tiongkok. Tiongkok adalah salah satu tempat penting asal manusia purba. Jauh pada 1.000.000 tahun yang silam, nenek moyang bangsa Tionghoa memulai penghidupan masyarakat primitif di bumi Tiongkok yang luas ini. Belasan patilasan manusia purba, antara lain patilasan Manusia Yuanmo di Provinsi Yunnan yang berusia 1.700.000 tahun, patilasan Manusia Lantian di Propinsi Shaanxi yang berusia 800.000 tahun dan patilasan Manusia Peking yang berusia 500.000 sampai 600.000 tahun, semuanya ditemukan di daerah aliran Sungai Yangtze dan Sungai Kuning. Tiongkok adalah negara peradaban kuno yang bersejarah lama. Sejarah yang ada catatannya sepanjang 5.000 tahun lebih. Peradaban pertanian dan kerajinan Tiongkok pernah sangat berkembang. Kebudayaan Tiongkok tidak hanya cemerlang dan kaya, juga memiliki vitalitas yang sangat kuat, antara lain sutra, teh, keramik, arsitektur pertamanan, ukiran dan pahatan gua batu (grotto) serta ukiran batu prasasti, kedokteran tradisional, silat wushu, literatur , dokumen, buku-buku klasik dan lain sebagainya. Banyak proyek bangunan kuno seperti Tembok Besar, Kanal Besar Beijing-Hangzhou, Jalan Papan Kayu Zaman Kuno di Lereng Terjal Dinasti Qin dan Han, Bendungan Dujiangyan di Propinsi Sichuan, Saluran Irigasi Lingqi di Guangxi dan Sumur Kan Er di Xinjiang, kesemuanya itu telah menjadi warisan budaya yang berharga milik bangsa Tionghoa. Benda budaya dan patilasan sejarah serta daerah panorama terkenal, cagar alam fauna dan flora langka merupakan warisan penting nenek moyang dan alam raya, juga sumber daya penting bagi generasi selanjutnya untuk mengembangkan pariwisata dan penelitian ilmiah. Di Tiongkok dewasa ini, sejalan dengan kemajuan ekonomi serta perkembangan reformasi dan keterbukaan terhadap dunia luar, sumber daya pariwisata terus menerus dikembangkan, daerah panorama terkenal tingkat nasional mencapai 119 , 21di antaranya dicantumkan sebagai warisan budaya dan alam dunia oleh Perserikatan Bangsa Bangsa ( PBB ). Selama beberapa tahun ini, Tembok Besar dan Istana Kuno di Beijing, Gunung Huangshan di Propinsi Anhui, Danau Xihu di kota Hangzhou , gunung dan sungai Guilin di Guangxi, Tiga Ngarai Sungai Yangtze, pertamanan Suzhou di Jiangsu, patung prajurit dan kereta perang (terracotta) Makam Kaisar Shihuang Dinasti Qin di Xi'an , Resor Musim Panas Chengde di Propinsi Hebei dan Danau Riyue di Propinsi Taiwan terpilih sebagai sepuluh besar obyek wisata Tiongkok. Di wilayah Tiongkok yang luas, terdapat banyak gunung dan sungai yang terkenal serta lanskap budaya yang kaya dan beragam. "Begitu indah menawan panorama gunung dan sungai" merupakan generalisasi yang paling ringkas untuk melukiskan keindahan pemandangan di Tiongkok.

Letak wilayah Tiongkok
Tiongkok adalah salah satu negara yang paling luas wilayahnya di dunia. Luas daratan Tiongkok 9.600.000 kilometer persegi yang merupakan 1/15 luas daratan bumi, 1/4 luas Asia, sama dengan luas total lebih 30 negara Eropa, menempati urutan ketiga di dunia setelah Rusia dan Kanada. Selain itu, berdasarkan Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa Bangsa dan pendirian Tiongkok, Tiongkok memiliki perairan yurisdiksi seluas 3.000.000 kilometer persegi. Tiongkok terletak di belahan utara bumi, semua wilayahnya (termasuk perairan dan kepulauan) berada di sebelah utara katulistiwa. Letak garis lintang : ujung selatan di Zenmu Ansha Propinsi Hainan, lintang utara 3¡ã58; ujung utara berada di garis tengah jalur pelayaran utama Sungai Heilongjiang, lintang utara 53¡ã3110; jarak dari selatan ke utara 5.500 kilometer. Letak garis bujur : ujung barat berada di Dataran Tinggi Pamir sebelah barat Kabupaten Wuqia, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, bujur timur 73¡ã2230; ujung timur berada di pertemuan Sungai Heilongjiang dan Sungai Usuli di Kabupaten Fuyuan Provinsi Heilongjiang, bujur timur 135¡ã230, jarak dari barat ke timur 5.200 kilometer. Total panjang garis perbatasan darat Tiongkok 20.000 km lebih, Tiongkok bertetangga dengan 15 negara, dimulai dari muara Sungai Yalu di perbatasan Tiongkok dan Republik Rakyat Demokrasi Korea ( RRDK ) di sebelah timur, menurut arah yang berbalikan dengan putaran jarum jam masing-masing adalah: RRDK, Rusia, Mongolia, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, Afghanistan, Pakistan, India, Nepal, Shikim, Bhutan, Myanmar, Laos dan Vietnam. Bagian timur dan selatan daratan Tiongkok berbatas dengan Laut Bohai, Laut Kuning, Laut Tiongkok Timur dan Laut Tiongkok Selatan berhadapan dengan Jepang, Filipina, Malaysia, Indonesia dan Brunei Darusallam. Garis pantai daratan Tiongkok sepanjang 18.000 kilometer lebih, dari muara Sungai Yalu di utara sampai muara Sungai Beilun di perbatasan Tiongkok Vietnam di selatan seperti bulan sabit yang menonjol ke laut. Seluruh pantai Tiongkok terbagi dua tipe, dengan Teluk Hangzhou sebagai batas, di sebelah selatannya kebanyakan adalah tipe batu pegunungan, sedangkan di sebelah utaranya kebanyakan tipe lumpur dan pasir dataran. Pantai pegunungan naik turun dan berlekuk-lekuk membentuk banyak pelabuhan alam, air laut tidak membeku dan dapat dilayari kapal sepanjang tahun. Dengan demikian telah menyediakan kondisi geografi yang menguntungkan untuk membangun pelabuhan yang baik dan mengembangkan angkutan laut. Pantai dataran dengan topografinya yang datar, tidak banyak hari turun hujan dan banyak pantai berpasir menguntungkan bagi pengembangan pariwisata; di daerah pantai berlumpur, pancaran sinar matahari sangat kuat sehingga memudahkan pembuatan garam dengan air laut, dan garam merupakan bahan baku industri kimia. Di lepas pantai Tiongkok tersebar lebih 6.000 pulau besar dan kecil dengan luas total 80.000 km persegi lebih. Di antaranya, Pulau Taiwan adalah yang paling besar dengan luas 35.800 km persegi; menyusul Pulau Hainan, seluas 33.900 km persegi. Kedua pulau tersebut dijuluki sebagai "Pulau Pusaka", tidak hanya karena kaya hasil buminya, juga indah panoramanya. Pulau Diaoyu dan Pulau Chewei di sebelah timur laut Pulau Taiwan adalah pulau-pulau yang paling timur letakknya di Tiongkok. 200 lebih pulau, atol dan beting yang tersebar di perairan luas di Laut Tiongkok Selatan termasuk dalam bilangan empat kepulauan, yakni kepulauan-kepulauan Dongsha, Xisha, Zhongsha dan Nansha, secara umum disebut pulau-pulau Laut Tiongkok Selatan. Kepulauan penting lainnya antara lain Kepulauan Miaodao, Kepulauan Changshan, Kepulauan Zhoushan dan Kepulauan Penghu. Di antaranya, Kepulauan Zhoushan merupakan obyek wisata yang terkenal. Di sana terdapat Gunung Putuo, tempat suci agama Buddha yang terkenal, serta lapangan perikanan Zhoushan yang terkenal di dunia. Kepulauan Zhoushan juga dijuluki sebagai 'negeri Buddha di atas laut' dan 'lumbung ikan di timur'. Semua kepulauan-kepulauan itu, sejak dahulu kala adalah bagian dari wilayah suci Tiongkok. Seiring dengan kemajuan pembangunan ekonomi Tiongkok, kepulauan-kepulauan itu akan memainkan peran yang semakin besar.

Lingkungan Geografi Tiongkok
Tiongkok memiliki lingkungan alam yang cukup unggul, tercermin pada lingkungan iklim dan lingkungan geografi. Tiongkok adalah salah satu negara di dunia yang paling banyak melintasi daerah iklim. Di utara, mulai dari daerah beriklim dingin dan sedang di bagian utara Propinsi Heilongjiang, ke arah selatan berturut-turut adalah daerah beriklim sedang medium, daerah beriklim sedang hangat, daerah beriklim subtropis, daerah beriklim tropis serta daerah beriklim khatulistiwa. Dengan perkataan lain, kecuali daerah tundra dan daerah beku yang dekat dengan daerah kutub , daerah-daerah iklim lainya di dunia terdapat di Tiongkok. Khususnya daerah beriklim sedang, daerah beriklim sedang hangat dan daerah beriklim subtropis menempati sebagian terbesar wilayah Tiongkok. Cuaca yang hangat dan empat musim yang jelas, menjadikan Tiongkok tempat ideal bagi kelangsungan dan perkembangan manusia. Wilayah Tiongkok yang luas juga menyebabkan perbedaan sangat besar kondisi air antara daerah yang satu dengan daerah yang lain . Selama bertahun-tahun ini, curah hujan rata-rata seluruh negeri pertahun adalah 629 milimeter, dan total curah hujan dalam satu tahun di atas 6 triliun meter kubik. Akan tetapi, berhubung perbedaan waktu masuk dan keluarnya angin musim panas serta derajat dampaknya terhadap daerah yang berlainan, sehingga mengakibatkan tidak ratanya distribusi waktu dan ruang kondisi air serta kecenderungan semakin berkurangnya curah hujan dari tenggara ke arah baratlaut. Daerah di bagian selatan Tiongkok sangat terpengaruh angin topan, curah hujan banyak, khususnya daerah pesisir di tenggara, curah hujan pertahun di atas 1.000 milimeter. Huoshaoliao di ujung timurlaut Taiwan pernah turun hujan 8.408 milimeter pertahun yang merupakan rekor tertinggi di Tiongkok. Daerah baratlaut Tiongkok terletak di jantung benua Erasia, kecil terpengaruh angin topan, curah hujan sedikit, kecuali di sejumlah daerah pegunungan tinggi, curah hujan di daerah umumnya di bawah 200 milimeter pertahun, kebanyakan daerah itu merupakan tanah tandus dan setengah tandus. Di Ruoqiang yang terletak di pedalaman Tanah Cekung Tarim, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, curah hujan rata-rata selama bertahun-tahun ini tidak sampai 10 milimeter, merupakan daerah yang paling kering di Tiongkok. Angin musiman Asia Timur sangat besar pengaruhnya terhadap iklim di Tiongkok. Pada musim panas banyak bertiup angin dari arah tenggara, udara panas dan banyak turun hujan, temperatur lebih tinggi daripada daerah lain di dunia yang berada di garis lintang sama; Pada musim dingin sering bertiup angin condong ke utara, udara dingin dan kering, temperatur lebih rendah daripada daerah lain yang berada di garis lintang sama. Suhu tinggi di musim panas memungkinkan daerah bagian selatan yang luas di Tiongkok dapat ditanami tumbuhan padi dan kapas yang cocok dengan udara hangat, sedang munculnya udara panas dan hujan dalam waktu bersamaan dapat memenuhi kebutuhan tumbuhan akan kondisi air dan suhu panas. Topografi Tiongkok beraneka ragam, pegunungan, dataran tinggi, tanah cekung, dataran rendah dan perbukitan terdapat dalam areal luas dan menunjukkan panorama alam yang berbeda-beda. Tiongkok adalah negara yang banyak gunung dan bukitnya. Daerah pegunungan, dataran tinggi dan perbukitan menempati 65% luas total wilayah seluruh negeri. Banyak pegunungan yang tinggi dan panjang membentuk kerangka topografi daratan Tiongkok. Pegunungan-pegunungan itu malang melintang seperti jaring dengan dataran tinggi yang bentuknya berlainan dan berbeda besar kecilnya, membentuk daerah topografi yang memiliki ciri khasnya sendiri. Dibagi menurut tingginya dari permukaan laut, topografi Tiongkok tinggi di barat dan rendah di timur, melandai dari arah barat ke timur seperti anak tangga. Berdasarkan itu, topografi Tiongkok dapat dibagi menjadi tiga anak tangga dari yang rendah sampai yang tinggi. Anak tangga pertama dari Pegunungan Xingan di utara sampai daerah sebelah timur pegunungan Taihang-Wushan-Xiefeng, topografinya datar, kebanyakan adalah dataran rendah dan perbukitan tidak sampai 500 meter di atas permukaan laut. Tiga dataran rendah terbesar di Tiongkok yakni Dataran Rendah Timur Laut, Dataran Rendah Tiongkok Utara dan Dataran Rendah Bagian Tengah dan Hilir Sungai Yangtze serta daerah perbukitan yang paling luas di Tiongkok yakni Perbukitan Tenggara berada di anak tangga ini. Anak tangga kedua berada di sebelah barat garis tersebut, berupa dataran tinggi dan tanah cekung yang tingginya sekitar 1.000 sampai 2.000 meter di atas permukaan laut. Dataran Tinggi Mongol, Dataran Tinggi Tanah Kuning dan Dataran Tinggi Yunnan-Guizhou, tiga dari empat dataran paling luas di Tiongkok, serta empat tanah cekung yang terluas di Tiongkok yakni tanah cekung Sichuan, Tarim, Zunggar dan Caidam terletak di anak tangga ini. Anak tangga ketiga adalah Dataran Qinghai-Tibet, topografi tinggi dan terjal, terdiri atas dataran tinggi yang luas dan datar 4.000 meter lebih di atas permukaan laut dan sederet pegunungan panjang setinggi 5.000-6.000 meter di atas permukaan laut. Di antaranya terdapat belasan puncak gunung yang tingginya 8.000 meter lebih di atas permukaan laut. Puncak Zomolungma atau Everst , puncak utama pegunungan Himalaya yang terletak di perbatasan Tiongkok-Nepal setinggi 8848,9 meter di atas permukaan laut adalah puncak tertinggi di dunia. Dataran Tinggi Qinghai-Tibet dijuluki pula sebagai "atap dunia". Topografi landai yang terjadi secara alamiah itu menguntungkan mengalirnya udara lembab di atas laut ke daerah pedalaman daratan Tiongkok, sedang sungai-sungai besar yang terjadi oleh turunnya hujan ke bumi mengalir deras ke arah timur dan bermuara di laut, disamping telah menghubungkan lalu lintas daerah pedalaman dan daerah pantai, terjadi pula beda ketinggian aliran sungai sesuai dengan kelandaian topografi sehingga menghasilkan sumber daya tenaga air yang sangat besar. Dengan memanfaatkan keunggulan topografi itu, Tiongkok telah membangun banyak pusat listrik tenaga air dan melakukan pengembangan secara berjenjang di sektor-sektor lembah Sungai Kuning dan Sungai Yangtze.

Kependudukan Dan Etnis
Tiongkok adalah negara yang paling banyak penduduknya di dunia. Pada pertengahan Februari 1995, jumlah total penduduk seluruh negeri tercatat 1,2 milyar jiwa, akhir tahun 1997 tercatat 1,236 milyar, menempati sekitar 22% jumlah penduduk seluruh dunia. Tiongkok adalah negara yang relatif tinggi kepadatan penduduknya. Menurut data sensus penduduk seluruh negeri ke-4 tanggal 1 Juli 1990, tingkat kepadatan penduduk rata-rata 118 orang per kilometer persegi, tetapi penyebarannya tidak seimbang, jumlah penduduk di daerah pantai Tiongkok timur lebih padat yakni 360 orang per km persegi; di daerah bagian tengah 197 orang per km persegi; sedang di bagian barat jumlah penduduk sangat tipis yakni 13 orang per km persegi. Sekitar 25% dari 1,2 milyar penduduk tinggal di kota, selebihnya di desa. Pertumbuhan jumlah penduduk di Tiongkok relatif cepat. Menurut statistik, pada tahun 1949, jumlah penduduk Tiongkok tercatat 540.000.000, sampai tahun 1969 bertambah sampai 800.000.000. Sejak tahun 1970-an, pemerintah menerapkan kebijakan keluarga berencana untuk meningkatkan mutu kependudukan, dan tingkat kelahiran menurun dari 34,11 perseribu pada tahun 1969 menjadi 16,57 perseribu pada tahun 1997; tingkat pertumbuhan alami penduduk juga menurun dari 2,6,08 perseribu menjadi 10,06 perseribu. Dihitung berdasarkan tingkat pertumbuhan alami tahun 1970, dalam waktu selama 20 tahun lebih sampai dilaksanakannya program keluarga berencana pada tahun 1997, jumlah penduduk Tiongkok akan bertambah 300.000.000 lebih apabila tidak dilaksanakan program keluarga berencana. Tiongkok adalah negara kesatuan yang memiliki 56 etnis. Di antaranya jumlah penduduk etnis Han paling banyak, sekitar 92% jumlah total penduduk, dan 55 etnis lainnya menempati 8% jumlah total penduduk. Berhubung jumlahnya relatif sedikit, maka lazim disebut etnis minoritas. Di antara 55 etnis minoritas itu, yang jumlah penduduknya di atas atau mendekati 5.000.000 terdapat etnis-etnis Zhuang, Man, Hui, Yi, Miao, Uigur, Tujia, Tibet, Mongol dan lain sebagainya, di antaranya jumlah penduduk etnis Zhuang di atas 15.000.000, merupakan etnis minoritas yang paling banyak jumlah penduduknya. Etnis-etnis Menba, Elunchun, Dulong, Tatar, Hezhe, Gaoshan dan Luoba yang jumlah penduduknya tidak sampai 100.000 adalah 7 etnis minoritas yang sedikit jumlah penduduknya. Mengenai daerah penyebaran etnis-etnis, etnis Han tersebar paling luas, hampir meliputi seluruh negeri, tapi terutama terpusat di daerah-daerah aliran Sungai Kuning, Sungai Yangzi dan Sungai Mutiara serta daerah Tiongkok timur laut. Kendati 55 etnis minoritas relatif sedikit jumlah penduduknya, namun penyebarannya sangat luas, terutama di Mongolia Dalam, Xinjiang, Tibet, Guangxi, Ningxia, Heilongjiang, Jilin, Liaoning, Gansu, Qinghai, Sichuan, Yunnan, Guizhou, Hunan dan Hubei. Provinsi Yunnan yang mempunyai lebih 20 etnis minoritas adalah provinsi yang paling banyak komponen etnisnya. Semua etnis di Tiongkok adalah anggota keluarga besar bangsa Tionghoa. Kebijakan pemerintah tentang etnis adalah: semua etnis sama derajat; pemerintah menjamin semua hak dan kepentingan sah setiap etnis, melarang diskriminasi dan penindasan terhadap etnis manapun, melarang perbuatan yang merusak persatuan antar etnis, menentang nasionalisme raya dan nasionalisme lokal; setiap etnis memiliki kebebasan menggunakan dan mengembangkan bahasa dan tulisannya sendiri, dan memiliki kebebasan memelihara atau mengubah adat-istiadat dan kebiasaan etnisnya. Pemerintah Tiongkok menjalankan sistem otonomi daerah etnis berdasarkan pembagian daerah administrasi, dengan perkataan lain, di bawah kesatuan pimpinan negara, mendirikan badan otonom yang bersangkutan untuk menjalankan hak otonomi dengan menjadikan daerah permukiman etnis minoritas sebagai dasarnya, dengan demikian rakyat etnis minoritas menjadi tuan rumah yang mengelola urusan daerah etnisnya sendiri. Kini di Tiongkok terdapat 5 daerah otonom tingkat provinsi yakni Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Daerah Otonom Mongolia Dalam, Daerah Otonom Uigur Xinjiang, Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia dan Daerah Otonom Tibet. Sementara itu, di seluruh negeri diadakan pula daerah otonom tingkat keresidenan, kapubaten dan kecamatan. Daerah administrasi di Tiongkok terdiri dari 4 tingkat, propinsi (atau daerah otonom), kapubaten, kecamatan ( atau kota tingkat kecamatan ), ketiga tingkat ini merupakan satuan administrasi dasar; sedang tingkat keresidenan adalah satuan admininstrasi antara provinsi dan kapubaten. Nama dan status administrasi keempat tingkat satuan administrasi tersebut ialah: Tingkat pertama: provinsi, daerah otonom, kota yang langsung di bawah pemerintah pusat; Tingkat kedua : keresidenan, kota tingkat keresidenan; Tingkat ketiga: kabupaten, kabupaten otonom, kota tingkat kabupaten; Tingkat keempat: kecamatan, kecamatan etnis, kota tingkat kecamatan. Berdasarkan pembagian daerah administrasi di Tiongkok sekarang ini, terdapat 33 satuan administrasi tingkat pertama, yakni 23 propinsi, 5 daerah otonom, 4 kota yang langsung di bawah pemerintah pusat , 1 daerah administrasi khusus (Setelah Makau kembali ke Tiongkok Desember 1999, bertambah menjadi 2 daerah administrasi khusus). Di bawah tingkat provinsi adalah tingkat keresidenan, di bawah tingkat keresidenan adalah tingkat kabupaten, di bawah tingkat kabupaten adalah kecamtan dan kota kecamatan. Kecamatan dan kota kecamatan adalah satuan administrasi tingkat basis di Tiongkok yang terdapat di berbagai tempat seluruh negeri. Tabel Provinsi, Daerah Otonom, Kota Yang Langsung Di Bawah Pemerintah Pusat dan Daerah Administrasi Khusus di Tiongkok NAMA IBUKOTA LUAS( ribu km persegi) NAMA IBUKOTA LUAS( ribu km persegi) Kota Beijing Beijing 16,8 Propinsi Hunan Changsha 210 Kota Tianjin Tianjin 11,3 Propinsi guangdong Guangzhou 186 Provinsi Hebei Shijiazhuang 190 Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi Nanning 236,3 Provinsi Shanxi Taiyuan 156 Provinsi Hainan Haikou 34 Daerah Otonom Mongolia Dalam Hohot 1183 Kota Chongqing Chongqing 82 Provinsi Liaoning Shenyang 145,7 Provinsi Sichuan Chengdu 488 Provinsi Jilin Changchun 187 Provinsi Guizhou Guiyang 170 Provinsi Heilongjiang Harbin 469 Provinsi Yunnan Kunming 394 Kota Shanghai Shanghai 6,2 Daerah Otonom Tibet Lahsa 1220 Provinsi Jiangsu Nanjing 102,6 Provinsi Shaanxi Xi'an 205 Provinsi Zhejiang Hangzhou 101,8 Provinsi Gansu Lanzhou 450 Provinsi Anhui Hefei 139 Provinsi Qinghai Xining 720 Provinsi Fujian Fuzhou 120 Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia Yinchuan 66,4 Provinsi Jiangxi Nanchang 166,6 Daerah Otonom Uigur Xinjiang Urumuqi 1600 Provinsi Shandong Jinan 153 Daerah Administrasi Khusus Hongkong Hongkong 1,092 Provinsi Henan Zhengzhou 167 Provinsi Taiwan Taipei 36 Provinsi Hubei Wuhan 187,4

Pembangunan Ekonomi
Pengembangan ekonomi Tiongkok sudah bersejarah lama. Dalam kurun waktu selama dua ribu tahun sejak abad ke-3 sebelum Masehi sampai abad ke-18, taraf perkembangan ekonomi, kebudayaan, ilmu dan teknologi Tiongkok selalu menduduki posisi depan di dunia. Misalnya empat penemuan di Tiongkok zaman kuno: kompas, mesiu, teknik pembuatan kertas dan teknik percetakan, adalah contohnya yang brilian. Akan tetapi, dalam masa ratusan tahun kemudian, berhubung kungkungan sistem feodalisme dan agresi yang terus menerus dilancarkan negara-negara kuat imperialis, perkembangan sosial dan ekonomi Tiongkok berjalan sangat lamban. Sampai tahun 1940-an, Tiongkok setiap tahun hanya memproduksi baja sebanyak 160.000 ton, minyak bumi 120.000 ton, batu bara 30.000.000 ton dan kain katun 1,9 milyar meter, menduduki posisi terakhir di dunia dihitung perkapita. Pada waktu itu, panjang jalan kereta api di seluruh Tiongkok hanya 22.000 kilometer, merupakan negara yang paling sedikit jalan kereta apinya di antara negara-negara besar. Sedang pertanian yang menjadi andalan hidup sebuah negara juga mengalami gagal panen selama bertahun-tahun. Pada tahun 1949, jumlah total produksi bahan pangan tercatat 110.000.000 ton, kapas 450.000 ton, jumlah produksi tanaman pertanian lain juga sangat rendah. Setelah berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949, pemerintah Tiongkok secara berencana melakukan pembangunan ekonomi besar-besaran khususnya pembangunan industri modern sehingga situasi ekonomi negara mengalami perubahan pesat. Dalam 10 tahun setelah berdirinya RRT yakni antara tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintah sementara memulihkan kapasitas produksi industri yang ada, memusatkan tenaga membangun pangkalan industri besi dan baja yang terbesar di Tiongkok di daerah Tiongkok Timur Laut yang kaya sumber daya dan memiliki dasar industri relatif baik seperti Anshan dan Benxi di Provinsi Liaoning. Sementara itu, di daerah Beijing-Tianjin-Tanggu, Lanzhou, Wuhan dan Xi'an membangun sejumlah perusahaan besar tulang punggung sebagai dasar yang kokoh bagi perkembangan ekonomi Tiongkok di masa depan. Setelah tahun 1960-an, pembangunan titik berat pembangunan dialihkan ke Provinsi-provinsi Sichuan, Qinghai, Ningxia dan Guizhou di Tiongkok bagian barat dengan membangun perusahan besi dan baja yang besar di Panzhihua Provinsi Sichuan dan Jiuquan Provinsi Gansu, serta dua pertambangan batu bara di Baoding Sichuan dan Liupanshui Guizhou. Bersamaan dengan itu, di Provinsi-provinsi Gansu, Sichuan, Shaanxi, Hunan, dan Hubei telah dibangun sejumlah perusahaan besar yang mencakup banyak jenis industri, dan dibangun pangkalan industri otomotif kedua di bagian barat laut Provinsi Hubei. Lalu Lintas Kereta Api di Tiongkok Dengan demikian, berbagai jalur industri berangsur-angsur terbentuk di bagian tengah dan barat Tiongkok, meliputi Jalur Industri Chengyu yang berpusat di kota Chengdu dan Chongqing, Jalur Industri Chuanqian yang berpusat di kota Pan Zhihua dan Liu Panshui, Jalur Industri Qianzhong yang berpusat kota Guiyang, Jalur Industri Guanzhong yang berpusat di kota Xi'an, Jalur Industri Bagian Hulu dan Tengah Sungai Kuning yang berpusati di kota Lanzhou, serta berbagai basis industri yang baru, seperti Propinsi Hubei barat, Propinsi Hunan barat dan Propinsi Hunan barat, sehingga penyebaran strategi industri mempunyai perkembangan yang baru, dan kekuatan industri dalam negeri ditingkatkan dalam skala besar. Pada awal 1960an, dengan dieksploitasinya ladang minyak Daqing di Propinsi Hei Longjiang di timur laut Tiongkok, terwujudlah swasembada minyak bumi di Tiongkok dan dimainkan peranan yang penting untuk perkembangan ekonomi di Tiongkok. Sejak dilaklsanakannya kebijakan reformasi dan keterbukaan Tiongkok pada akhir 1970an, tak sedikit kota di daerah pantai bagian timur Tiongkok berturut-turut terbuka kepada dunia luar, titik berat perkembangan ekonomi dipindahkan lagi ke daerah bagian timur. Propinsi Guangdong, Hokian dan lain sebagainya di daerah pantai tenggara Tiongkok menggunakan keunggulan bertetangga dengan Hongkong dan Makau, mempunyai banyak orang perantau Tionghoa dan kemudahan berkontak dengan luar negeri serta taraf keterbukaan yang tinggi dan skala yang besar, mempercepat perkembangan ekonomi tipe ekstroversi, sehingga menjadi daerah yang paling cepat perkembangan ekonominya di Tiongkok. Sejak 1990an, pemerintah Tiongkok memutuskan membentuk daerah eksploitasi ekonomi Pudong Shanghai, mempercepat perkembangan di Tiongkok, untuk memimpin dan mendorong perkembangan keseluruhan daerah pantai dan daerah sepanjang tepi Sungai Yangtse. Dengan pasang naik eksploitasi Pudong, perkembangan Shanghai beberapa tahun ini ditingkatkan, sarana dasar kota terus diperbaiki, wajah politk kota berubah dengan cepat, dan telah menjadi suatu pusati perkembangan berlaju tinggi di daerah pantai timur Tiongkok. Kini, Tiongkok telah membentuk mekanisme industri yang kategorinya agak lengkap, taraf yang cukup tinggi dan skala yang cukup besar. Pada tahun 1997, Tiongkok memproduk 1,39 milyar ton batu bara mentah, 107 juta ton baja, antara lailn bahan baja jadi 97 juta ton, 160 juta ton minyak bumi, 1 trilyun 132 milyar megakwat perjam besarnya tenaga listrik yang dibangkitkan dan semen 510 juta ton. Di antaranya jumlah produksi batu bara mentah dan semen menduduki tempat pertama di dunia. Jumlah produksi barang-barang elektronik rumah tangga misalnya lemari es dan pesawat televisi juga menduduki tempat terdepan di dunia. Sementara diadakannya pembangunan industri berskala besar, produksi industri pertanian juga dipulihkan dan dikembangkan secara menyeluruh. Sejak tahun 1952 sampai tahun 1978, industri pertanian Tiongkok menyediakan akumulasi yang sangat besar sejumalh 800 milyar yuan Renminbi untuk industrilisasi ekonomi rakyat, industri pertamian serta pembangunan irigasi di tanah pertanian yang terkait dan sarana teknologi industri pertamain semuanya mendapat perkembangan yang besar. Sejak tahun 1978, Tiongkok melancarkan penyesuaian keseluruhan terhadap kebijakan pedesaan, dan menyusun serangkaian kebijakan pedoman untuk meningkatkan perkembangan industri pertanian, antara lain yang paling utama ialah pelaksanaan Sistem tanggungjawab kontrak keluarga yang dikaitkan dengan hasil produksi, dengan prasyarat alat-alat produksi, misalnya tanah dimiliki oleh kolektif, keluarga petani mengkontrak tanah untuk pengelolaan, pengkontrak mengikuti peraturan kontrak, kecuali membayar pajak kepada negra dan membayar suatu persentase tertentu kepada kolektif, semua produksi dan pendapatan lainnya dimiliki oleh pengkontrak sendiri. Pola perkembangan industri pertanian tersebut membangkitkan antusiasi produk petani yang luas, wajah pedesaan mengalamai perubahan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Kontrak keluarga bukan hanya mendorong perkembangan keseluruhan usaha pertumbuhan, juga mendorong bangkitnya dan perkembangan usaha budidaya keluarga dan perusahaan pedesaan dan kecamatan. Sementara itu, sejumlah besar tenaga kerja yang tersisa dibebaskan dari tanah, masing-masing menuju kota, dan menyediakan sumber tenaga kerja yang memadai untuk pembangunan perkembangan kota. Rakyat Tiongkok melalui upaya sendiri, dengan menggunakan tanah garapan yang hanya menduduki 7% dari total luasnya seluruh dunia, menghidupi populasi sebanyak 22% total jumlah penduduk seluruh dunia. pada tahun 1997, volume produksi bahan pangan Tiongkok mencapai 492 juta ton, katun 4,3 juta ton, berbagai jenis bahan minyak 21,5 juta ton, daging 53,54 juta ton, dan hasil perairan 35,61 juta ton, semua angka mutlaknya menduduki tempat terdepan dunia. di antara berbagai bagian industri pertanian, produksi bahan pangan memelihara kecenderungan pertumbuhan yang stabil, pertumbuhan ekonomi selalu berkembang pesar, lebih-lebih industri hutan, penggembalaan dan perikanan berkembang dengan sangat cepat, dengan demikian, terjaminlah kebutuhan perkembangan ekonomi negara dan peningkatan terus-menerusnya taraf kehidupan rakyat. Volume total ekonomi rakyat Tiongkok telah mencapai skala yang sangat besar, pada tahun 1997, GDP Tiongkok telah mencapai 7 trilyun 477 milyar 200 juta yuan Renminbi, atau 903 milyar dolar Amerika, dan menjadi salah satu di antara 10 terdepan urutan daftar berbagai negara seluruh dunia. Akan tetapi, karena jumlah populasi Tiongkok sangat besar, dan dasarnya agak rendah, taraf volume total ekonomi rakyat perkapita tetap sangat rendah, Tiongkok tetap adalah satu negara berkembang yang berpendapatan relatif rendah. Selain itu, Tiongkok juga mendapat prestasi besar di bidang lalu lintas dan komunikasi. Sejak 1990an, sistem pengangkutan komprehensif yang dibentuk oleh jalan kereta api, jalan raya, penerbangan sipil dan pengangkutan pipe meredakan peranan keterikatan lalu lintas dalam pembangunan ekonomi Tiongkok. Menurut statistik tahun 1997, jarak perjalanan pengelolaan kereta api Tiongkok mencapai 66 ribu kilometer, jarak jalur pelayaran sungai-sungai dalam daerah pedalaman mencapai 110 ribu kilometer, jarak jalan raya mencapai 1 juta 226 ribu kilometer, dan jarak penerbangan sipil mencapai 1 juta 425 ribu kilometer. Tempat berlabuh di pelabuhan utama daerah pantai mencapai 1,300 lebih. Perlengkapan sarana pengangkutan lalu lintas juga diperbaiki. Tingkat jalan kereta api dengan arah pulang-pergi dan taraf elektrifikasi jalan kereta api juga ditingkatkan bertahun-tahun, sejumlah teknologi yang maju digunakan secara luas. Persentase jarak jalan raya tingkat tinggi dalam jarak jalan raya meningkat bertahun-tahun. Di daerah pantai dibangun sejumalh tempat berlabuh yang khusus untuk batu bara, bijih tambang dan peti kemas, taraf mekanisasi bongkar muat di pelabuhan mendapat peningkatan lebih lanjut, barang-barang muatan curah, peti kemas yang besar juga mempunyai perkembangan agak besar. Pesawat-pesawat penerbangan sipil terus ditingkatkan, Boen 747, 757 dan pesawat sipil tipe besar telah menjadi tenaga utama tim pesawat terbang. Selain itu, usaha komunikasi Tiongkok berkembang sangat pesat, pertukaran kontrol program, komunikasi serat optik, komunikasi via satelit, gelombang mikro digital , komunikasi mobile dan perlengkapan teknologi taraf maju digunakan secara luas dalam jaringan komunikasi. Pada akhir 1997, total kapasitas pesawat pertukaran telepon mencapai 110 juta buah, kota bertingkat di atas kabupaten semuanya diwujudkan pesawat telepon pertukaran kontrol program, skala jaringan pesawat telepon menjadi jaring terbesar kedua di dunia. Meskipun demikian, peningkatan pembangunan sarana dasar seperti lalu lintas dan komunikasi tetap adalah titik berat perkembangan ekonomi Tiongkok. Dalam suatu waktu mendatang, Tiongkok akan membangun sejumlah jalan kereta api yang baru, dan memperbaiki perlengkapan jalan kereta api yang telah digunakan sekarang, mempercepat pembangunan jalan kereta api elektronisasi, meningkatkan pembangunan jalan kereta api berarah pulang-pergi, memperbobot jalan raya laju cepat, dengan kuat mengembangkan pengangkutan perairan dan udara, selain itu komunikasi pos dan telekomunikasi juga akan didorong ke taraf lebih automatis. Seiring dengan perkembangan ekonomi yang pesat, jumlah penduduk di kota Tiongkok semakin banyak, berbagai sarana di sejumlah metropolitan dan kota menengah terus diperbaiki, tak sedikit kota baru muncul juga. Terhitung sampai sekarang, jumlah total kota Tiongkok telah mencapai 600 lebih, sedangkan pada tahun 1949 hanya 58, dan 193 kota pada tahun 1978. Di antara kota-kota yang baru, ada kota yang menjadi makmur seiring dengan perkembangan ekonomi, ada kota pelabuhan terbuka, juga ada kota budaya bersejarah yang terkenal.

Ringkasan daerah geografi di Tiongkok
Tiongkok dapat dibagi menjadi tiga daerah besar yang berbeda berdasarkan perbedaan ruang syarat alamnya, yakni daerah angin musim bagian timur, daerah pedalaman barat laut dan daerah daratan tinggi Qinghai-Tibet. Tiga daerah besar tersebut, dapat dibagi pula menjadi 7 daerah geografis, yakni daerah timur laut, daerah Tiongkok Utara, daerah bagian tengah dan hilir Sungai Yangtse, daerah Tiongkok Selatan, daerah barat daya, daerah barat laut dan daerah daratan tinggi Qinghai-Tibet. Daerah-daerah tersebut masing-masing mempunyai daya tarik dan ciri khasnya sendiri dalam lingkungan alam dan lanskap budaya.

Daerah Angin Musim Bagian Timur
Daratan Tiongkok sangat terpengaruh oleh angin musim Asia Timur, lebih-lebih daerah bagian timur. Daerah Angin Musim Bagian Timur yang disebut dalam buku ini meliputi daerah timur laut, daerah Tiongkok Utara, daerah bagian tengah dan hilir Sungai Yangtse, daerah Tiongkok Selatan dan daerah barat daya, meliputi Provinsi-provinsi Heilongjiang, Jilin, Liaoning, Hebei, Shandong, Shanxi, Henan, Shaanxi, Jiangsu, Anhui, Jiangxi, Hunan, Hubei, Fujian, Taiwan, Guangdong, Hainan, Sichuan, Yunnan, Guizhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, 4 kota tingkat provinsi yakni, Beijing, Shanghai, Tianjin dan Chongqing, serta Daerah Administrasi Khusus Hongkong. Daerah Angin Musim Bagian Timur memiliki kondisi alam yang relatif baik, jumlah penduduk yang padat dan ekonomi yang maju. Daerah Timur Laut Daerah Timur Laut terletak di bagian timur laut Tiongkok, berdasarkan daerah administrasi meliputi Propinsi Heilongjiang, Jilin dan Liaoning, bertetangga dengan Rusia di sebelah utara dan Korea Utara di sebelah timur, dan di sebelah selatan bersambuangan dengan Propinsi Hebei. Daerah Timur Laut adalah suatu daerah yang memiliki ciri khas. Lambat melangkah, cepat berkembang Dalam sejarah Tiongkok pada masa awal, daerah timur laut selalu merupakan daerah permukiman etnis minoritas, dan relatif lambat melangkah dalam melakukan pengembangan dibanding dengan daerah pedalaman. Selama masa dinasti Ming (1368-1644), untuk mencegah serbuan etnis minoritas dari daerah bagian utara, pemerintah dinasti Ming meningkatkan pertahanan sepanjang Tembok Besar dari Shanhaiguan sampai Jiayuguan, membatasi rakyat daerah pedalaman mereklamasi tanah dan bermukim di daerah timur laut melaluui Shanhaiguan. Sampai masa pertengahan dan akhir dinasti Qing abad ke-18, dengan dorongan pemerintah baru terdapat banyak transmigran dari daerah pedalaman memasuki daerah timur laut. Pada waktu itu pun, jumlah penduduk di paro utara daerah timur laut masih sangat sedikit, dan banyak tanah liar menunggu direklamasi. Pada awal abad ke-20, daerah timur laut memasuki pasang naik pengembangan, industri modern didirikan dan dikembangkan. Seiring dengan pembangunan jalan kereta api serta perkembangan kehutanan, industri dan pertambangan di daerah timur laut, transmigran dalam jumlah besar berdatangan, daerah timur laut menjadi semakin padat populasinya. Pada tahun 1950-an, Tiongkok menitikberatkan investasi pengembangan di daerah dataran paro utara daerah timur laut dengan membangun sejumlah perusahaan pertanian mekanis berskala besar. Dibandingkan dengan propinsi lain di daerah pedalaman, Propinsi Liaoning tergolong daerah yang padat penduduknya, sedangkan Propinsi Heilongjiang termasuk daerah yang rendah kepadatan populasinya, dan Propinsi Jilin tergolong kepadatan populasi tingkat menengah. Di antara 100 juta penduduk di daerah timur laut, etnis Han menempati 90% ke atas, selain itu terdapat etnis-etnis Man, Mongol, Korea, Tahur, Elunchun dan Hui. Adat istiadat penduduk daerah timur laut erat kaitannya dengan lingkungan alam setempat. Masyarakat di sana dalam waktu panjang hidup di wilayah yang luas dan berpenduduk tipis, tanah di sana sangat subur, maka penduduk di daerah itu berkarakter terbuka dan berdada lapang. Oleh karena cuaca pada musim dingin sangat dingin, rumah penduduk tradisional biasanya agak rendah, dengan tembok yang tebal untuk menahan udara dingin. Penduduk setempat kebanyakan menggunakan tempat tidur terbuat dari bata yang dipanasi dari bawah, suka minum arak dan makan daging. Transmigran daerah timur laut berasal dari berbagai tempat seluruh negeri, upacara pernikahan dan hari raya masih banyak mengikuti adat istiadat daerah pedalaman. Daerah timur laut adalah daerah yang industri modernnya berkembang lebih awal di Tiongkok . Di kota-kota besar seperti Shenyang, Changchun dan Harbin, jumlah buruh menempati porsi relatif besar. Terpengaruh oleh industri modern, mutu budaya penduduk setempat relatif tinggi, khususnya setelah tahun 1950-an, sejumlah perusahaan industri dan pertambangan besar dibangun dan sejumlah besar penduduk setempat menjadi buruh industri generasi pertama yang berpendidikan dan menguasai ketrampilan teknik setelah dipekerjakan di perusahaan-perusahaan itu. Lingkungan alam yang indah dan hasil bumi yang melimpah Daerah timur laut memiliki kondisi alam yang sangat unggul. Pegunungan Xing An Besar di bagian barat, Sungai Heilong dan Pegunungan Xin An Kecil di bagian utara serta Gunung Changbai dan Sungai Yalu di bagian timur mengelilingi daerah timur laut dari arah barat, utara dan timur, sedang di bagian tengah adalah Dataran Timur Laut yang subur. Daratan Timur Laut adalah daratan yang paling luas di Tiongkok, terdiri dari tiga bagian yakni Daratan Liaohe di bagian selatan, Daratan Songnen (Sungai Songhua dan Sungai Nenjiang) di bagian utara dan Daratan Sanjiang atau Tiga Sungai (Sungai Heilong, Sungai Songhua dan Sungai Wusuli) di bagian timur laut. Musim dingin di Daratan Timur Laut sangat panjang dan dingin, masa tanpa embun beku sangat pendek, sedangkan di musim panas undara hangat, kondisi kalor cukup untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan tanaman yang dipanen sekali setahun, tambahan adanya tanah yang subur dan pertanian yang maju, maka Daratan Timur Laut menjadi basis bahan pangan komoditi yang penting di Tiongkok. Tanaman bahan pangan di daerah timur laut terutama adalah jagung, sorgum, kedelai, jewawut, gandum dan padi. Di antaranya areal tanaman jagung paling luas dan produksinya paling banyak. Penanaman sorgum di daerah timur laut sudah bersejarah lama, daerah penanamannya tersebar di berbagai tempat daerah timur laut. Keledai adalah produk pertanian yang terkenal di daratan timur laut, mutunya bagus, jumlah produksi keledai Propinsi Heilongjiang menduduki tempat pertama di seluruh negeri. Gandum musim semi daerah timur laut terutama terpusat di daerah reklamasi pertanian yang dibangun selama 30-40 tahun terakhir ini di Propinsi Heilongjiang, tingkat mekanisasi dan persentasi komoditi bahan pangan sangat tinggi. Selain itu, daerah timur laut juga merupakan penghasil utama bit dan rami di Tiongkok. Di pegunungan sekitar daerah timur laut tersebar hutan yang luas, tingkat lingkupan hutan, cadangan kayu dan volume penebangan kayu menduduki tempat pertama seluruh negeri. Hutan di Pegunungan Xing An Besar terutama adalah pohon tusam Larix gmelini, sedangkan di Gunung Changbai adalah hutan pinus tablae formis dan hutan campuran pohon berdaun jarum dan pohon berdaun lebar, dan pinus merah di Pegunungan Xing An Kecil merupakan bahan bangunan yang bagus. Setelah penebangan yang berlangsung selama bertahun-tahun, hutan rimba di daerah timur laut sudah langka, hanya di bagian utara Pegunungan Xing An Besar saja dapat ditemukan hutan rimba yang luas. Selain itu, di hutan daerah timur laut juga terdapat banyak hewan dan tumbuhan liar yang berharga, antara lain ginseng, kulit berbulu (fur) musang dan angga muda merupakan tiga hasil setempat yang berharga di daerah timur laut. Melalui penjajakan selama bertahun-tahun, penduduk setempat telah menanam ginseng dalam areal luas di daerah pegunungan, dan berhasil beternak rusa dan musang. Daerah Pegunungan Changbai adalah tempat habitat harimau Tiongkok Timur Lautjenis harimau yang terbesar di dunia. Kini jenis harimau itu hampir punah karena penangkapan dan pembunuhan manusia. Untuk melindungi species flora dan fauna yang berharga dan untuk kebutuhan penelitian ilmiah, pemerintah telah membangun sejumlah cagar alam di Gunung Changbai dan Pegunungan Xing An Kecil, di antaranya cagar alam Gunung Changbai paling luas dan telah bergabung dalam jaringan cagar alam manusia dan biosfer PBB. Basis Industri Berat Terbesar Di Daerah Timur Laut, khususnya di sekitar kota Shenyang yang terletak di bagian tengah dan selatan Propinsi Liaoning terdapat sumber mineral yang kaya dan jenisnya lengkap. Ini merupakan prasyarat yang unggul untuk mengembangkan industri berat. Di sini tersimpan tambang besi dan batu bara yang kaya serta bahan baku penunjang untuk peleburan besi. Tambang besi terutama dihasilkan di Anshan, Benxi dan Liaoyang, sedangkan batu bara dihasilkan di Fushun dan Benxi, kedua sumber daya tambang itu tidak jauh letaknya, bahkan berada di tempat yang sama. Jauh pada awal abad ke-20, penambangan dan peleburan besi sudah dikembangkan dan mencapai skala tertentu di bagian tengah dan selatan Propinsi Liaoning dan telah dibangun industri permesinan di atas dasar itu. Sampai tahun 1950-an, pemerintah meningkatkan intensitas pembangunan daerah industri berat tersebut, memperluas dan merombak perusahaan gabungan besi dan baja di Anshan dan Benxi, membangun sejumlah pabrik permesinan ukuran besar yang terutama memproduksi alat-alat berat, sehingga basis industri tua itu mencapai peningkatan dan menjadi basis industri berat yang terbesar di Tiongkok. Kini, persentasi industri berat di Daerah Timur Laut masih cukup besar, di antaranya persentasi industri berat Propinsi Liaoning menduduki kedudukan pertama di antara propinsi, daerah otonom dan kota-kota seluruh negeri. Pangkalan Industri Berat Terbesar Daerah Tiongkok Timur Laut, khususnya daerah sekitar Shenyang di bagian tengah dan selatan Provinsi Liaoning memiliki sumber mineral yang melimpah dan relatif lengkap jenisnya. Ini merupakan prasyarat yang baik utuk mengembangkan industri berat. Daerah-daerah tersebut kaya akan tambang bijih besi dan batu baru serta bahan penunjang untuk peleburan besi, komposisi antara tambang-tambang itu juga relatif baik. Bijih besi terutama dihasilkan di kota-kota Anshan, Bensi dan Liaoyang, sedang batu bara terdapat di Kota Fushun dan Bensi, kedua sumber pertambangan tersebut tidak jauh letaknya, bahkan di tempat yang sama. Jauh pada awal abad ke-20, penambangan besi serta peleburan besi dan baja sudah dilakukan di daerah bagian tengah dan selatan Provinsi Liaoning dan di atas dasar tersebut telah didirikan industri permesinan. Sampai tahun 1950-an, pemerintah meningkatkan pembangunan, memperluas dan merombak Perusahaan Besi dan Baja di Anshan dan Bensi, dan membangun sejumlah pabrik permesinan ukuran besar yang terutama memproduksi mesin berat sehingga pangkalan industri lama tersebut berkembang menjadi pangkalan industri berat yang terbesar di Tiongkok. Sampai sekarang, industri berat masih menempati proporsi cukup besar di daerah Tiongkok Timur Laut. Di Provinsi Liaoning, proporsi industri berat menempati urutan pertama di antara provinsi, daerah otonom dan kota seluruh negeri. Industri berat di Tiongkok Timur Laut terutama terdiri dari metalurgi, mesin perkakas berat dan manufaktur perlengkapan pembangkit listrik. Selain itu, penambangan batu bara dan minyak bumi, industri petrokimia dan otomotif menempati kedudukan penting di seluruh negeri. Baja gilingan dan besi mentah yang diproduksi Perusahaan Besi dan Baja Anshan serta Perusahaan Besi dan Baja Benxi dipasarkan ke seluruh negeri. Dataran Timur Laut memiliki sumber daya minyak dan gas yang melimpah. Pada akhir tahun 1950-an, di Dataran Songnen Provinsi Heilongjiang ditemukan deposit minyak bumi, kemudian dinamakan Ladang Minyak Daqing. Sejak tahun 1963, Tiongkok telah mewujudkan swasembada minyak bumi yang terutama berasal dari Ladang Minyak Daqing. Kini Ladang Minyak Daqing tetap merupakan ladang minyak terbesar di Tiongkok dengan produksi yang stabil pada level 50.000.000 ton pertahun, ditambah Ladang Minyak Liaohe dan Jilin yang dieksploitasi kemudian, total produksi minyak Tiongkok Timur Laut merupakan lebih separo total produksi seluruh negeri. Pabrik Otomotif Pertama Changchun ( sekarang Grup Perusahaan Otomotif Pertama Tiongkok) adalah pabrik otomotif yang pertama di Tiongkok. Pabrik Otomotif Changchun terutama memproduksi truk merek Jiefang. Truk Jiefang stabil mutunya dan hemat bahan bakar. Pada pertengahan 1980-an, Pabrik Otomotif Pertama Tiongkok mengalihkan titik berat pengembangannya ke kendaraan ringan dan sedan. Shenyang dan Dalian, kota-kota penting di Tiongkok Timur Laut Shenyang, ibukota Provinsi Liaoning dengan jumlah penduduk lebih 5.000.000 jiwa adalah kota industri terbesar sekaligus pusat perhubungan dan ekonomi di daerah Tiongkok Timur Laut. Dalam sejarah, Kota Shenyang pernah menjadi ibukota pendamping Dinasti Qing (1644-1911), dinasti terakhir di Tiongkok. Istana Kuno yang terletak di pusat kota masih terpelihara baik sampai sekarang. Musoleum Timur dan Musoleum Utara yang merupakan makam Nurhachi, pendiri Dinasti Qing dan Huang Taiji juga patilasan sejarah yang terkenal di Kota Shenyang. Kota Shenyang bertetangga dengan Anshan dan Benxi yang kaya akan besi dan baja, dan tidak jauh pula dari Fushun yang kaya akan batu bara. Antara Shenyang dan Dalian di sebelah selatannya yang merupakan kota pelabuhan terdapat jalan kereta api dan jalan bebas hambatan. Shenyang dengan hasil bumi yang melimpah dan perhubungan yang leluasa memiliki syarat yang menguntungkan untuk dikembangkan menjadi kota industri berat. Shenyang adalah pangkalan produsen mesin perkakas yang terbesar di seluruh negeri, juga tempat produksi penting pompa air dan transformator ukuran besar. Dalian yang terletak di ujung selatan Semenanjung Liaodong adalah titik ujung selatan Jalan Kereta Api dan Jalan Bebas Hambatan Shenyang-Dalian, letak geografisnya unggul dan perhubungannya sangat leluasa, maka Dalian merupakan gerbang impor dan ekspor di daerah Tiongkok Timur Laut. Pelabuhan Dalian luas, dalam dan tidak beku airnya sepanjang tahun. Di sebelah utara kawasan pelabuhan telah dibagun dermaga minyak Zhanyuwan yang langsung dihubungkan dengan pipa minyak dari Daqing. Di pelabuhan Dalian terdapat hampir 30 dermaga kapal ukuran 10.000 ton, yang paling dalam dapat dilabuhi kapal ukuran 50.000 sampai 100.000 ton, merupakan pelabuhan terpadu terbesar kedua di Tiongkok setelah pelabuhan Shanghai, dengan volume bangkar-muat menempati urutan ketiga setelah pelabuhan Shanghai dan Qinhuangdao. Daerah Tiongkok Utara Daerah Tiongkok Utara mencakup provinsi-provinsi Hebei, Shandong, Henan, Shanxi dan Shaanxi serta kota tingkat provinsi Beijing dan Tianjin. Daerah Tiongkok Utara terletak di bagian tengah dan hilir Sungai Kuning, bagian baratnya adalah Dataran Tinggi Tanah Kuning, bagian timur adalah Dataran Tiongkok Utara. Sungai Kuning menempati kedudukan penting di daerah ini dan merupakan sumber Kebudayaan Sungai Huning yang mewakili peradaban Tiongkok. Sejakah yang panjang, tradisi budaya yang tua Daerah Tiongkok Utara adalah tempat kelahiran penting bangsa Tionghoa. Dikaji dari benda-benda budaya galian arkeologi, Manusia Kera Peking yang hidup di Zhoukoudian Beijing sekitar 500.000 sampai 600.000 tahun yang lalu dan Manusia Kera Lantian yang hidup di Liantian Provinsi Shaanxi sekitar 800.000 tahun yang lau adalah nenek moyang bangsa Tionghoa. Pada zaman batu baru kira-kira 5.000 sampai 6.000 tahun yang lalu, jejak manusia purba sudah menjelajahi seluruh daerah Tiongkok Utara. Benda-benda budaya yang tergali menunjukkan, kelompok manusia primitif pada waktu itu sudah mempunyai pertanian dan peternakan primitif. Patilasan Banbo di Kota Xi`an Provinsi Shaanxi adalah wakil tipikal budaya neolitik. Musoleum Kaisar Kuning yang dalam legenda konon merupakan nenek moyang bangsa Tionghoa terletak di Gunung Qiaoshan di Kabupaten Huangling Provinsi Shaanxi; kegiatan tiga generasi kaisar zaman purba setelah Kaisar Kuning yakni Yao, Shun dan Yu dapat ditemukan jejaknya di kawasan hilir Sungai Fen di Provinsi Shanxi. Daerah kegiatan utama negara sistem perbudakan yang paling tua di Tiongkok yakni Xia ( antara abad ke-22 dan ke-17 sebelum masehi) dan Shang ( antara abad ke-17 dan ke-11 sebelum masehi) juga tertetak di daerah ini. Yinxi di Xiaotun Kota Anyang Provinsi Henan merupakan ibukota nasional masa akhir Dinasti Shang. Ketika itu, Tiongkok sudah memasuki msyarakat sistem perbudakan yang sempurna dan mempunyai industri peleburan perunggu yang maju. Ditilik dari huruf-huruf yang diukir di tulang binatang hasil galian arkeologi, tulisan han atau kanji yang bersejarah lebih 3.000 tahun sudah kelihatan bentuk-bentuk awalnya kala itu. Kaisar Qinshihuang yang berbakat besar dan berpandangan luas telah mendirikan negara kesatuan Dinasti Qin (antara tahun 221 sebelum masehi dan 206 sebelum masehi ) dengan menjadikan dataran Sungai Weihe di Provinsi Shaanxi Tiongkok baratlaut sebagai pangkalan. Dinasti Han ( antara tahun 206 sebelum masehi dan tahun 220 masehi) dan Dinasti Tang ( tahun 618-907 masehi ), dua puncak masyarakat feodal di Tiongkok, membangun ibukotanya di Chang`an ( Xi`an sekarang ), sehingga meninggalkan sejumlah besar patilasan sejarah. Dalam masa panjang sejak itu, Dataran Tiongkok Utara merupakan salah satu daerah yang paling maju ekonominya di Tiongkok dan menjadi pusat politik di negeri ini. 5 dari 7 ibukota kuno di Tiongkok yakni Xi`an, Beijing serta Anyang, Luoyang dan Kaifeng di Provinsi Henan terletak di Dataran Tiongkok Utara. Di kota-kota kuno tersebut terdapat banyak peninggalan sejarah, di antaranya Xi`an merupakan kota wisata paling terkenal di Tiongkok setelah Beijing yang terutama menawarkan obyek peninggalan sejarah. Lubang nomor satu dan nomor dua Patung-patung Prajurit dan Kuda Perang ( terakota ) yang ditemukan di Musoleum Qinshihuang dekat kota Xi`an sudah dibuka untuk umum setelah selesai digali dan diperbaiki dalam waktu panjang. Terakota Qinshihuang dijuluki sebagai keajaiban ke-8 di dunia. Kebudayaan tradisional Tiongkok yang bersejarah lama mempunyai dua sumber penting sebagai asal usulnya yakni Konfusianisme yang diwakili Kong Hu Cu dan Taoisme yang diwakili oleh Lao Zi. Kong Hu Cu ( tahun 551-479 sebelum masehi) adalah akhli fikir, politikus dan akhli pendidik yang besar di masa akhir Chunqiu ( tahun 770-476 sebelum masehi ), dan pendiri Konfusianisme. Konon, Kong Hu Cu mempunyai 3.000 murid, dan yang terkenal lebih 70 orang. Kongfusianisme tertuang isinya dalam karya-karya klasik Konfusianis peninggalan murid-murid Kong Hu Cu dan murid-murid mereka antara lain Analekta Kong Hu Cu, Doktrin Sedang, Pengetahuana Besar dan Meng Ce. Kong Hu Cu dan penerus utamanya Meng Ce melakukan kegiatan terutama di sekitar Kabupaten Zhouxian Qifu Provinsi Shandong. Konfusianisme yang mereka dirikan setelah disunting oleh para ilmuwan dan dianjurkan oleh penguasa dari zaman ke zaman telah menjadi aliran utama kebudayaan tradisional Tiongkok dan memberikan pengaruh yang dalam dan menjangkau jauh kepada kebudayaan Tiongkok bahkan seluruh kebudayaan Timur. Oleh karena itu, Kong Hu Cu juga dinilai sebagai salah seorang dari sepuluh ahli fikir terbesar dunia zaman kuno. Lao Zi juga seorang ahli fikir pada zaman Chunqiu dan pendiri Taoisme. Lao Zi pernah menjadi pejabat Dinasti Zhou yang mengurus perpustakaan tapi kemudian mengundurkan diri dari dunia politik. Mula-mula Lao Zi melakukan kegiatan keilmuan terutama di Luoyang ibukota Dinasti Zhou dengan meninggalkan dokumen filsafat penting Kitab Taoisme. Kong Hu Cu dan Lao Zi dilahirkan di bumi Tiongkok Utara , Konfusianisme dan Taoisme, dua macam doktrin yang mereka ciptakan dan wakili telah memberikan pengaruhnya kepada kebudayaan Tiongkok selama lebih 2.000 tahun dan sampai sekarang masih mempunyai arti realis tertentu. Di Kota Qubu Provinsi Shangdong kini masih terdapat kuil-kuil untuk menyembahyangi Kong Hu Cu dari zaman ke zaman, makam anak cucu Kong Hu Cu dan Rumah Kong Hu Cu yang dibangun anak cucu Kong Hu Cu dari zaman ke zaman. Sedang Kuil Meng Ce, Rumah Meng Ce dan Makam Keluarga Meng Ce yang terletak di bagian selatan kota Kabupaten Zhouxian meskipun tidak sebesar ketiga bangunan Kong Hu Cu, namun bentuk dan tata ruangnya sama. Kedua patilasan sejarah itu selalu mendapat perhatian sangat besar para penguasa dan kaum cendekia dari zaman ke zaman dan dianggap sebagai tempat lahir Konfusianisme dan kebudayaan Tiongkok. Kedua tempat tersebut pernah dipugar berkali-kali dan meninggalkan banyak budaya sejarah yang sangat berharga. Tidak jauh di sebelah utara tempat peninggalan Kong Hu Cu dan Meng Ce itu terdapat Gunung Taishan yang menjulang tinggi di Dataran Tiongkok Utara. Orang pada jaman kuno mengatakan, Dunia tampak kecil dengan mendaki puncak Gunung Taishan. Gungung Taishan pada jaman kono dihormati sebagai gunung nomor satu dari lima gunung terkenal di Tiongkok ( empat gunung lainnya ialah Gunung Huashan di Tiongkok barat, Gunung Hengshan di Tiongkok utara, Gunung Hengshan di Tiongkok selatan dan Gunung Songshan di Tiongkok tengah). Puncak Yuhuangding dari Gunung Taishan yang tingginya 1.545 meter menjulang tinggi dan megah. Kuil Daimiao di kaki Gunung Taishan merupakan salah satu bangunan kuno terbesar di Tiongkok, di mana tersimpan batu-batu prasasti dengan ukiran huruf yang terkenal di Tiongkok. Di kedua sisi jalan pendakian dari kaki ke puncak Gunung Taishan terdapat banyak ukiran di tebing gunung yang memiliki nilai benda budaya penting. Dataran Tinggi Tanah Kuning Dilihat dari topografinya, Daerah Tiongkok Utara terutama terdiri dari Dataran Tiongkok Utara dan Dataran Tinggi Tanah Kuning. Dataran Tinggi Tanah Kuning terletak di bagian barat dan Dataran Tiongkok Utara terletak di bagian timur, terpisah oleh Pegunungan Taihang dan pegunungan-pegunungan lainnya, masing-masing tergolong anak tangga kedua dan pertama dari tiga anak tangga topografi Tiongkok. Tanah kuning dan materi lain yang tertimbun di Dataran Tinggi Tanah Kuning telah menyediakan bahan yang melimpah kepada pembentukan Dataran Tiongkok Utara, sedang sungai-sungai besar dan kecil antara lain Sungai Kuning merupakan ban jalar yang mengangkut bahan-bahan tersebut. Boleh dikatakan, tanpa Dataran Tinggi Tanah Kuning, tidak akan ada Dataran Tiongkok Utara sekarang ini. Dataran Tinggi Tanah Kuning tak ada duanya di dunia, luas dataran itu 300.000 kilometer persegi lebih, tanah kuningnya tebal, ada yang mencapai 100 sampai 200 meter. Tanah dataran tersebut berwarna kuning dan gembur dan memiliki topografi yang unik melalui erosi angin dan hujan dalam waktu panjang. Terdapat banyak teori tentang terjadinya tanah kuning dan yang lebih populer menyatakan bahwa pada zaman geologi dahulu kala, angin barat yang bertiup terus menerus dari gurun Asia Tengah membawa tanah pasir dan tertimbun di sini. Sudah tentu, terbentuknya Dataran Tinggi Tanah Kuning memerlukan waktu sangat panjang. Menurut perkiraan para ilmuwan, sedikitnya memakan waktu ratusan ribu tahun. Lingkungan primitif di Dataran Tinggi Tanah Kuning adalah hutan dan padang rumput. Rumput tumbuh subur di dataran tinggi, sedang hutan tumbuh di tanah yang rendah. Tapi padang rumput primitif menjadi rusak dan hutan menjadi lenyap akibat kegiatan manusia seperti penggembalaan, reklamasi dan lain-lain selama ribuan tahun. Akibat kikisan angin dan hujan, terjadi alur kikisan besar dan kecil yang sangat rapat dalam jumlah tak terbilang banyaknya di dataran tinggi tersebut. Dilihat dari pesawat terbang, alur-alur kikisan di Dataran Tinggi Tanah Kuning tak ubahnya seperti ranting-ranting malang melintang dalam jumlah sangat besar yang terukir di bumi raya membentuk suatu gambar yang ajaib. Tanah kuning yang banyak mengandung kalsium karbonat sangat keras ketika kering, tapi segera lembek dan menjadi lumpur begitu tersiram hujan dan mengalir mengikuti air hujan. Inilah sebab pokok Dataran Tinggi Tanah Kuning merupakan daerah yang paling parah mengalami erosi di Tiongkok. Lumpur dalam jumlah besar akibat erosi menyebabkan Sungai Kuning yang mengalir melalui daerah tersebut menjadi sungai yang paling tinggi kandungan pasirnya di dunia. Pasir yang diangkut Sungai Kuning ke hilir setiap tahun mencapai lebih 1,6 milyar ton. Di Dataran Tinggi Tanah Kuning terdapat banyak sungi, selain Sungai Kuning terdapat pula anak sungainya: Weihe, Jinghe, Fenhe, Shushui dan Yanhe. Daerah lembah sungai-sungai itu, antara lain lembah Sungai Fenhe dan Lembah Sungai Weihe, memiliki syarat irigasi yang baik dan banyak menghasilakan gandum dan kapas, merupakan daerah yang paling subur di Dataran Tinggi Tanah Kuning. Pembenahan dan Pemanfaatan Sungai Kuning Sungai Kuning adalah sungai terbesar kedua di Tiongkok, mata airnya terletak di tanah cekung Guzhonglie sebelah utara Gunung Bayanhar Provinsi Qinghai, mengalir melintasi provinsi, kota dan daerah otonom Qinghai, Sichuan, Chongqing, Gansu, Ningxia, Mongolia Dalam, Shanxi, Shaanxi, Henan dan Shandong, dan bermuara di Laut Bohai di Kabupaten Kenli Provinsi Shandong, panjang seluruhnya 5.460 kilometer, sepanjang alirannya menampung air sungai Huangshui, Yaohe, Jinghe, Weihe, Luohe, Fenhe dan Qinhe yang merupakan anak sungainya. Daerah Aliran Sungai Kuning seluas 752.400 kilometer persegi, debit tahunan tercatat 48.000.000.000 meter kubik. Daerah yang dilalui Sungai Kuning memiliki tanah subur yang luas, lapangan penggembalaan alam yang subur, hasil bumi yang kaya, pemandangan alam yang indah dan cadangan mineral yang melimpah. Daerah Aliran Sungai Kuning dan daerah sepanjang sungai di hilir yang ada kaitannya dengan sungai tersebut memiliki tanah garapan seluas 20.000.000 hektar dan penduduk 110.000.000 . Sungai Kuning terbagi menjadi sektor-sektor hulu, tengah dan hilir. Antara Heyuan dan Tokto di Mongolia Dalam adalah sektor hulu, antara Tokto dan Mengjin di Henan adalah sektor tengah, dan antara Mengjin ke muara adalah sektor hilir. Sektor hulu Sungai Kuning mengalir di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, debit air stabil dan kandungan pasirnya relatif kurang. Sektor tengah Sungai Kuning melintasi Dataran Tanah Kuning, sejumlah besar tanah kuning masuk ke sungai itu sehingga kandungan pasirnya bertambah secara drastis dan menjadi sungai warna kuning. Sungai Kuning adalah sungai yang paling aneh di dunia karena kandungan pasirnya mencapai 37,6 kg permeter kubik. Setelah memauki Dataran Tiongkok Utara, aliran Sungai Kuning menjadi lamban dan lumpur yang terbawa segera mengendap sehingga palung sungai terus meninggi. Pengendapan lumpur dari tahun ke tahun menyebabkan sektor hilir Sungai Kuning menjadi sungai tergantung yang jarang dijumpai di bagian dunia yang lain. Menurut hasil survei, palung Sungai Kuning di sektor hilir rata-rata setiap tahun meninggi 10 cm. Begitu palung sungai meninggi sampai melebihi permukaan tanah di kedua sisinya, banjir dan ganti alur tak dapat dihindari. Menurut catatan sejarah, selama lebih 2.500 tahun yang lalu, Sungai Kuning 1.500 kali membobol tanggul dan 26 kali berganti alur dengan mempengaruhi kota Tianjin di Tiongkok utara samapai Sungai Huaihe di selatan. Boleh dikata, di seluruh Dataran Tiongkok Utara dapat ditemukan bekas pergantian alur Sungai Kuning. Banjir dan ganti alur Sungai Kuning yang sering terjadi telah membawa malapetaka yang hebat kepada penduduk di sektor hilir. Maka, Sungai Kuning disebut pula derita Tiongkok. Tetapi Sungai Kuning adalah juga sebuah sungai agung. Air Sungai Kuning telah menghidupi penduduk di sekitarnya dan menciptakan Peradaban Sungai Kuning --salah satu peradaban yang paling tua di dunia. Budaya Sungai Kuning dapat berlangsung turun temurun selama ribuan tahun tak terpisahkan dari jasa besar sungai tersebut . Sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, Sungai Kuning memasuki masa sejarah serba baru. Kestabilan negara dan perkembangan ekonomi telah menyediakan syarat penting bagi penjinakan Sungai Kuning dan penanggulangan banjir sungai tersebut. Untuk menjinakkan lebih lanjut Suang Kuning, pada tahun 1994 mulai dibangun waduk besar berkapasitas lebih dari 5 milyar kubik di Xiaolangdi Provinsi Henan sebelum Suangai Kuning memasuki dataran Tiongkok Utara. Setelah selesai dibangun, Waduk Xiaolangdi dimanfaatkan bersama dengan Waduk Sanmenxia untuk meningkatkan kemampuan pencegah banjir di daerah bagian tengah dan hilir Sungai Kuning dari 60 tahunan menjadi seribu tahunan, sehingga memberi kesempatan bagi pembenahan alur sungai di bagian hilir dan menciptakan syarat bagi konservasi air dan tanah di Dataran Tinggi Tanah Kuning. Basis Energi Terbesar di Tiongkok Daerah Tiongkok utara merupakan basis energi terbesar di Tiongkok, kaya akan cadangan batu bara, minyak bumi dan gas alam. Dataran Tinggi Tanah Kuning banyak menghasilkan batu bara. Di hampir semua kabupaten di Provinsi Shanxi terdapat deposit batu bara, begitu pula di Provinsi Shaanxi, deposit batu baranya bersambungan dengan ladang-ladang batu bara Junggar dan Dongsheng di Mongolia Dalam di sebelah utara, merupakan basis energi Tiongkok di abad ke-21. Batu bara di Provinsi Shanxi terjadi pada masa paleozoikum dan awal mesozoikum seratus juta sampai dua ratus juta tahun yang silam. Lapisan tanah yang mengandung batu bara di provinsi itu luasnya 60.000 kilometer persegi, sepertiga areal seluruh provinsi, terutama terpusat di ladang-ladang batu bara Datong, Ningwu, Xishan, Huoxian, Qinshui dan Hedong. Deposit batu bara yang sudah diketahui 200 milyar ton lebih, menempati sepertiga deposit seluruh negeri. Batu bara di Provinsi Shanxi lengkap jenisnya, unggul kualitasnya, kadar debu, belerang dan fosfornya rendah dan nilai kalornya tinggi, ditambah struktur geologi ladang batu baru di sana sederhana, lapisan batu bara stabil dan dekat dari permukaan tanah, maka sangat mudah dieksploitasi. Melalui pembangunan selama bertahun-tahun, provinsi Shanxi sudah menjadi basis suplai batu bara yang terbesar di Tiongkok dengan menghasilkan lebih 200 juta ton batu bara setiap tahun, sekitar 20% produksi seluruh negeri. Datong yang terletak di bagian utara provinsi itu merupakan pertambangan batu bara terbesar di Tiongkok, juga tergolong salah satu dari beberapa pertambangan batu bara yang besar di dunia. Tambang batu bara Datong terutama menghasilkan batu bara untuk tenaga penggerak, bara apinya kuat, debu dan ampasnya sedikit, mempunyai reputasi yang tinggi di Tiongkok maupun dunia. Pertambangan batu bara Yangquan terutama menghasilkan batu bara antrasit yang bermutu unggul, merupakan pertambangan antrasit yang terbesar di Tiongkok. Batu bara yang dihasilkan propinsi Shanxi tidak saja dikirim ke berbagai tempat seluruh negeri, juga diekspor dalam jumlah besar. Batu bara di Propinsi Shaanxi terutama dihasilkan di daerah sekitar Tongchuan. Dalam waktu belasan tahun ini, telah ditemukan ladang batu bara dan gas alam yang lebih luas di bagian utara provinsi itu yakni ladang batu bara Shenmu-Fugu dan ladang gas alam Yan'an, cadangan batu baranya melampaui total cadangan batu bara yang sudah diketahui di Propinsi Shaanxi. Apabila dihitung bersama dengan ladang batu bara di Mongolia Dalam yang terletak di sebelah utaranya, maka tergolong sebuah ladang batu bara berkaliber dunia. Eksploitasi di ladang batu bara Shenmu-Fugu akan memainkan peranan kunci bagi suplai energi Tiongkok pada abad 21. Untuk mengangkut batu bara dari provinsi Shanxi, pemerintah selama tahun-tahun belakangan ini Tiongkok telah membangun jalan raya dan jalan kereta api dari Shanxi ke propinsi-propinsi lainnya. Selama 30 tahun lebih ini, telah dibangun jalan-jalan arteri Beijing-Yuanping, Taiyuan-Jiaozuo dll, selain jalan-jalan kereta api Beijing-Baotou dan Taiyuan-Shijiazhuang yang sudah ada. Di antaranya jalan kereta api listrik rel berat antara Datong dan Qinhuangdao berkapasitas seratus juta ton per tahun. Setelah dermaga batu bara modern Qinhuangdao yang melengkapi jalan kereta api Datong-Qinhuangdao selesai dibangun, batu bara akan dapat dikapalkan dari Qinhuangdao ke berbagai provinsi sepanjang pantai di Tiongkok selatan, dan sebagian diekspor. Bersamaan dengan itu, telah dibangun pula sejumlah pusat listrik di mulut tambang di tempat-tempat penghasil batu bara, dengan demikian , tenaga listrik langsung disalurkan ke daerah-daerah pemakai listrik di kota-kota Beijing dan Tianjin melalui kabel tegangan tinggi. Dataran Tiongkok Utara memiliki sumber batu bara dan minyak bumi yang kaya. Ladang minyak Shengli di delta Sungai Kuning, ladang minyak Dongpu yang terletak di perbatasan Provinsi-provinsi Shandong dan Hebei serta ladang minyak Renqiu di bagian tengah Provinsi Hebei merupakan ladang-ladang minyak yang penting di Tiongkok. Daerah Bagian Tengah dan Hilir Sungai Yangzi Ditinjau dari letak geografisnya, Provinsi-provinsi Jiangsu, Zhejiang, Anhui, Jiangxi, Hunan, Hubei dan kota Shanghai kurang lebih sama dengan daerah bagian tengah dan hilir Suangai Yangzi, pemandangan alamnya, pemanfaatan tanahnya serta adat dan kebiasaan hidup penduduknya jauh berbeda dengan daerah Tiongkok timur laut dan utara. Pemandangan Kampung Sungai dan Danau Di belahan timur Tiongkok terdapat sebuah garis geografis yang dinamakan garis Qinling-Huaihe. Di sebelah selatan garis tersebut, curah hujan setiap tahun di atas 800 mm, dan suhu udara juga lebih tinggi daripada daerah Tiongkok utara, air sungai tidak membeku pada musim dingin. Bila Anda menumpang kereta api dari Beijing ke arah selatan menuju kota Shanghai, setelah melintasi Sungai Huaihe, Anda akan menyaksikan sawah yang semakin banyak dan dimana-mana adalah sungai dan danau yang lebar. Lima danau air tawar terbesar di Tiongkok yakni Danau-danau Poyang, Dongting, Taihu, Hongze dan Chaohu tersebar di daerah tersebut. Di sekitar danau-danau air tawar itu adalah dataran tepi danau yang subur dan rendah letaknya, tidak sampai 50 meter dari permukaan laut. Penduduk di dataran itu padat, kondisi irigasi unggul dan tingkat pemanfaatan tanahnya lebih tinggi, merupakan lumbung pangan penting di Tiongkok selatan. Di antaranya, daerah sekitar Delta Sungai Yangze dan dataran Danau Taihu memiliki ciri kampung halaman sungai dan danau yang paling menonjol. Di sini topografi datar, jaringan sungai simpang siur, danau tersebar di sana sini, di mana-mana terlihat sawah, tambak ikan, kebun murbei, hutan bambu dan rumah petani, kesemua itu membentuk lukisan pemandangan lumbung pangan yang subur. Penduduk di daerah tersebut tak terpisahkan dari air. Penduduk setempat membangun proyek irigasi, menanam padi dan berbudidaya teratai, ikan dan udang di danau. Jaringan sungai yang simpang siur merupakan jalur lalu lintas penting bagi penduduk setempat untuk mengangkut bahan pangan, minyak goreng, kapas dan kepompong sutra yang dihasilkan sendiri untuk dijual ke pasar, dan membeli barang-barang keperluan sehari-hari. Sumber daya air yang kaya telah memperindah lingkungan kota di sebelah selatan Sungai Yangzi. Sejak dahulu kala ada pepatah yang mengatakan: surga di langit, Suzhou dan Hangzhou di bumi, melukiskan keindahan kota Suzhou di Provinsi Jiangsu dan kota Hangzhou di Provinsi Zhejiang seperti surga di langit. Pada hal di daerah bagian selatan Suangai Yangzi masih banyak kota yang memiliki pemandangan sungai dan danau selain Suzhou dan Hangzhou, antara lain kota Yangzhou di Provinsi Jiangsu dan kota Shaoxing di Provinsi Zhejiang. Kota Suzhou yang beusia 2.500 tahun, sejarahnya dapat ditelusuri sampai Negara Wu zaman Chunqiu (770-476 SM). Tata ruang kota Suzhou mempunyai ciri yang khas, di belakang rumah penduduk adalah sungai, jalan dan sungai beriringan sejajar, jembatan bersambung dengan jalan, penduduk dengan mudah dapat mengambil air di sungai dari pintu belakang rumah; sayur mayur, bahan pangan dan lain-lain di luar kota diangkut ke rumah-rumah penduduk melalui jaringan sungai yang seperti jaring labah-labah. Kota Suzhou terkenal dengan banyaknya sungai dan jembatan, konon ada ratusan jembatan yang bentuknya beraneka ragam di kota itu, maka Suzhou mendapat julukan sebagai Wenesia di Timur. Pertamanan di kota Suzhou merupakan sekuntum bunga yang indah dalam arsitektur Tiongkok. Konsep bangunannya yalah mencontoh alam, membuat bukit, menggali kolam, dilengkapi dengan punjung, paviliun, rumah loteng serta bangunan-bangunan artifisial dan berbagai jenis bunga dan pohon, membentuk pemandangan yang indah. Keindahan panorama hutan dan gunung dapat dinikmati tanpa harus keluar dari kota. Keindahan Hangzhou ada di Danau Xihu ( Danau Barat). Pujangga besar Tiongkok pada Dinasti Song (1037-1101), Su Dongbo membuat syair untuk melukiskan keindahan danau itu Air danau beriak berkilauan di hari cerah cuaca, gunung di kejauhan remang dalam kabut dan lebih menarik di kala hujan. Danau Barat bak Si Cantik Xi Shi, selalu anggun dan menawan bersolek atau tidak. Danau Xihu yang luas berada dalam pelukan gunung, cuaca dan pemandangan pancaroba. Suzhou dan Hangzhou adalah kota wisata yang tersohor di Tiongkok. Ada pepatah kuno di Tiongkok yang mengatakan: orang yang murah hati menyenangi gunung, orang yang arif menyukai air. Lingkungan daerah suangai dan danau yang subur di sebelah selatan Suangai Yangzi telah menempa kecakapan dan kecerdasan penduduk setempat. Sejak dahulu kala, daerah sebelah selatan Suangai Yangzi telah dilahirkan banyak kaum cendekia. Sejumlah sastrawan terkenal dalam sejarah modern Tiongkok seperti Lu Xun, Mao Dun, Yu Dafu, Ye Shengtao dan lain-lain justru dilahirkan di Provinsi-provinsi Jiangsu dan Zhejiang. Hasil Bumi Yang Kaya Daerah sekitar bagian tengah dan hilir Suangai Yangzi adalah daerah pertanian yang penting di Tiongkok. Dataran-dataran Jianghan, Danau Doting, Poyang, Danau Taihu dan Delta Suangai Yangzi merupakan lumbung ikan dan beras yang penting di Tiongkok. Tanah di sini subur, curah hujan cukup, syarat pengairan baik dan masa pertumbuhan tanaman agak panjang, dapat panen dua kali setahun, yakni setelah panen tanaman musim semi seperti kacang-kacangan dan sayuran atau gandum, dapat tanam lagi padi; di sementara daerah bahkan dapat tanam dua kali padi setahun, hasil produksi perunit jauh lebih tinggi daripada produksi di Tiongkok timur laut dan utara. Selain padi, ditanam pula gandum, sawi kembang dan kapas. Di antaranya, produksi padi dan biji sawi kembang adalah yang tertinggi di Tiongkok. Daerah bagian tengah dan hilir Suangai Yangzi merupakan daerah penghasil ikan air tawar yang terbesar di Tiongkok. Peternakan ikan air tawar sangat umum di daerah ini. Jenis ikan yang diternakkan antara lain ikan mas (Cyprinus carpio), ikan karper hitam (Mylopharyngodon piceus), Aristichthys nobilis dan ikan karper putih (Hypophthalmichtys molitrix) yang disebut sebagai 4 jenis ikan santapan , sedangkan ikan Wuchang (Megalobrama amblycephala), ikan putih atau selangid (Salanx cuvieri), ikan Mandarin (Siniperca chuatsi) termasuk jenis ikan istimewa. Selain itu terdapat pula kepiting sungai dan udang. Tanaman air antara lain umbi teratai, lengkak (Trapabispisona), Euryale ferox, keladi air (Sagittaria sagittifolia), tike (Eleocharis dulcis) dan lainnya sebagainya. Dataran Danau Taihu adalah basis pembudidayaan ulat sutra dan pohon kertau yang penting di Tiongkok dan sudah bersejarah lama. Sejak dulu penduduk setempat mempunyai kebiasaan menanam pohon kertau dan memelihara ulat sutra, dan sangat berpengalaman di bidang ini. Pemerintah telah mendirikan lembaga riset budidaya ulat sutra dan pohon kertau dengan menganjurkan cara budidaya yang ilmiah dan pempopuleran bibit ulat yang unggul, kepompong yang dihasilkan kualitasnya baik dan produksinya tinggi. Industri penggulungan benang sutra dan tekstil sutra di kota-kota sekitar Danau Taihu sangat maju. Kota Suzhou di Provinsi Jiangsu, kota Huzhou dan kota Hangzhou di Provinsi Zhejiang adalah pusat industri tekstil sutra yang terkenal. Sulaman tangan Suzhou dan tenunan sutra bersulam Hangzhou sangat tinggi tekniknya dan digemari masyarakat luas manca negara. Di kedua tepi Sungai Yangzi terdapat daerah perbukitan yang banyak menghasilkan buah-buahan sub-tropis dan tanaman industri lainnya. Jeruk dan teh adalah hasil khas setempat. Tiongkok adalah kampung halaman teh dan benang sutra. Melalui kulturasi selama bertahun-tahun, jenis pohon teh di Tiongkok banyak sekali, ditambah teknik pengolahannya di berbagai tempat beraneka ragam, maka jenis teh di Tiongkok tak terbilang banyaknya. Tanah daerah perbukitan di sebelah selatan Suangai Yangzi kebanyakan tergolong tanah merah asam, ditambah cuaca hangat, curah hujan cukup dan kelembaban udara tinggi, sangat cocok bagi pertumbuhan pohon teh. Teh yang dihasilkan bermutu tinggi dan produksinya menempati urutan pertama di seluruh negeri. Misalnya teh Longjing dari dekat Danau Xihu Hangzhou, teh Biluochun dari gunung sekitar Danau Taihu dan Danau Dongting, teh Junshan Yinzhen dari sekitar Danau Dongting dan teh merah Qihong dari sekitar Gunung Huangshan propinsi Anhui semuanya merupakan teh terkenal di Tiongkok. Dalam sejarah daerah aliran bagian tengah dan hilir Sungai Yangze selalu merupakan daerah penting penghasil barang-barang porselin dan tembikar Tiongkok. Diantaranya teknologi pembuatan barang-barang porselin dan tembikar Jingdezhen Propinsi Jiangxi sangat tinggi , dan mutunya sangat unggul, putih bersih dan sangat halus, sehingga Jingdezhen dijuluki sebagai Kota Porselin dan Tembikar Tiongkok. *Jalur Air Emas Di bagian tengah dan hilir Sungai Yangze terdapat sebuah jalur air buatan yang penting dan bersejarah lama, yakni Terusan Besar Jinghang. Terusan tersebut berawal dari Beijing di utara dan berakhir di Hangzhou di selatan, dengan melintasi propinsi Hebei, kota Tianjing , propinsi Shandong, Jiangxu dan Zhijiang serta ke-5 sungai besar Tiongkok yaitu Sungai Haihe, Sungai Kuning, Sungai Huaihe, Sungai Yangze dan Sungai Qiantang. Terusan tersebut panjang seluruhnya 1700 kilometer, merupakan sebuah jalur air emas yang menghubungkan Tiongkok selatan dan utara dalam sejarah. Kini walaupun sektor di utara Sungai Kuning dari Terusan tersebut sudah lama terlantar, namun lin pelayaran terusan itu dari Shandong sampai ke Zhijiang dengan melintasi Jiangxi masih tetap berperanan penting dalam transportasi. Terusan Besar itu setelah dibenahi tetap merupakan jalur perhubungan penting di daerahnya, juga merupakan jalur perhubungan penting untuk pengangkutan batubaru ke Tiongkok selatan dari Tiongkok utara serta pengiriman bahan pangan ke Tiongkok utara dari Tiongkok selatan. Tapi bagi Tiongkok sekarang, yang benar-benar dapat disebut sebagai jalur air emas adalah Sungai Yangze. Sungai Yangze adalah sungai terbesar di Tiongkok, ia bermata air dari gletser gunung salju pegunungan Tanggula Propinsi Qinghai Tiongkok. Bagian hulu sungai itu disebut Sungai Tuotuo, selanjutnya Sungai Tiantong, dan seterusnya lagi Sungai Jinsha, mulai dari Yibing baru disebut Sungai Yangze. Sungai Yangze panjang seluruhnya 6300 kilometer, adalah sungai besar ke-3 dunia dan nomor satu di Asia. Dari mata airnya sampai Yichang Propinsi Hubei sepanjang 4529 kilometer adalah bagian hulu sungai tersebut, dari Yichang sampai Hukou Propinsi Jiangxi sepanjang 931 kilometer adalah bagian tengah sungai itu, dan dari Hukou sampai ke muara sepanjang 840 adalah bagian hilir sungai Yangze. Luas daerah aliran sungai tersebut 1 juta 800 ribu kilometer persegi, merupakan seper-5 ke atas dari luas daratan Tiongkok. Daerah aliran Sungai Yangse kaya dengan curahan hujan , volume airnya melimpah dan terdapat banyak anak sungai. Setiap tahunnya Sungai Yangze menyalurkan air ke laut sekitar 1 triliun meter kubik, debit air sungai tersebut merupakan 17,5 kali lipatnya debit air Sungai Kuning, dan merupakan seper-3 ke atas debit total sungai di seluruh Tiongkok. Anak sungai kelas A yang mengalir masuk induk sungai sekitar 700 buah, dan 10 buah di antaranya debitnya melampaui 1000 meter kubik. Sungai Yangze adalah urat nadi penting perhubungan Tiongkok. Bila panjang semua sungai untuk pelayaran di seluruh Tiongkok terkecuali Sungai Yangze dijumlahkan, masih belum separonya panjang total jalur pelayaran jaringan Sungai Yangze. Misalnya dari muara sampai Yibing di bagian hulu dapat untuk pelayaran kapal sepanjang tahun. Di antaranya dari Nanjing ke muara dapat untuk pelayaran kapal laut bertonase 25000 ton, dan dari Wuhan sampai Nanjing dapat untuk belayar kapal laut atau kapal sungai bertonase 5000 ton, sedang dari Yichang sampai Wuhan dapat untuk pelayaran kapal sungai bertonase 3000 ton dan dari Chongqing sampai Yichang untuk kapal bertonase 1500 ton. Anak-anak sungai penting dari Sungai Yangze seperti Sungai Hanjiang, Sungai Xiangjiang, Sungai Ganjiang, Sungai Jialing, Sungai Minjiang, Sungai Fujiang dan Sungai Wujiang semuanya adalah jalur air penting di Tiongkok. Daya transportasi Sungai Yangze yang amat besar itu terus menerus mendorong perkembangan ekonomi berbagai tempat di sepanjang sungai tersebut. Sungai Yangze disamping mendatangkan manfaat juga musibah kepada rakyat disepanjang daerah aliran sungai tersebut. Daerah aliran sungai Yangze merupakan daerah yang sering dilanda banjir serius di Tiongkok, lebih-lebih daerah aliran bagian tengah dan hilir sungai itu. Sejak abad ini, Sungai Yangze sudah 4 kali menimbulkan banjir besar, ratusan ribu jiwa hanyut tertelan banjir, dan kerugian ekonomi yang diakibatkannya lebih tak terhitungkan lagi. Oleh karena itu, pencegahan banjir di bagian tengah dan hilir sungai Yangze menjadi suatu masalah penting dalam pekerjaan pengairan di Tiongkok. Di lain pihak, pengembangan dan pemanfaatan energi air Sungai Yangze masih jauh dari cukup . Volume pendaman tenaga air Sungai Yangze mencapai 268 juta kilo watt, energi air yang dapat dieksploitasi sebagai 200 juta kilo watt, merupakan seper-2 volume total sumber daya tenaga air seluruh Tiongkok , dan nomor satu di dunia. Sedangkan kini yang sudah dieksploitasi tidak sampai seper-10nya, di induk sungai tersebut kini hanya dibangun satu bendungan, yaitu bendungan Gezhouba dengan daya terpasang 2 juta 715 ribu kilo watt. Di sektor Tiga Ngarai bagian hulu Sungai Yangze sepanjang 200 kilo meter terdapat beda muka air sekitar 200 meter, ditambah volume air sungai itu melimpah, volume pendaman energi listriknya sangat besar, dan syarat untuk pembangunan proyek relatif baik, kesemuanya itu memungkinkan sektor Tiga Ngarai Sungai Yangze menjadi sektor sungai terbaik untuk pembangunan pusat listrik tenaga air ukuran besar. Proyek Pengairan Tiga Ngarai terdiri atas bendungan besar, pusat listrik tenaga air dan bangunan untuk pelayaran.Bendungan besar setinggi 185 meter itu membentuk waduk raksasa dengan kapasistas penampungan air sekitar 40 milyar meter kubik, dan dapat dengan sangat efektif mengontrol air bah di bagian tengah dan hilir Sungai Yangze. Di pusat listrik Tiga Ngarai seluruhnya dipasang 26 buah generator dengan kapasistas total 18,2 juta kilo watt, volume pembangkitan listriknya mencapai 84,7 milyar kilo watt/jam pertahunnya, merupakan seper-9nya daya terpasang total di seluruh Tiongkok sekarang ini, tenaga listriknya selain disalurkan ke Kota Chongqing, Propinsi Sichuan dan daerah bagian tengah Tiongkok, juga dapat disalurkan ke Tiongkok utara dan Tiongkok timur, sehingga miliki hasil guna ekonomi yang amat besar .Dibangunnya Proyek Tiga Ngarai, akan secara fundamental memperbaiki jalur pelayaran sungai, sangat menekan ongkos pengangkutan dan meningkatkan daya pelayaran sungai tersebut. Proyek Tiga Ngarai Sungai Yangze merupakan sautu proyek pengairan dan hidroelektrik raksasa yang sangat besar hasil-guna pemanfaatan terpadunya dengan meliputi pencegahan banjir, pembangkitan listrik, transportasi pelayaran dan pelestarian lingkungan.Pembangunan Proyek Tiga Ngarai resmi dimulai pada Desember tahun 1994. Pada November tahun 1997, proyek tahap pertama telah berakhir dengan selesai dibangunnya bendungan besar Tiga Ngarai. Menurut rencana , seluruh proyek Tiga Ngarai akan selesai dibangun pada tahun 2009. Daerah aliran Sungai Yangze yang sangat luas itu mempunyai kedudukan penting dalam ekonomi Tiongkok. Seper-3 penduduk dan seper-4 tanah garapan di seluruh Tiongkok berada di daerah tersebut. 40% bahan pangan , seper-3 kapas serta sejumlah besar biji rapa, kepopong sutra, rami, teh dan tembakau dihasilkan daerah itu. Di daerah pegunungan aliran sungai Yangze menghampar hutan lebat, dan sumber daya hutannya merupakan nomor 2 setelah Tiongkok timur-laut. Hutan pohon teh-minyak dan pohon tung yang tinggi nilai ekonominya lebih-lebih terkenal lagi di seluruh Tiongkok. Dataran di daerah aliran sungai tersebut juga merupakan daerah penghasil beras dan ikan yang terkenal di Tiongkok, penghasilan ikan tawarnya merupakan seper-2 penghasilan seluruh negeri, dan produksi berasnya juga menempati urutan pertama di Tiongkok. Sumber daya bawah tanah daerah aliran Sungai Yangze kaya-raya, di antaranya deposito logam bukan besi wolfram dan antimony menempati urutan pertama di dunia, sedang deposito besi, manganese, tembaga , batubara, minyak bumi dan garam sumurnya juga menempati kedudukan penting di Tiongkok. Kota yang berpenduduk 1 juta jiwa ke atas di sepanjang tepi Sungai Yangze seperti Chongqing, Wuhan, Nanjing dan Shanghai beserta sejumlah kota sedang dan kecil lainnya telah menciptakan sekitar 40% GNP Tiongkok. Menurut program pembangunan negara, daerah aliran Sungai Yangze sama halnya dengan daerah pesisir, merupakan daerah yang menjadi titikberat pembangunan negara dalam masa dekat ini. Kini banyak pelabuhan di sepanjang sungai sudah terbuka terhadap dunia luar , dengan berandal pada hasil bumi yang melimpah-ruah dan syarat perhubungan yang unggul , banyak kota di sepanjang tepi sungai Yangze telah menunjukkan momentum perkembangan yang kuat, lebih-lebih dengan dibangunan Pudong Shanghai dan proyek Tiga Ngarai , telah mendatangkan daya hidup baru bagi perkembangan daerah aliran sungai tersebut. *Gunung-gunung terkenal dengan panorama menakjubkan Di seberang selatan Sungai Yangze terdapat banyak gunung yang terkenal. Walaupun gunung-gunung itu tidak tinggi, namun pemandangannya sangat indah dan menakjubkan , sehingga memiliki daya pikat yang tersendiri bagi wisatawan domestik maupun manca negara. Gunung Huangshan yang terletak di wilayah propinsi Anhui tergolong gunung granit, puncak utamanya Lianhua dan Tiandu setinggi 1800 meter ke atas dari permukaan laut, merupakan gunung yang terkenal keindahannya di Tiongkok. Pohon tusam dan batu yang bentuk aneh-aneh beserta sumber air panas dan lautan meganya disebut sebagai 4 keunikan Gunung Huangshan. Ada sebuah pepatah kuno Tiongkok yang berbunyi: Tidak akan melihat gunung lagi setelah mendaki ke-5 gunung, Taishan , Huashan, Hengshan Hunan, Hengshan Shanxi dan Songshan. Dan tidak ingin menikmati ke-5 gunung itu lagi setelah kembali dari gunung Huangshan. Ini berarti keindahan panorama ke-5 gunung terkenal tadi tidak masuk bilangan jika dibandingkan dengan gunung Huangshan. Kini gunung Huangshan sudah dikonfirmasi UNESCO sebagai dwi warisan budaya dan alam dunia. Gunung Lushan yang berlokasi di wilayah Propinsi Jiangxi merupakan tempat peristirahatan penting di musim panas. Di sebelah utara gunung itu terlihat Sungai Yangze dan di sebelah timurnya terhampar Danau Boyang. Di gunung Lushan terdapat banyak air terjun. Setiap musim panas, udara di kota Jiujiang dan Wuhan sangat panas, tapi di gunung Lushan tetap sejuk bagaikan musim semi. Di Propinsi Zhejiang terdapat banyak gunung dan sungai yang terkenal di Tiongkok. Misalnya gunung Yendang yang merupakan bekas gunung berapi pada zaman kuno itu terkenal dengan puncak-puncak gunung dan air terjunnya yang banyak terdapat di sana. Di antaranya air terjun Dalongqiu mencapai ketinggian 190 meter, amat megah. Sungai Qiantang juga disebut sungai Fuchun, sejak dahulu kala merupakan tempat pemandangan yang terkenal. Kini di bagian hulu sungai tersebut yaitu di sungai Xinan terdapat sebuah pusat listrik tenaga air ukuran besar, dan di atasnya terdapat sebuah danau buatan seluas ratusan kilo meter persegi, puncak-puncak gunung yang tidak terlalu tinggi yang semula terdapat di daerah itu kini telah menjadi pulau-pulau kecil yang bertaburan di danau itu, dari kejauhan bagaikan butiran-butiran zamrud yang ditaburkan dari langit, indah dan mempersonakan. Daerah pemandangan Wulingyuan di daerah pegunungan bagian barat Propinsi Hunan, merupakan panorama topografi hutan perbukitan batu pasir yang jarang terdapat di dunia, keindahan bukit-bukitnya beserta keunikan lembah-lembahnya sangat memikat banyak pelancong untuk berkunjung ke sana. Sedang gunung Hengshan di Hunan merupakan puncak gunung yang paling terkenal di perbukitan seberang selatan Sungai Yangze. Ia menjulang tinggi di seberang barat Sungai Xiangjiang Hunan, dengan di selimuti hutan lebat. Di gunung itu terdapat banyak petilasan, di antaranya Kelenteng Nanyue merupakan kelenteng untuk bersembayang para kaisar dalam sejarah. Selain itu, Gunung Wudang di Propinsi Hubei dan Gunung Longhu di Propinsi Jiangxi merupakan gunung sakral Daoisme yang terkenal di Tiongkok. l Jalur Ekonomi Shanghai-Nanjing-Hangzhou Di Delta Sungai Yangze yang mencakup wilayah dari Nanjing di barat, Shanghai di timur dan Hangzhou di selatan, terdapat sejumlah kota menengah yang sangat dinamis seperti Wuxi, Zhenjiang, Changzhou, Suzhou, Kunshan dan Jiaxing. Sejak tahun 80-an sampai tahun 90-an , kota Nantong, Yangzhou, Yizhen dan Taizhou berkembang pesat , kota-kota tersebut bersama Shanghai, Nanjing dan Hangzhou membentuk zona ekonomi yang maju di Delta Sungai Yangze. Shanghai adalah kota industri dan perdagangan yang terbesar di Tiongkok, jenis industrinya lengkap dan sejarahnya pun cukup panjang, ia memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan ekonomi Tiongkok. Hangzhou tidak saja merupakan kota wisata yang tersohor di dunia, juga adalah pusat pertenunan sutera yang terbesar di Tiongkok. Industri kimia, radio dan otomotif Nanjing mempunyai kedudukan tertentu di Tiongkok. Industri ringan dan pertekstilan Wuxi dan Suzhou selalu sangat maju, dan selama 30 tahun ini telah berkembang menjadi kota baru industri multi jenis. Untuk mendorong perkembangan ekonomi daerah pesisir dan daerah sepanjang Sungai Yangze, pemerintah Tiongkok mendirikan sone pembangunan di Pudong Shanghai, dalam rangka mendorong perkembangan ekonomi Shanghai khususnya dan seluruh Tiongkok pada umumnya. Prospek zona ekonomi Shanghai- Nanjing-Hangzhou sangat cerah. Ibukota berbagai propinsi di sepanjang Sungai Yangze, seperti Kota Wuhan di Propinsi Hubei, Kota Nanchang di Propinsi Jiangxi, dan Kota Hefei di Propinsi Anhui semuanya memiliki industri dalam skala tertentu. Di antaranya, industri besi dan baja Kota Wuhan yang dikembangkan dengan memanfaatkan biji besi hasil setempat beserta industri otomotif Kota Shiyan di propinsi itu semuanya memiliki dudukan penting di seluruh negeri. 4. Daerah Tiongkok Barat-daya Daerah Tiongkok barat-daya meliputi 3 propinsi Shizhuan, Yunnan dan Guizhou serta kota setingkat propinsi Chongqing. Sebelah baratnya adalah Dataran Tinggi Qinghai Tibet yang dijuluki sebagai atap dunia, dan pegunungan tinggi di bagian timur dan utara telah memisahkannya dengan daerah bagian timur, dan karena itulah syarat alamnya berbeda nyata dengan daerah-daerah lain. Daerah Tiongkok barat-daya juga terbagi menjadi 2 bagian: Propinsi Shizhuan dan kota Chongqing merupakan suatu tanah mangkok yang sangat utuh dengan dikepung oleh gunung-gunung tinggi, dan membentuk satu unit geografis yang unik dari segi topografi . Propinsi Yunnan dan Guizhou terletak di dataran tinggi yang bersambungan , juga disebut sebagai Dataran Tinggi Yunnan- Guizhou. Karena letak topografi yang khusus itulah, membuat transportasi di daerah itu relatif terbelakang dan sulit dicapai. Setelah berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, syarat transportasi di daerah itu telah mengalami perbaikan besar, dan ekonominya pun mencapai perkembangan besar. Tapi transportasi tetap merupakan masalah utama yang mengekang perkembangan ekonomi daerah Tiongkok barat-daya. *Topografi Dan Transportasi Sulit dicapainya Tanah Mangkok Shizhuan sudah terkenal sejak dahulu kala. Propinsi Shizhuan dikelilingi seretetan pegunungan dan dataran tinggi. Di utaranya Gunung Qinling dan Gunung Daba, di timurnya Gunung Hengduan dan Dataran Tinggi Qianghai Tibet, sedang sebelah selatannya Gunung Dalou dan Dataran Tinggi Yunnan-Guizhou. Tinggi rata-rata pegunungan dan dataran tinggi itu antara 1000 sampai 2000 meter dari permukaan laut, sehingga menjadi penyekat yang memisahkan tanah mangkok tersebut dengan dunia luar. Sebelum tahun 50-an abad lalu, di Propinsi Shizhuan hanya terdapat sebuah jalan kereta-api pertambangan sepanjang 60 kilo meter, dan hanya terdapat beberapa jalan raya yang kelasnya sangat rendah dan jalur pelayaran Sungai Yangze yang sangat berbahaya yang dapat menghubungkan daerah itu dengan dunia luar. Keadaan transportasi di Dataran Tinggi Yunnan Guizhou pada masa lampau sangat terbelakang, selain sebuah jalan kereta-api rel sempit dari Kunming ibukota Propinsi Yunnan sampai ke Hanoi Vietnam, tidak terdapat sebuah pun jalan raya maupun jalan kereta-api yang dapat disebut modern. Untuk mencapai tempat lain dipedalaman dari Kunming, biasanya lewat Vietnam, dan kemudian dari Vietnam menumpang kapal menuju daerah lain di daratan Tiongkok, sangat tidak leluasa. Untuk mengatasi masalah transportasi di daerah Tiongkok barat-daya, sejak tahun 50-an abad lalu, negara telah mengalokasi dana dalam jumlah amat besar dan di bawah syarat yang teramat sulit berturut-turut membangun jalan kereta-api Chendu-Chongqing, Baoji-Chendu, Chongqing-Guiyang, Zhuzhou-Guiyang, Guiyang-Kunming dan Xiangfan Chongqing. Dan telah merealisasi elektrilisasi di banyak lin kereta-api, sehingga sangat memperbaiki keadaan transportasi di daerah Tiongkok barat-daya. Jalan kereta-api Nanning-Kunming yang diresmikan pada tahun 1997, melintasi bagian tenggara Propinsi Yunnan, bagian barat-daya Propinsi Guizhou dan bagian barat-laut Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, dan terakhir langsung mencapai Beihai kota pelabuhan di pantai Guangxi, merupakan sebuah jalur penting ke laut untuk seluruh daerah Tiongkok barat-daya. Pembangunan jalan raya di daerah bagian barat daya juga mendapat kemajuan relatif besar. Antar provinsi, kota dan kabupaten di daerah itu serta hubungan dengan sementara provinsi dan kota di luar daerah itu sudah terdapat beberapa jalan raya dan di antaranya meliputi jalan berkelas tinggi. Jalan raya antara kota Chengdu di Provinsi Sichuan dan Lasha di Tibet dan jalan raya antara kota Kunminh di Provinsi Yunnan dan Lasha di Tibet yang dibangun pada tahun 1950-an sekalipun sangat sulit pembangunannya dan jaraknya panjang, tetapi telah memainkan peranan yang amat penting bagi peningkatan hubungan antara Tibet dan daerah pedalaman. Selain itu, kota-kota Chengdu, Chongqing, Kunming dan Guiyang mempunyai bandar udara sipil ukuran besar dengan lin-lin penerbangan yang menghubungkan kota-kota itu dengan banyak kota di dalam dan luar negeri. Jalur pelayaran sungai Yangzi yang menghubungkan Provinsi Sichuan dan kota Chongqing dengan dunia luar sejak dulu oleh tukang perahu dipandang sebagai jalur pelayaran yang berbahaya karena alirannya deras dan banyak batu karangnya. Sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, pemerintah melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap jalur pelayaran tersebut, sehingga kondisi pelayaran sangat diperbaiki. Pada awal tahun 1980-an, sejalan dengan selesai pembangunan pusat listrik tenaga air Gezhouba, standar pelayaran di sektor Tiga Ngarai Sungai Yangzi yang berbahaya telah ditingkatkan. Apabila pusat pengairan Tiga Ngarai yang tengah dibangun sekarang ini selesai, akan muncul danau buatan yang panjang dari Chongqing sampai Yichang. Pada waktu itu, Tiga Ngarai akan menjadi suatu jalur pelayaran yang bebas hambatan. Tanah Yang Subur dan Hasil Bumi Yang Melimpah Taraf ekonomi Sichuan lebih tinggi dibanding Yunnan dan Guizhou, karena dikembangkan lebih awal. Sejak dahulu kala, Sichuan dijuluki sebagai negeri yang tanahnya subur dan hasil buminya melimpah. Dataran Chengdu yang terletak di bagian barat provinsi Sichuan, tanahnya_datar dan subur. 2.000 tahun lebih yang lalu, rakyat setempat telah membangun proyek pengairan Dujiangyan dengan memanfaatkan kelandaian alam di tempat Sungai Minjiang mengalir keluar dari bukit-bukit. Melalui proyek irigasi itu air Sungai Minjiang dialirkan ke dataran Chengdu. Sejak itu, panen pertanian di dataran Chengdu terjamin baik pada masa kering maupun hujan. Sampai sekarang dataran itu tetap merupakan daerah penting yang maju pertaniannya di Tiongkok. Sichuan adalah suatu provinsi yang padat penduduknya, juga provinsi besar penghasil bahan makanan. Terpengaruh situasi geografi, kondisi kalor tanah cekung Sichuan lebih unggul dalam syarat kepanasan disbanding provinsi-provinsi Hubei, Anhui dan Jiangsu yang terletak di garis lintang sama. Sekalipun jenis tanaman pertanian di Sichuan kurang lebih sama dengan daerah-daerah tersebut, tetapi karena kondisi kalor yang baik, maka jumlah produksinya lebih tinggi dan jenis varitasnya lebih beragam. Misalnya di Provinsi Sichuan dapat ditanam pohon buah-buah subtropis seperti leci dan lengkeng yang hanya terdapat di provinsi-provinsi Guangdong, Guangxi dan Fujian. Selain itu, Sichuan juga memiliki sumber mineral yang kaya seperti besi, batu bara, gas alam, minyak bumi dan logam bukan besi. Panzhihua yang terletak di tepi Sungai Jinsha mempunyai deposit besi terbesar di daerah Tiongkok barat daya. Bijih tambang besinya mengandung vanadium, titanium dan lain-lain, cadangannya menempati peringkat nomor satu di dunia. Pabrik besi dan baja di Panzhihua setiap tahun memproduksi jutaan ton besi dan baja, dan melebur logam bukan besi seperti vanadium dan titanium. Kini, Panzhihua yang terletak dalam pelukan gunung di tepi sungai Jinsha sudah dibangun menjadi sebuah kota industri baru yang modern. Sichuan adalah penghasil gas alam yang penting di Tiongkok. Kota Zigong yang menghasilkan garam sumur sejak zaman dahulu disebut sebagai kota garam. Sudah seribu tahun lebih rakyat setempat memasak garam dengan menggunakan bahan bakar gas alam yang dihasilkan dalam proses pengambilan garam sumur. Kini gas alam sudah dieksploitasi secara menyeluruh dan digunakan secara luas dalam industri kimia. Provinsi Sichuan memiliki sumber daya air yang melimpah. Sungai Jinsha sebagai arteri sungai Yangzi serta anak-anak sungainya seperti sungai-sungai Dadu, Yalong ,Wujiang dan Minjiang mengandung sumber daya air yang terbesar di seluruh negeri. Stasiun-stasiun pembangkit listrik tenaga air ukuran besar yang sudah dibangun antara lain PLTA Gongzui di Sungai Dadu, PLTA Wu Jiangdu di Sungai Wujiang ( dalam wilayah provinsi Guizhou) dan PLTA Ertan di sungai Yalong. Chongqing --Sentra Ekonomi Terbesar di Daerah Barat Daya Kota Chongqing (setingkat provinsi ) didirikan pada tahun 1997. Di antara 4 kota tingkat provinsi di Tiongkok, Chongqing termasuk yang paling muda, tapi paling terbesar dengan luas wilayah 82.000 kilometer persegi dan jumlah penduduk 30.020.000 orang. Kota Chongqing yang terletak di tempat pertemuan Sungai Yangzi dan Sungai Jialing merupakan pertemuan tiga jalan kereta api antara Dengdu dan Chongqing, antara Xiangfan dan Chongqing dan antara Sichuan dan Guizhou, merupakan pusat transportasi penting di daerah Tiongkok barat daya. Chongqing juga merupakan sentra ekonomi terbesar di daerah Tiongkok barat daya dan daerah hulu Sungai Yangzi. Industri adalah induk ekonomi Chongqing. Industri-industri mobil, sepeda motor, petrokimia dan metalurgi merupakan tiga industri pilar kota tersebut, di antaranya produksi sepeta motor merupakan sepertiga produksi seluruh negeri. Selain itu, Chongqing memiliki pula industri unggulan seperti permesinan dan perlengkapan listrik serta elektronik dan informatika. Sumber daya alam melimpah yang dimiliki Chongqing selain hasil pertanian dan sambilan serta sumber daya air, terdapat pula batu bara, gas alam, besi serta mineral logam dan bukan logam yang bernilai untuk dieksploitasi. Selain itu, Chongqing adalah salah satu dari beberapa kota besar di Tiongkok yang dapat memenuhi sendiri kebutuhan energi. Kota Chonqing yang mempunayi hubungan erat dengan provinsi-provinsi di daerah barat daya dan daerah hulu Sungai Yangzi memainkan peranan radial dan pendorong yang kuat di daerah Tiongkok bagian barat. Dalam daerah beradius 500 kilometer dengan Chongqing sebagai pusatnya mempunyai penduduk lebih dari 100.000.000 orang, terdapat tiga kota besar berpenduduk di atas 2.000.000 orang termasuk ibukota provinsi, 30 lebih kota madia berpenduduk di atas 300.000 orang, dan proyek pengairan Tiga Ngarai Sungai Yangzi, proyek irigasi terbesar di Tiongkok juga berlokasi di daerah tersebut. Mengembangkan peran Chongqing sebagai sentra ekonomi super besar mempunyai arti penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan sosial di daerah Tiongkok bagian tengah dan barat. Topografi Karst Yang Unik dan Indah Di Tiongkok barat daya terdapat daerah batu kapur yang luas. Di antaranya, yang berada di Guizhou menempati 80% luas wilayah provinsi itu; Dan di bagian timur Yunnan, batu kapur juga menempati separoh luas provinsi tersebut. Berhubung iklim yang lembab dan panas serta korosi air dalam waktu panjang, maka terjadilah topografi karst yang tersebar luas di daerah itu. Bentuk-bentuk topografi itu mewakili berbagai tahap proses pertumbuhan batu kapur dan dapat dijumpai di mana-mana di provinsi-provinsi Yunnan dan Guizhou. Di Keresidenan Lunan, Provinsi Yunnan ada Hutan Batu di mana batu-batu berbentuk tiang setinggi beberapa meter sampai puluhan meter terhampar di suatu daerah yang tidak begitu luas. Hutan Batu itu kini dikembangkan menjadi objek wisata. Selain itu, daerah pemandangan Sungai Lijiang di Daerah Otonom Guangxi yang berdekatan merupakan topografi karst hutan bukit, jenis lain dalam topografi karst. Topografi karst mempunyai nilai pariwisata yang penting. Selain Hutan Batu di daerah Lunan, Air Terjun Huangguoshu setinggi 60 meter lebih di Provinsi Guizhou juga merupakan produk karst. Di sekitar air terjun itu terdapat pula tidak sedikit air terjun kecil, membentuk kelompokan air terjun dalam areal luas dan memiliki nilai sangat tinggi untuk dikembangkan. Daerah batu kapur tergolong daerah yang paling miskin di Tiongkok. Pada umumnya daerah seperti itu kekurangan air, karena air hujan di permukaan tanah tidak dapat tersimpan berhubung banyak celah dan lubang di bawah batu kapur. Oleh karena itu, perkembangan produksi pertanian sangat terbatas. Selama bertahun-tahun belakangan ini, daerah-daerah tersebut selalu merupakan titik berat dalam program pengentasan kemiskinan pemerintah. Di daerah batu kapur terdapat pula tempat-tempat yang kondisi alamnya relatif baik dan tanahnya agak datar seperti tanah lekuk atau lembah sungai yang luas. Di daerah-daerah itu pertanian dan industri cukup berkembang dan memiliki desa dan kota yang agak besar. Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan dan Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou terletak di tanah cekung antar bukit yang terbesar di provinsinya masing-masing Penelitian dan pembenahan karst berkaitan dengan perkembangan ekonomi setempat, juga merupakan agenda penelitian penting ilmu tentang bumi. Penelitian mengenai karst sudah bersejarah lama di Tiongkok. Jauh pada akhir dinasti Ming 400 tahun lebih yang lalu, pelancong terkenal Tiongkok Xu Xiake pernah mengadakan survei terhadap topografi karst dengan mencurahkan tenaga sepanjang hidupnya. Catatan beraneka ragam tentang karst di daerah Yunnan dan Guizhou dalam buku Catatan Perjalanan Xu Xiake yang ditulisnya sampai sekarang masih tetap mempunyai nilai keilmuan yang penting * Komposisi Etnis Yang Rumit Dan Beraneka Ragam Di daerah Tiongkok barat daya bermukim 20 lebih etnis minoritas, merupakan daerah permukiman etnis minoritas yang terbesar di Tiongkok. Di antara etnis-etnis minoritas itu, etnis Yi dan Miao mempunyai populasi paling banyak yakni di atas 5.000.000. Etnis-etnis Buyi, Dong, Bai, Hani dan Tibet di atas 1.000.000, sedang jumlah penduduk etnis-etnis lainnya antara puluhan ribu dan ratusan ribu orang; Malah ada yang lebih sedikit seperti etnis Dulong hanya beberapa ribu orang. Etnis minoritas di Provinsi Sichuan terutama tersebar di daerah pegunungan Hengduan di bagian barat provinsi itu. Etnis-etnis Qiang dan Yi bermukim di lembah gunung Hengduan. Etnis Tibet bermukim di Dataran Tinggi Sichuan Barat, kebiasaan hidupnya tidak banyak beda dengan etnis Tibet di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet. Penduduk etnis minoritas di Provinsi-provinsi Yunnan dan Guizhou bermukim mengelompok dan berbaur dengan etnis lain. Menurut statistik, sekitar dua pertiga kecamatan di Provinsi-provinsi Yunnan dan Guizhou dihuni penduduk etnis-etnis minoritas secara berbaur. Sedangkan di daerah permukuman itu tersebar secara teratur kompleks penduduk berbagai etnis menurut cara hidupnya masing-masing. Ada etnis yang bermukim di lembah atau di pinggang gunung, dan ada pula yang bermukim di daerah pegunungan tinggi, sehingga membentuk formasi seperti tangga. Etnis-etnis minoritas di Provinsi-provinsi Yunnan dan Guizhou mempunyai sejarah yang lama dan budaya etnis yang khas. Nuansa etnis yang tebal akan sangat terasa apabila mengadakan perjalanan ke Dataran Tinggi Yunnan-Guizhou. Etnis-etnis Miao dan Buyi di Provinsi Guizhou yang terutama bermukim di bagian selatan provinsi itu memiliki kebudayaan yang relatif tinggi. Sulaman etnis Miao dan seni batik etnis Buyi merupakan kerajinan tradisional yang wajib dipelajari wanita setempat sebagai mata pencaharian. Kerajinan itu memiliki taraf seni yang relatif tinggi dan tersohor di dalam dan luar negeri. Di Provinsi Yunnan, etnis-etnis minoritas seperti Naxi, Bai, Hani dan Dai adalah yang paling banyak jumlah penduduknya. Etnis Naxi yang bermukim di sekitar Lijiang mempunyai bahasa lisan dan tulisannya sendiri. Kitab Dongba yang ditulis dalam bahasa Naxi sangat panjang dan mempunyai nilai sastra dan sejarah yang sangat tinggi. Dalam sejarah etnis Naxi pernah muncul tidak sedikit ahli dan ilmuwan yang terkenal. Di dalam hutan belantara di tepi Danau Lugu bagian utara Yunnan terdapat warga Mosuo yang tergolong salah satu cabang etnis Naxi dan merupakan etnis satu-satunya yang sampai sekarang masih menganut tradisi masyarakat matriarkal. Perkawinan dalam masyarakat Mosuo sangat bebas. Pria dan wanita asal saling jatuh cinta, boleh hidup bersama. Tapi perkawinan mereka juga tidak stabil , sewaktu-waktu boleh dibatalkan. Perkawinan seperti itu dinamakan sebagai perkawinan Azhu. Anak yang dilahirkan hasil perkawinan itu milik pihak wanita, dan pihak pria tidak memikul kewajiban apapun. Keberadaan masyarakat matriarkal warga Mosuo yang berlangsung sejak dahulu itu mengundang perhatian luas para ilmuwan di dalam dan luar negeri. Etnis Bai bermukim berkumpul di antara gunung Cangshan dan danau Erhai Yunnan. Seribu tahun lebih yang lalu, negara Nanzhao dan negara Dali pernah berdiri di sini dan berlangsung selama ratusan tahun. Kini, patilasan kota Taihe, Tiga Pagoda Kuil Chongsheng dan Tugu Dehua Nanzhao yang terletak di dekat Kota Dali adalah simbol kebudayaan etnis Bai yang sangat berkembang. Festival Sanyuejie atau Jalan Bulan Tiga adalah hari raya tradisional etnis Bai. Setiap tangal tiga bulan tiga penanggalan Imlek, pria dan wanita etnis Bai mengenakan pakaian tradisional menyanyi dan menari riang gembira di jalan-jalan kota Dali merayakan hari raya mereka. Etnis Dai yang bermukim di tepi Sungai Lancang Xishuangbanna perbatasan barat daya Yunnan terkenal dengan tariannya yang indah dan adat istiadanya yang mempesona. Iklim di daerah ini tergolong iklim tropik, di sini terdapat banyak kebun karet dan kebun kopi. Penduduk setempat tinggal di rumah panggung. Etnis Dai menganut agama Buddha Hinayana, anak-anak sejak kecil harus menjadi biksu di kuil. Tahun baru penanggalan Dai dirayakan masyarakat Dai dengan acara Simbur Air untuk mendoakan panjang umur dan panen kaya. Etnis Hani terutama bermukim di daerah pegunungan Ailao dan kedua tepi Sungai Honghe bagian selatan Yunnan. Etnis Hani mempunyai pertanian yang berkembang, sawah bertingkat di lereng pegunungan Ailao merupakan lanskap budaya yang terkenal. *Pelestarian Spesies Hewan dan Tumbuhan Hampir Punah Serta Hutan Hujan Tropik Yang Berharga Di daerah Tiongkok barat daya masih terpelihara tidak sedikit hewan dan tumbuhan berharga yang langka di dunia. Di dalam wilayah Tiongkok ada dua tempat panorama tropik tipikal, satu di Pulau Hainan dan yang lain di Xishuangbanna Yunnan. Panda besar, satwa yang paling disayangi di Tiongkok itu adalah binatang langka yang terkenal di dunia. Fosil zaman purba membuktikan, jutaan tahun yang lalu, panda besar pernah berkembang biak sangat makmur dan tersebar di hampir semua provinsi di Tiongkok selatan, bahkan di Zhoukoudian Beijing yang terletak di Tiongkok utara juga ditemukan jejaknya. Kemudian karena perubahan iklim yang terjadi berkali-kali, khususnya menurunnya suhu udara pada masa gletser menyebabkan komunitas dan jumlah panda besar berkurang secara derastis sampai hampir punah. Dewasa ini, habitat panda besar hanya di sekitar daerah perbatasan Sichuan, Gansu dan Shaanxi. Kini di daerah tersebut telah dibangun banyak cagar alam untuk melindungi panda besar. Cagar alam Wolong di daerah pegunungan bagian barat provinsi Sichuan yang didirikan pada tahun 1975 adalah salah satu di antaranya. Cagar alam yang luasnya 2.000 kilometer persegi itu terletak di lembah gunung tinggi yang memiliki curah hujan cukup dan pohon-pohon rindang, khususnya bambu panah yang merupakan makanan pokok pandar besar tumbuh subur di sini. Di cagar alam itu kini terdapat sekitar 100 ekor panda besar. Dana Biotika Liar Dunia WWF dari Organisasi Pelestarian Alam Internasional menaruh perhatian sangat besar pada pekerjaan pelestarian panda besar di Tiongkok. Mereka bersama dengan ilmuwan Tiongkok mendirikan pos pengamat ekologi panda besar di cagar alam Wuolong untuk mengadakan penelitian mendalam mengenai lingkungan habitat, kebiasaan hidup, proses pembiakan dan perkembangan komunitas panda besar, serta pengaruh kegiatan manusia terhadap panda besar, dan mengajukan cara efektif untuk melindungi binatang tersebut. Xishuangbanna yang terletak di Propinsi Yunnan barat daya iklimnya panas sepanjang tahun dan banyak turun hujan. Di daerah pegunungan terdapat hutan hujan tropik yang jarang ada di Tiongkok. Dalam hutan hujan tropik itu pohon-pohon sangat rindang, rotan tumbuh subur dan sepanjang tahun terdapat aneka bunga; jenis tumbuhan sangat banyak, tumbuhan kelas tinggi yang sudah diketahui tercatat 4.000 jenis lebih, banyak di antaranya adalah tumbuhan kategori pertama dan kedua dalam daftar pelestarian titik berat nasional. Ada tumbuhan mempunyai nilai ekonomi sangat tinggi, ada yang dapat dijadikan bahan minyak, ada yang dapat diambil aromanya, dan ada pula yang dapat dijadikan bahan penting obat tradisional Tiongkok. Sanqi, komposisi utama Obat Baiyao Yuannan yang sangat mujarab untuk menghentikan pendarahan dan menghilangkan bengkak dihasilkan di hutan hujan tropik Xishuangbanna. Dalam hutan hujan tropik juga terdapat banyak satwa langka seperti gajah Asia, merak hijau, macan Bangladesh dan satwa langka terkenal lainnya. Vegetasi tropik di Xishuangbanna terus mengalami kerusakan karena perkembangan ekonomi dan pertumbuhan jumlah penduduk. Untuk melestarikan hutan hujan tropik serta berbagai binatang dan tumbuhan langka dalam hutan hujan tropik di Xishuangbanna, pemerintah membangun cagar alam di daerah itu. Sementara itu para alhi dikumpulkan untuk mendirikan Institut Botani Tropik di Xishuangbanna yang khusus melakukan pekerjaan pemanfaatan, pelestarian dan penelitian binatang dan tumbuhan Xishuangbanna. Introduksi dan penelitian tanaman industri tropik dilakukan dalam masa panjang sejak dulu, termasuk introduksi jenis pohon karet, kakao dan kopi yang kini sudah menjadi hutan dan memberi manfaat ekonomi yang baik. 5 Daerah Tiongkok Selatan Daerah Tiongkok Selatan terdiri dari lima provinsi dan daerah otonom antara lain Guangdong, Guangxi, Fujian, Hainan dan Taiwan, serta 2 daerah administrasi khusus yakni Hong Kong dan Makao. Sebagian terbesar daerah itu beriklim subtropik dan tropik karena letaknya di ujung selatan Tiongkok, maka syarat alam dan lanskap budayanya berbeda dengan daerah bagian tengah dan hilir Sungai Yangzi yang letaknya lebih di utara. Kontak dengan luarnegeri sudah bersejarah lama dan banyak warganya yang merantau ke luar negeri Daerah Tiongkok Selatan pada zaman kuno tergolong daerah selatan yang terpencil. Dalam perkembangan sejarah yang panjang, daerah ini memiliki ciri sosial-budaya yang berbeda dengan daerah Tiongkok tengah. Berhubung terpisahnya daerah yang satu dengan daerah lain dalam waktu panjang, perbedaan antara penduduk di daerah yang berlainan sangat nyata. Tiap daerah mempunyai dialek masing-masing, misalnya sekitar kota Quanzhou dan Xiamen Propinsi Fujian menggunakan dialek Fujian selatan, di sekitar kota Chaozhou dan Shantou Propinsi Guangdong berlaku dialek Chaozhou, sedang di sekitar Guangzhou, masyarakat menggunakan dialek Guangzhou. Rakyat di Tiongkok Selatan mempunyai tradisi yang lama dalam berdagang dengan luarnegeri, khususnya provinsi-provinsi Fujian dan Guangdong mempunyai garis pantai yang panjang dan banyak pelabuhan yang baik, di antaranya Quanzhou dan Guangzhou sejak dahulu kala adalah pelabuhan penting perdagangan Tiongkok dengan luarnegeri. Pada masa Dinasti Song Selatan 1.000 tahun yang lalu, kota Quanzhou sudah berkembang menjadi pelabuhan dagang internasional. Saudagar-saudagar dari berbagai tempat seluruh dunia berdatangan ke kota ini untuk berdagang dan tinggal di sana. Sementara itu, banyak pula warga Tiongkok menumpang kapal berimigrasi ke Asia Tenggara dan tempat-tempat lain. Setelah Perang Candu pada tahun 1840, pindu gerbang Tiongkok terbuka lebar dan semakin banyak penduduk daerah Tiongkok Selatan mencari nafkah ke luar negeri. Warga Tiongkok yang merantau ke luar negeri itu juga membawa bahasa kampung halamannya ke luar negeri. Sampai sekarang, dialek Fujian Selatan, dialek Chaozhou dan dialek Guangdong tetap merupakan bahasa yang sering digunakan masyarakat Tionghoa di sejumlah negara dan daerah. Menurut statistik, di antara masyarakat Tionghoa di berbagai tempat seluruh dunia, yang berasal dari Tiongkok Selatan ( terutama kota-kota Quanzhou, Xiamen, Zhangzhou di propinsi Fujian, dan kota-kota Chaozhou, Shantou serta daerah muara Sungai Mutiara Provinsi Guangdong) berjumlah 15.000.000 orang, atau separoh lebih jumlah total masyarakat Tionghoa di luar negeri. Selain itu, di daerah Tiongkok Selatan terdapat pula bekas perantau Tionghoa yang kembali ke tanah air serta keluarga perantau Tionghoa sebanyak 6.000.000 orang lebih, maka daerah Tiongkok Selatan disebut kampung halaman perantau Tionghoa. Meskipun masyarakat Tionghoa hidup di luar negeri, tapi mereka tetap mencintai tanah leluhur dan kampung halamannya. Mereka menggunakan hasil jerih payahnya untuk membantu pembangunan di kampung halaman. Jauh pada tahun 70-an abad ke-19, masyarakat Tionghoa asal Quanzhou sudah menyumbang dana untuk membangun Sekolah Dasar Zhuying di kota Quanzhou. Ini adalah salah satu sekolah model baru yang paling awal di Tiongkok. Sekolah Jimei dan Universitas Xiamen yang dibangun pemimpin masyarakat Tionghoa Chen Jiageng masing-masing pada tahun 1913 dan 1919 mempunyai pengaruh yang luas di dalam dan luar negeri. Sejak Tiongkok melaksanakan reformasi dan keterbukaan pada tahun 1978, pemerintah mendirikan Daerah-daerah Khusus Ekonomi Shenzhen, Zhuhai, Shantou, Xiamen dan Hainan, serta kota-kota terbuka di pantai antara lain Fuzhou, Guangzhou, Zhanjiang dan Beihai, serta kawasan-kawasan terbuka antara lain Delta Sungai Mutiara dan kawasan segi tiga Xiamen-Zhangzhou-Quanzhou. Selain itu pemerintah menyerap sejumlah modal masyarakat Tionghoa serta Hongkong dan Taiwan untuk mengembangkan ekonomi berorientasi ekspor. Daerah Tiongkok Selatan telah menjadi pelopor reformasi dan keterbukaan Tiongkok terhadap dunia luar. Sungai Besar di Tiongkok Selatan Sungai Mutiara adalah sungai terbesar di daerah Tiongkok Selatan. Sungai-sungai Xijiang, Dongjiang dan Beijing dari arah barat, timur dan utara mengalir ke muara Sungai Mutiara. Sungai Mutiara tidak panjang, anak sungainya yang paling panjang yakni Xijiang juga baru 2.200 km. Sungai Mutiara terletak di daerah subtropik yang iklimnya panas dan banyak hujan, curah hujan pertahun di atas 1.000 mm, maka sungai itu memiliki volume air yang sangat besar, debit total pertahun hampir 336 milyar kubik, menduduki tempat kedua di Tiongkok, hanya di bawah Sungai Yangzi. Mata air Sungai Xijiang terletak di wilayah Propinsi Yunnan, mengalir melalui propinsi dan daerah otonom Yunnan, Guizhou, Guangxi dan Guangdong, dan di tengah jalan menampung Sungai Qianjiang dan Sungai Guijiang sehingga volume air semakin besar, sampai di muara Sungai Mutiara telah menjadi sebuah sungai yang sangat besar. Sungai Nanpan dan Sungai Hongshui yang terletak di hulu Sungai Qianjiang, anak Sungai Xijiang memiliki sumber daya tenaga air yang sangat kaya. Pemerintah berencana membangun 11 pusat pembangkit listrik di Sungai Hongshui dengan total kapasitas terpasang 13,13 juta kilowatt, dan volume tenaga listrik yang dibangkitkan pertahun di atas 53 miliar kilowatt jam. Tiga di antaranya pembangkit listrik itu sudah selesai dibangun dan beroperasi dengan menyediakan energi bagi pembangunan ekonomi di Tiongkok Selatan. Sungai Guijiang yang merupakan anak sungai penting Sungai Mutiara dinamakan pula Sungai Lijiang. Mata air Sungai Lijiang dekat letaknya dengan mata air Sungai Xiangjiang, anak Sungai Yangzi. Jauh pada Dinasti Qin 2.000 tahun yang lalu, antara kedua sungai itu sudah digali sebuah kanal yang bernama Lingqu. Dalam sejarah, Kanal Lingqu, yang masih ada sampai sekarang ini, merupakan jalur sungai penting yang menghubungkan Daerah aliran Sungai Yangzi dan Daerah Aliran Sungai Mutiara. Sepanjang Sungai Lijiang kebanyakan adalah topografi bukit kapur, pemandangan sangat indah. Dari kota Guilin menghilir menyusuri Sungai Lijiang sampai Yangshuo adalah tempat pemandangan yang paling indah di Sungai Lijiang. Dengan menumpang sebuah pearahu kecil menghilir menyusuri sungai, tampak air sungai yang bening dan bukit-bukit hijau, hutan bambu yang rimbun dan bangunan rumah penduduk yang rapi membentuk pemandangan yang indah permai, seperti dilukiskan dalam sajak kuno, batang air bening bagai pita sutra, gunung hijau bagai tusuk konde jamrud. Kota Guilin adalah daerah wisata yang terkenal indah pemandangannya di Tiongkok, setiap tahun kota Guilin menerima sepuluh juta wisatawan mancanegara. Pemandangan Guilin paling indah di dunia sudah dikenal oleh semakin banyak orang. Guangzhou dan Delta Sungai Mutiara Di propinsi dan daerah otonom di Tiongkok Selatan, kota Guangzhou adalah kota yang terbesar dan pusat ekonomi yang penting, juga pelabuhan perdagangan luar negeri yang terbesar di Tiongkok Selatan. Pekan Raya Barang Barang Ekspor Tiongkok yang diselenggarakan setiap musim semi dan musim gugur di Guangzhou yang lebih dikenal dengan Canton Fair merupakan jendela penting keterbukaan Tiongkok terhadap dunia luar. Kota Guangzhou tebal bergaya daerah bagian selatan Tiongkok, pohon-pohon hijau sepanjang tahun dan aneka bunga selalu bermekaran. Kota Guangzhou dijuluki sebagai kota kembang. Kota ini mempunyai perdagangan yang makmur, dasar industri yang baik khususnya industri ringan, tekstil, makanan serta alat-alat elektronik konsumsi relatif berkembang. Selain itu, industri permesinan dan pembuatan kapal juga memiliki dasar tertentu. Sejak Tiongkok melaksanakan reformasi dan keterbukaan terhadap dunia luar, ekonomi Guangzhou mencapai kemajuan cukup pesat, wajah kota mengalami perubahan dari hari ke hari. Di sekitar kota Guangzhou terdapat pula banyak kota menengah dan kecil yang ekonominya sangat dinamis, di antaranya dua daerah khusus ekonomi Shenzhen dan Zhuhai berkembang paling cepat. Kota Guangzhou terletak di muara Sungai Mutiara, Delta Sungai Mutiara sebagai dataran paling luas di Tiongkok Selatan menyediakan dasar material yang kuat bagi perkembangan Guangzhou. Delta Sungai Mutiara memiliki kalor yang cukup, kondisi irigasi yang maju, jumlah penduduk yang padat serta kota besar dan kecil yang tersebar di mana-mana, maka sejak zaman dulu merupakan daerah yang paling kaya di Tiongkok Selatan. Rakyat setempat dengan pandai memanfaatkan sumber alam, menggali empang untuk beternak ikan. Dan tanah tinggi di kedua tepi empang ditanami pohon kertau untuk memelihara ulat sutra, ditanam pula tebu dan pohon buah subtropik. Setiap tahun petani menggali lumpur yang subur dari dasar empang untuk meninggikan kedua sisi empang, sedang kotoran dan kepompong ulat sutra serta daun tebu dibuang ke dalam empang sebagai umpan ikan. Dengan demikian terbentuk suatu ekosistem artifisial yang lengkap. Sistem pertanian ini memiliki ciri produktif dan efisien. Di Delta Sungai Mutiara tiap tahun bisa panen 7 sampai 8 kali kepomopong sutera. Kebanyakan sutera mentah diekspor dengan memberikan penghasilan ekonomi dan manfaat ekologis yang baik. Taiwan dan Hainan Di antara 33 propinsi, daerah otonom dan kota di Tiongkok, hanya propinsi Taiwan dan Hainan terdiri dari pulau-pulau dan terletak di luar daratan Tiongkok. Propinsi Taiwan mencakup Pulau Taiwan, Kepulauan Penghu, serta Pulau Diaoyu dan pulau-pulau di sekitarnya. Pulau Taiwan adalah pulau terbesar di Tiongkok dengan luas 360.000 km persegi. Pulau Taiwan berbentuk seperti kumparan, membentang dari arah timur laut ke barat daya, di tenganya adalah pegunungan Taiwan dengan tinggi rata-rata 2.000 meter lebih dari permukaan laut, merupakan pemisah pulau tersebut. Sisi sebelah barat pegunungan itu agak landai, daerah sepanjang pantai adalah daratan aluvial di mana terletak kota-kota besar dan menengah; di sisi timur pegunungan itu topografi agak terjal dan dekat sekali dengan Samudera Pasifik. Iklim di Taiwan sedang dan lembab. Kecuali dareah pegunungan, temperatur rata-rata di berbagai tempat di atas 20 derajat Celsius, curah hujan di atas 2.000 mm. Kota Huoshaoliao yang terletak di bagian timur laut Pulau Taiwan merupakan tempat yang paling tinggi curah hujannya di Tiongkok, kira-kira 6.572 mm pertahun. Pulau Taiwan mempunyai vegetasi yang rimbun, di mana-mana tampak hijau. Tingkat lingkupan hutan mencapai 70% lebih. Padi dan tebu adalah tanaman pertanian yang terkenal. Beras dan gula yang dihasilkan kebanyakan diekspor. Maka Taiwan terkenal pula sebagai lumbung padi dan gula. Selain itu, buah-buahan subtropik seperti nanas, pisang dan jeruk juga banyak ditanam di sini. Sejak tahun 1960-an, Taiwan tepat pada waktunya menerapkan strategi industrialisasi berorientasi ekspor dengan memanfaatkan peluang relokasi kedua kalinya industri padat karya di dunia internasional. Mereka membuka kawasan pengolahan ekspor di kota-kota Gaoxiong, Nanzi dan Taizhong, menyerap modal asing untuk mengembangkan industri ringan dan tekstil. Setelah tahun 1970-an, Taiwan mengalihkan titik berat investasi pada pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, jalan kereta api, bandar udara serta pembangunan industri bahan baku dan mentah antara lain besi dan baja, petrokimia, pembuatan kapal dan pembangkit listrik. Alhasil, laju perkembangan ekonomi sangat dipercepat. Dalam kurun waktu 10 tahun antara 1963 dan 1972, pertumbuhan ekonomi mencapai 10% pertahun. Memasuki tahun 1980-an, Taiwan melakukan restrukturisasi industri lagi dengan memperbesar proporsi produk teknologi dan membangun Taman Industri Sains di kota Xinzhu sehingga industri teknologi tinggi mengalami kemajuan pesat. Taiwan sejak dahulu kala merupakan bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok, rakyat di kedua tepi selat mendambakan realisasi penyatuan kembali tanah air selekasnya secara damai. Propinsi Hainan mencakup Pulau Hainan dan pulau-pulau di Laut Tiongkok Selatan. Pulau Hainan adalah pulau terbesar kedua di Tiongkok setelah Taiwan. Luas Pulau Hainan 34.000 km persegi. Di sebelah utara berhadapan dengan Semenanjung Leizhou terpisah oleh Selat Qiongzhou. Selat Qiongzhou yang luasnya sekitar 18 mil adalah koridor yang menghubungkan Pulau Hainan dan daratan Tiongkok, juga jalur angkutan laut antara Teluk Beibu dan Laut Tiongkok Selatan. Di perairan yang luas di sebelah timur dan selatan Pulau Hainan tersebar banyak pulau, beting dan terumbu, 260 lebih di antaranya yang termasuk dalam wilayah Tiongkok dinamakan Kepulauan Laut Tiongkok Selatan. Berdasarkan letak geografinya, kepulauan itu terbagi menjadi Kepulauan-kepulauan Dongsha, Xisha, Zhongsha dan Nansha serta Pulau Huangyan di sebelah timur kepulauan Zhongsha. Atol Zengmu Ansha yang terletak di ujing selatan terletak di garis lintang utara 4 derajat. Propinsi Hainan terletak di daerah tropik, iklim sepanjang tahun panas, cocok bagi pertumbuhan berbagai tanaman tropik. Sebagai hasil introduksi bibit dan pembudidayaan selama bertahun-tahun, luas tanaman tropik di Pulau Hainan mencapai 400.000 hektar lebih, jenisnya antara lain karet, kelapa, lada, jambu mete, serai, sisal, pinang, nenas, kopi, sawit, dan kakao. Industri karet di Propinsi Hainan berkembang sangat pesat dan sudah menjadi pangkalan produksi karet yang terbesar di Tongkok. Hasil produksinya tiap tahun lebih dari dua pertiga produksi total seluruh negeri. Perairan di sekitar Kepulauan Laut Tiongkok Selatan adalah lapangan perikanan tropik yang penting. Bijih besi di Shilu adalah hasil mineral yang penting di Hainan. Cadangan bijih besi di sana mencapai 300.000.000 ton lebih, kadar besinya mencapai 60% ke atas, merupakan bahan baku yang unggul bagi perusahaan-perusahaan besi dan baja di daratan Tiongkok. Pulau Hainan dulu termasuk dalam yurisdiksi Provinsi Guangdong dan disahkan menjadi provinsi pada tahun 1988 dengan ibukotanya Haikou. Sementara itu, Pulau Hainan diizinkan pula mendirikan daerah khusus ekonomi. Ini adalah daerah khusus ekonomi yang terbesar di Tiongkok. Sejak itu, ekonomi Propinsi Hainan memasuki tahap perkembangan baru. Hong Kong dan Makao Hong Kong terletak di sisi timur muara Sungai Mutiara Propinsi Guangdong, terutama terdiri dari tiga baigan yakni Pulau Hong Kong, Kawloon dan New Territory, luas wilayahnya 1.092 km persegi dengan jumlah penduduk 6.300.000 jiwa, 98% di antaranya adalah warga keturunan Tiongkok. Perairan di antara Pulau Hong Kong dan Jasirah Kawloon adalah pelabuhan alam yang unggul dan dapat dirapati kapal puluhan ribu ton. Hong Kong penduduknya padat, wilayahnya sempit dan sumber dayanya terbatas. Bahan bakar, bahan baku industri dan makanan yang dibutuhkan sebagian terbesar harus diimpor, bahkan air keperluan hidup penduduk juga harus disalurkan dari daratan Tiongkok. Hong Kong menduduki posisi penting dalam ekonomi dunia. Niaga, moneter, perdagangan, pariwisata dan manufaktur adalah industri yang utama. Hong Kong sebagai sentra moneter dunia dan pelabuhan perdagangan bebas merupakan pelabuhan transit bagi perdagangan impor dan ekspor daratan Tiongkok. Setelah Perang Candu tahun 1840, Hong Kong diduduki Inggris. Pada tanggal 1 Juli 1997, pemerintah Tiongkok kembali melaksanakan kedaulatan terhadap Hong Kong, dan mendirikan Daerah Administrasi Khusus Hong Kong. Berdasarkan pedoman satu negara dua sistem, Hong Kong mempertahankan sistem sosial dan ekonominya yang ada semua, cara hidupnya tidak berubah, hukum pada pokoknya juga tidak berubah. Tepat seperti dikatakan orang bahwa pacuan kuda dan main saham tetap berlangsung seperti biasanya, begitu pula dansa-dansi. Makao terletak di sisi selatan sungai Mutiara mencakup Semenanjung Makao dan dua pulau kecil di dekatnya. Luas Makao sekitar 23,5 kilometer persegei dengan penduduk lebih 400.000. Dalam masa panjang yang lalu, ekonomi Makao terutama mengandalkan indutri hiburan dan perjudian. Dalam waktu belasan tahun ini, sektor-sektor industri, perdagangan luar negeri dan pariwisata mencapai kemajuan cukup besar dan proporsinya dalam ekonomi meningkat dari tahun ke tahun. Makao diduduki Portugal pada tahun 50-an abad ke-16. Tanggal 13 April 1987, pemerintah Tiongkok dan Portugal menandatangani pernyataan bersama. Dalam mana disebutkan bahwa pemerintah Tiongkok akan kembali menjalankan kedaulatan atas Makao mulai 20 Desember 1999.

Daerah Pedalaman Barat Laut
Daerah pedalaman barat laut meliputi Provinsi Gansu, Daerah Otonom Mongolia Dalam, Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia dan Daerah Otonom Uigur Xinjiang. Pada peta isolin curah hujan Tiongkok, terdapat isolin atau isogram curah hujan 200 milimeter pertahun. Di sebelah barat garis itu adalah daerah kering yakni daerah pedalaman Tiongkok barat laut. Daerah ini sepanjang tahun kering dan jarang hujan, vegetasi tipis dan jarang, tanahnya luas tapi jumlah penduduk kurang. Akan tetapi, padang pasir dan gurun gobi yang luas, stepa raya dan adat istiadat etnis padang rumput sangat menarik minat wisatawan. Daerah ini adalah kampung halaman etinis-etnis penggembala di Tiongkok, usaha peternakan di sini mempunyai sejarah yang panjang. Daerah ini dengan sumber daya alamnya yang kaya merupakan khasanah sumber daya yang sangat potensial untuk dikembangkan. Pemandangan Padang Pasir Luasnya padang pasir di Tiongkok kurang lebih 700.000 km persegi, jika gurun gobi yang luasnya lebih 500.000 km persegi juga dimasukkan dalam hitungan maka luas totalnya 1.280.000 km persegi, merupakan 13% luas daratan seluruh negeri, di antaranya padang pasir di daerah kering Tiongkok barat laut lebih terpusat, luasnya bahkan mencapai 70% sampai 89% luas total padang pasir seluruh negeri. Padang pasir yang utama antara lain Taklimakan dan Gurbantunggut di Xinjiang, Badin Jaran dan Tenger di Mongolia Dalam, serta Kumtak yang terletak di antara Xinjiang dan Gansu. Padang pasir Taklimakan yang terletak di tanah cekung Tarim Xinjiang selatan merupakan padang pasir yang terbesar di Tiongkok, juga salah satu padang pasir yang terbesar di dunia, luasnya kurang lebih 337.000 km persegi, hampir separoh luas total padang pasir seluruh negeri. Padang pasir Taklimakan adalah padang pasir yang paling kering di Tiongkok, curah hujan di padang pasir itu tidak sampai 50 mm pertahun. Selain di bagian barat terdapat perbukitan rendah yang gundul, seluruh padang pasir tertutup oleh gundukan pasir yang tinggi dan besar, ada yang berbentuk bulan sabit, ada yang menyerupai piramida, ada pula yang memanjang seperti pematangdan semua itu berderet secara teratur mengikuti arah angin setempat, dilihat dari udara tinggi, tampak bagai gelombang laut. Kondisi alam di padang pasir sangat kejam, hampir tidak ditemukan sebatang pun tanaman dan tidak tampak seekor pun binatang yang berjalan. Di musim panas, terik matahari panas bukan kepalang; sedang di musim dingin dan musim semi, ketika angin kencang bertiup, pasir kuning beterbangan menutup langit dan matahari. Taklimakan dalam bahasa Uigur berarti bisa masuk tapi tidak akan bisa keluar. Padang pasir Gurbantunggut yang terletak di tanah cekung Zunggar Xinjiang Utara, adalah padang pasir terluas nomor dua di Tiongkok. Kondisi alamnya agak lebih baik daripada Taklimakan, di dalam padang pasir itu terdapat hutan yang cukup luas. Padang pasir di belahan timur Tiongkok umumnya tidak luas dan kondisinya lebih baik, misalnya padang pasir Mu Us dan Tenger di Mongolia Dalam, setiap hujan ada turun hujan, tanah pasir di sana ditumbuhi tumbuhan tahan kering seperti rumput dan alang-alang yang subur, kondisi air di tanah rendah antara bukit pasir relatif baik dan dapat ditumbuhi semak belukar. Di sementara tempat bahkan terdapat danau yang merupakan sumber air yang amat berharga bagi kaum penggembala. Di padang pasir terpendam banyak patilasan kota kuno. Pada awal abad ke-20, orang Swedia Svenhedinh, serta banyak tim ekspedisi Tiongkok sebelum dan sesudahnya memasuki padang pasir Taklimakan untuk mencari kota kuno dan benda-benda budaya berharga yang terpendam dalam pasir. Berhubung keringnya iklim di daerah padang pasir, berbagai macam benda budaya di dalam kota kuno seperti tulisan pada bilah bambu, kertas, alat-alat kehidupan sehari-hari serta mayat dalam kuburan tidak menjadi busuk dalam waktu yang panjang dan terpelihara dengan baik. Benda-benda budaya yang berharga itu mempunayi arti penting untuk mengetahui kegiatan produksi dan kehidupan penduduk setempat dan untuk mempelajari perubahan lingkungan pada berbagai periode sejarah. Yang paling menarik ialah Lop Nur yang terletak di pinggir timur padang pasir Taklimakan serta kota kuno Luolan di dekatnya . Seorang penjelajah Rusia pernah sampai ke dekat Lop Nur dan menyaksikan ada sebuah danau air tawar yang luas tak bertepi di sana. Akan tetapi, tak lama setelah itu, ketika orang datang lagi ke sana, danau besar itu lenyap tanpa meninggalkan bekas. Oleh karena itu, Lop Nur disebut pula sebagai danau pindah. Kota kuno Luolan tercatat dalam sejarah Tiongkok, namun sampai abad ke-11, kota ini hilang mendadak. Segala ini, tidak saja menarikkan minat pakar dalam negeri , juga diperhatian luas ilmuwan luar negeri. Di dalam padang pasir terpendam sumber daya yang melimpah. Di dua padang pasir bagian utara dan selatan Xinjiang tersebut terdapat cadangan minyak mentah dalam jumlah besar. Pada tahun 1950-an, ilmuwan Tiongkok menemukan minyak mentah di Karamay yang terletak di pinggir padang pasir Gurbantunggut. Kemudian, di padang pasir Taklimakan ditemukan pula cadangan minyak yang leibh besar, diprakirikan di atas 10 miliar ton. Ini merupakan sumber minyak penting Tiongkok pada abad ke-21. Kini, eksplorasi dan eksploitasi minyak di padang pasir Taklimakan sedang dilakukan dengan intensif. Sebuah jalan raya dari pinggir padang pasir ke ladang minyak di pusat padang pasir telah dibangun, dan eksploitasi minyak sedang berjalan secara teratur. Masalah penggurunan di Tiongkok sangat parah. Dalam sejarah, banyak tanah garapan dan kota di pingir padang pasir lenyap ditelan padang pasir. Selain Luolan, salah satu negeri kota yang terkenal itu lenyap ditelan pasir, terbengkalainya Tongwan--bekas ibu kota dinasti Xixia yang terletak di Dataran Tinggi Erdos yang dibuang juga merupakan salah satu contoh. Di sekitar kota tersebut tadinya adalah padang rumput yang subur, namun sampai dinasti Song sekitar seribu tahun yang lalu telah berubah menjadi tanah tandus dengan pasir yang berpindah-pindah. Penggurunan telah membahayakan pembangunan negara dan kehidupan penduduk setempat. Jalan kereta api dan jalan jaya yang baru dibangun putus tertimbun pasir yang bergerak, begitu pula sawah ladang gagal panen karena tertimbun pasir yang bergerak. Untuk mencegah penggurunan, para ilmuwan melakukan penyelidikan dan penelitian besar-besaran di daerah padang pasir, dan mendirikan stasiun eksperimen ilmiah di sejumlah daerah. Misalnya, di Shapotou di tepi Sungai Kuning Ningxia, para ilmuwan melakukan penelitian konsolidasi pasir oleh tumbuhan dalam waktu panjang untuk mengatasi bencana pasir yang merusak jalan kereta api Baotou-Lanzhou. Mereka membangun sistem terpadu pencegah dan konsolidasi pasir sehingga bukit-bukit pasir yang luas dapat diikat dan menjamin kelancaran jalan kereta api Baotou- Lanzhou. Pekerjaan para ilmuwan Tiongkok yang brilian dalam penelitian padang pasir memperoleh pernilaian tinggi kalangan iptek di dalam dan luar negeri. II Pemandangan Padang Rumput Di daerah Tiongkok barat daya selain terdapat padang pasir yasng luas, terdapat pula padang rumput dengan luas total 300.000.000 hektar. Di antaranya, padang rumput Mongolia Dalam yang luasnya sekitar sepertiga luas total padang rumput seluruh negeri memiliki rumput pakan ternak yang bermutu tinggi sehingga industri peternakan di sini cukup berkembang dan merupakan basis utama pemasok produk peternakan di Tiongkok. Dari lereng barat Gunung Xing'an Besar ke barat dan ke selatan, dari Tembok Besar di Pegunungan Yinshan dan Shaanxi utara ke utara sampai perbatasan Tiongkok Republik Mongolia, kecuali di pinggir timur dan di dalamnya terdapat beberapa deret perbukitan yang tidak begitu tinggi, selebihnya adalah dataran tinggi yang naik turun bergelombang. Dilihat dari pesawat terbang, padang rumput yang luas bagai samudera raya hijau dengan tampak kawanan sapi dan domba di sana sini. Padang rumput Hulunboir dan padang rumput Xilingol adalah lapangan rumput yang paling bagus dan subur di Mongolia Dalam, peternakan paling berkembang dan merupakan tempat penggembalaan yang paling terkenal di Tiongkok. Padang rumput ini adalah kampung halaman kuda Mongol. Tergembleng lingkungan padang rumput yang kejam, kuda Mongol bertubuh kuat, tahan medan yang berat dan terkenal dengan daya tahannya yang kuat dan pandai menempuh jalan jauh. Kuda Mongol yang terlatih, jinak dan berani, merupakan kuda perang yang ideal. Kuda Sanhe hasil kultur modifikasi kuda Mongol lebih unggul daripada kuda Mongol. Kuda Sanhe dengan bulu berwarna merah coklat, bertubuh tinggi besar dan cakap, lebih kuat, pandai menempuh jarak jauh dan membawa beban berat. Kuda Mongol dan kuda Sanhe terutama dihasilkan padang rumput Hulunboir dan Xilingol. Ternak yang utama di padang rumput Mongolia Dalam terdapat pula domba Mongol yang merupakan jenis pebulu dan pedaging. Di antaranya yang paling unggul adalah domba Wuzhumuqin. Jenis domba ini banyak menghasilkan daging bermutu yang lezat rasanya, sangat cocok untuk dijadikan hidangan sabu-sabu. Domba Tanyang dan domba Sanbei hasil kulturasi selektif dari domba Mongol adalah jenis domba pebulu yang unggul. Baju kulit berbulu yang terbuat dari kulit domba tersebut ringan dan hangat, merupakan produk ekspor Tiongkok yang penting dan sangat laku di pasar luar negeri.. Padang rumput Alashan terletak di ujung barat Dataran Tinggi Mongolia Dalam. Iklim di sini lebih kering, kondisi alam lebih kejam. Di padang rumput hanya terdapat tumbuhan semak daun berbentuk duri yang jarang. Unta yang beradaptasi dengan lingkungan tersebut merupkan ternak utama setempat. Unta di Tiongkok adalah jenis unta berbongkol dua yang memiliki kemampuan kuat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Di padang pasir yang luas tak bertepi itu, unta menjadi alat transportasi utama rakyat setempat. Etnis Mongol adalah penduduk utama di padang rumput Mongolia Dalam. Di Tiongkok terdapat lebih 3,4 juta penduduk etnis Mongol, separoh lebih di antaranya bermukim di Daerah Otonom Mongolia Dalam, selebihnya kebanyakan tersebar di provinsi-provinsi di Tiongkok barat laut. Etnis Mongol adalah salah satu etnis yang mempunyai sejarah cukup panjang di antara etnis-etnis minoritas di Tiongkok, ketangkasan dan keberaniannya sudah terkenal sejak dahulu dalam sejarah Tiongkok maupun dunia. Antara akhir abad ke-12 dan awal abad ke-13, Temujin yang dilahirkan dalam keluarga bangsawan Mongol ( 1162--1227) menaklukkan marga-marga lainnya di padang rumput dan mendirikan Negara Mongol yang bersatu, dan Temujin dipilih sebagai Khan Agung seluruh Mongolia dengan nama kehormatan Jengis Khan . Sejak itu, negara Mongol menaklukkan dinasti-dinasti Jin dan Song di sebelah selatan, dan mendirikan Imperium Mongol di Tiongkok---Dinasti Yuan ( 1206--1308), dengan ibu kotan Dadu yakni Beijing sekarang ini. Etnis Mongol adalah etnis yang mempunyai sejarah panjang dan kebudayaan cemerlang. Sejak dahulu kala sampai sekarang, telah muncul banyak sarjana dan ilmuwan yang terkenal dari etnis Mongol dan lahir banyak karya yang sangat tinggi nilainya. Sejarah Rahasia Mongolia adalah karya representatif sejarah etnis Mongol yang selesai ditulis pada pertengahan abad ke-13. Kedokteran Mongol mempunyai cirri khas medis etnis nomad di Tiongkok utara dan cirri local. Terapi menu, pengobatan luka luar dan patah tulang cara Mongol cukup terkenal dan menempati kedudukan penting dalam kedokteran Tionghoa. Nyanyi dan tari Mongol lepas bebas dan mempunyai cirri yang terang dalam seni dan tari Tiongkok. Etnis Mongol mempunyai adat-istiadat dan kebiasaannya sendiri yang khas. Kemah etnis Mongol yang merupakan rumah penggembala adalah kemah wol yang berbentuk bundar, ukurannya tidak sama, rata-rata bergaris tengah 4 meter, dan tinggi 2 meter. Kerangka kemah terbuat dari kayu, bagian luar dibungkus dengan bulu kempa berwarna putih. Di atapnya ada sebuah jendela yang digunakan untuk ventilasi dan penerangan. Di bagian tengah kemah ada tungku untuk memasak dan pemanasan. Kaum penggembala sering berpindah-pindah menggembalakan ternak di padang rumput. Kemah Mongol dapat dibongkar dan diangkut, dan sangat mudah pemasangannya. Hari besar tradisional yang paling meriah dirayakan etnis Mongol adalah Festival Nadam. Nadam dalam bahasa Mongol berarti hiburan atau rekreasi dan bermain. Setiap kali Festival Nadam diadakan di padang rumput, kaum penggembala etnis Mongol di radius seratus kilometer mengenakan pakaian hari raya, baik tua maupun muda beramai-ramai menghadiri perayaan dengan membawa kemah Mongol dan makanan. Pada waktu itu, padang rumput ramai sekali. Pertandingan gulat adalah acara yang menarik pada festival itu. Pegulat Mongol yang kekar mengenakan pakaian tradisional memasuki gelanggang sambil menyanyi, dan adu kekuatan berlaga dengan lawannya. Selain itu, pacuan kuda juga merupakan acara pertandingan yang sangat digemari. Mongolia Dalam adalah daerah otonom minoritas yang pertama di Tiongkok. Setelah berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949, kehidupan rakyat Mongol mendapat perbaikan sangat besar dan cara hidup kaum penggembala yang berpindah-pindah setapak demi setapak berubah menjadi tinggal menetap. Pemerintah menyediakan dana membantu para penggembala memperbaiki lapangan rumput dan ternak bibit untuk meningkatkan daya dukung padang rumput dan produksi hasil peternakan. Huhhot, ibu kota Daerah Otonom Mongolia yang terletak di kaki gunung Yinshan telah menjadi kota baru yang ramai dan makmur di padang rumput dengan gedung-gedung bertingkat yang menjamur melalui pembangunan selama bertahun-tahun. Daerah Tiongkok bagian baratlaut tergolong daerah kering, sepanjang tahun jarang turun hujan, maka udara kering dan terhampar padang pasir dan gurun gobi yang luas, tapi bukan seluruh kawasan adalah gurun tandus. Sentuhan alam raya membuat bumi di daerah Tiongkok baratlaut terdapat banyak pegunungan tinggi, antara lain Pegunungan Qilian di Provinsi Gansu, serta Pegunungan-pegunungan Tianshan, Kunlun dan Altai di Xinjiang. Pegugungan-pegunungan itu tinggi dan terjal, rata-rata 2.000 meter di atas permukaan laut. Badan gunung yang tinggi merupakan tirai pelindung alamiah yang menghambat arus lembab di udara tinggi, sehingga hampir semua gunung tinggi di daerah Tiongkok baratlaut relatif banyak curah hujannya. Curah hujan di sejumlah daerah pegunungan bahkan mencapai 500 sampai 600 mm pertahun, kurang lebih sama dengan daerah Tiongkok utara. Daerah pegunungan tinggi rendah temperaturnya, penguapan relatif kurang dan udara lembab, maka cocok bagi pertumbuhan hutan dan rumput. Di daerah-daerah pegunungan itu terdapat hutan lebat dan lapangan penggembalaan yang subur. Di daerah pegunungan sering turun salju, dan salju yang tertimbun selama ratusan tahun di puncak gunung membentuk glester yang sangat besar. Glester bergeser perlahan-lahan menyusuri lembah gunung, dan sampai di bawah garis salju menjadi sungai yang mengalir sepanjang tahun. Lepas dari pegunungan, sungai-sungai itu meninggalkan wahah yang merentang sepanjang ratusan kilometer di kaki gunung dan di pinggir padang pasir. Wahah-wahah yang terkenal di antaranya adalah wahah di sebelah utara Gunung Qilian, dua wahah di sebelah selatan dan utara Gunung Tianshan serta wabah di sebelah selatan Pegunungan Kunlun. Walaupun lingkungan alam di luar wahah sangat buruk, namun di dalam wahah banyak dihuni penduduk, jalan simpang-siur dan banyak pohon buah-buahan. Rakyat berbagai etnis yang turun-temurun bermukim di wahah selain menanam gandum dan tanaman pangan lainnya, juga mengembangkan perkebunan yang memiliki ciri khas daerah dan sesuai dengan kondisi setempat. Jenis unggul buah-buah yang mereka pupuk seperti anggur tanpa biji dan semangka Hami yang harum dan manis tersohor di Tiongkok bahkan seluruh dunia. Dari Gangsu memasuki Xinjiang dengan mengendarai mobil, tak lama akan tiba di Turfan yang terkenal denganh buah anggurnya. Turfan adalah sebuah tanah cekung. Danau Aiding, titik terendah tanah cekung itu lebih rendah 155 meter dari permukaan laut, merupakan titik terendah kedua di daratan dunia. Tanah cekung Turfan terledak di daerah pedalaman, udara sepanjang tahun kering, curah hujan pertahun tidak sampai 10 mm, dan pada musim panas amat terik, temperatur rata-rata 37 sampai 38 derajat Celsius. Maka, Turfan dijuluki sebagai tanah api. Tapi, siapa menyangka, ada sebuah wahah di pinggir tanah cekung yang kondisi alamnya amat buruk itu. Wahah Turfan terbentuk berkat timbunan salju selama puluhan ribu tahun di puncak Gunung Tianshan. Ketika musim panas tiba, es dan salju mencair menjadi aliran sungai yang membawa kehidupan dinamis pada bumi yang gersang itu. Turfan banyak menghasilkan buah-buahan. Kadar gula dalam buah-buahan di Turfan seperti anggur dan semangka sangat tinggi dan cita rasanya juga istimewa. Lebih-lebih di padang pasir yang kering dan panas tidak ada hama, tumbuhan pertanian tidak perlu disemprot pestisida, maka buah-buahan Turfan adalah makanan hijau bebas polusi yang sangat laris di pasar dunia. Untuk memanfaatkan sepenuhnya sumber daya air yang terbatas dan mengurangi penguapannya, rakyat setempat menemukan suatu cara yang unik untuk menyalurkan air yang dinamakan Sumur Kaner, yakni saluran di bawah tanah gurun gobi untuk menyalurkan lumeran es dan salju ke kebun buah dan sawah lading. Untuk memudahkan perawatannya, setiap jarak tertentu digali sebuah sumur lurus yang menghubungkan saluran air ke permukaan bumi, dan setiap tahun ada tenaga khusus ditugaskan turun ke saluran melalui sumur lurus itu untuk mengeruk saluran, dan tanah kerukan ditimbun di pinggir mulut sumur. Maka kalau timbunan tanah tampak berderet di gurun gobi, bisa dipastikan dibawahnya tentu ada saluran air Sumur Kaner. Sumur Kaner di Turfan sangat besar skalanya, tidak kurang dari 1000 seluruhnya dengan panjang total di atas 3.000 kilometer, air yang disalurkan setiap tahun lebih dari 600 juta meter kubik, mengairi 80% tanah garapan di Turban. Selain wahah Turfan, di daerah Tiongkok baratlaut terdapat pula Wahah Zhangye, Wahah Wuwei dan Wahah Jiuquan di Provinsi Gansu, Wahah Shihezhi, Wahah Korla, Wahah Aksu , Wahah Kashi dan Wahah Hetian di Xinjiang. Dalam keluarga besar bangsa Tionghua, etnis Uigur adalah etnis minoritas terbesar ketiga setelah etnis Zhuang dan etnis Hui. Etnis Uigur berpopulasi 6 juta jiwa, sebagian terbesar bermukim di Xinjiang, khususnya di wahah-wahah daerah Xinjiang Selatan. Etnis Uigur adalah keturunan etnis Huihe pada zaman kuno. Penduduk etnis Huihe yang bermukim selama ratusan tahun di Xinjiang berbaur dengan etnis Han dan etnis-etnis asli setempat lainnya, dan berangsur-angsur menjadi etnis Uigur. Rakyat Etnis Uigur terutama bertani irigasi dengan menanam gandum, padi, jagung, kapas, rami dan buah-buahan. Etnis Uigur adalah etnis yang berjiwa dagang. Pada zaman dulu, daerah ini merupakan tempat yang pasti dilalui Jalan Sutera. Banyak warga Uigur turun temurun berdagang dan sangat berpengalaman di bidang ini. Mereka selain menghasilkan dan menjual produk pertanian ke pasar, juga membuat rajutan wol yang halus dan indah seperti permadani, di antaranya, peci kembang segi empat yang bersulam gambar warna-warni adalah salahsatu aksesori tradisional etnis Uigur, dan sangat digemari wisatawan manca negara. Ukiran jade atau giok Hetian dari kaki Gunung Kunlun juga sangat terkenal. Seiring dengan perkembangan reformasi dan keterbukaan, kegiatan perdagangan warga Uigur juga semakin aktif. Pusat Perdagangan yang paling penting di daerah Xinjiang Selatan--kota Kashi atau Kasgar yang terletak di sisi timur Dataran Tinggi Pamir juga semakin ramai. Dengan berjalan-jalan mengunjungi Bazar di kota Kashi, Anda akan menyaksikan kedai yang berjajar bersambungan, selain menjual barang-barang dagang biasa, juga terdapat barang kerajinan yang berciri khas etnik serta buah-buah yang menggiurkan. Bazar telah menjadi obyek wisata penting di kota Kashi. Etnis Uigur mempunyai bahasa dan tulisan sendiri. Di kalangan mereka beredar banyak cerita rakyat yang menarik. Figur Afandi yang disenangi masyarakat menjadi terkenal di seluruh Tiongkok bahkan dunia. Selain etnis Uigur, di Xinjiang juga bermukim etnis-etnis Han, Khazak, Hui dan Khalkas. Etnis Khazak bertemperamen gamblang, baik laki-laki maupun wanita, tua atau muda pandai menunggang kuda dan olah raga gulat. Penduduk etnis Khalkas sangat ramah dan santun. Bila ada tamu datang, mereka tentu menyuguhkan hidangan yang paling lezat, dan daging kepala kambing dianggap sebagai hidangan paling terhormat untuk tamu. Jalan Sutera Jalan Sutera adalah sebuah jalan perdagangan yang terkenal di zaman kuno, dimulai dari kota Changan, ( kota Xi'an sekarang), melalui bagian timur Provinsi Gansu dan Koridor Hexi, keluar dari Lintasan Yumen dan Lintasan Yangguan memasuki Xinjiang, menuju Asia Tengah, Asia Barat dan Eropa. Jalan itu menjadi tersohor karena terutama mengangkut kain sutera dan hasil tenunan Tiongkok lainnya, maka dinamakan sebagai Jalan Sutera. Dalam perubahan sejarah yang panjang, rute Jalan Sutera berkali-kali mengalami perubahan, juga tidak hanya satu, sedang barang-barang yang diangkut melalui jalan itu juga tidak hanya kain sutera saja. Pada kenyataannya, Jalan Sutera merupakan sebutan umum perhubungan darat antara Tiongkok dan Barat. Sebagai jembatan pertukaran ekonomi dan kebudayaan antara Tiongkok dan Barat, Jalan Sutera mempunyai kedudukan penting dalam sejarah peradaban dunia. Jalan Sutera di wilayah Tiongkok terbagi tiga sektor: sektor timur antara Changan dan Weiwu di Provinsi Gansu; sektor tengah adalah Koridor Hexi, dan yang berada di dalam wilayah Xinjiang adalah sektor barat. Jalan Sutera dibangun pada zaman Dinasti Han Barat sekitar 2000 tahun yang lalu. Pelancong terkenal Zhang Qian dengan mengatasi berbagai kesulitan dan mara bahaya berkali-kali diutus ke kawasan barat, dan pada akhirnya berhasil memasukkan banyak negeri kepangeranan yang kecil di kawasan barat ke dalam wilayah Han Raya, sehingga jalan perdagangan yang merentang di benua Eropa dan Asia itu menjadi jalur yang lancar. Pada zaman Dinasti Tang, begitu makmurnya Jalan Sutera sehingga dalam buku sejarah dilukiskan sebagai kafilah dan utusan tak pernah hilang dari pandangan di jalan itu. Kamakmuran jalan sutera telah mendorong pula perkembangan ekonomi daerah sepanjang jalan dan kota-kota yang makmur bermunculan di jalan sutera. Kota-kota Wuwei , Zhangye, Jiuquan dan Dunhuang di daerah Koridor Hexi Provinsi Gansu adalah kota-kota yang makmur pasarnya dan padat penduduknya. Jalan Sutera memainkan peran penting bagi pertukaran kebudayaan dan ekonomi antara Tiongkok dan Barat. Melalui jalan tersebut, kain sutera, benda giok, barang-barang dari besi dan berbagai jenis barang kerajinan, buah persik, plum dan apikrot serta tehnik produksi yang maju seperti peternakan ulat sutera , peleburan besi dan pembuatan kertas tersebar ke negeri-negeri Barat, sementara tanaman pertanian seperti kapas, buah anggur, alfalfa, delima, walnut, bijan dan semangka serta kaca dan tenunan wol dari negeri-negeri Barat juga tersebar ke Tiongkok. Agama Bhudda di India juga tersebar ke Tiongkok melalui Jalan Sutera dan memberikan pengaruh yang luas kepada perkembangan kebudayaan di Tiongkok. Jalan Sutera berlangsung selama lebih dari seribu tahun sejak zaman Dinasti Han Barat, dan berbagai etnis di Tiongkok dan Barat telah menciptakan kebudayaan yang cemerlang di bumi yang luas ini. Tak terbilang banyak benda budaya sejarah di jalan sutera yang terpelihara sampai sekarang diam-diam mencatat kemakmuran pada zaman itu. Gua batu (grotto) adalah benda budaya peninggalan sejarah paling menonjol di Jalan Sutera. Di dalam wilayah Tiongkok terdapat Gua Mogao Dunhuang di Provinsi Gansu, Gua Kuil Bingling di Yongjing, Gua Gunung Maiji di Tiasnshui serta Gua Kijil di Kota Baicheng Xinjiang. Di antaranya Gua Mogao Dunhuang adalah yang paling tersohor di antara emapt gua batu terkenal di Tiongkok ( yang lainnya ialah Gua Yungang, Gua Longmen di Luoyangdan Gua Maijishan di Tianshui Gansu). Gua Mogao terletak di kaki Gunung Mingsha, 25 kilometer sebelah tenggara Kabupaten Dunhuang, panjang arah utara selatan sekitar 2 kilometer, jumlah gua yang ada sekarang 492, gambar dinding 45.000 meter persegi dan patung Bhudda 2.400 lebih. Pada akhir abad ke-19, di sebuah gua batu yang tertutup ditemukan kitab agama zaman kuno, dokumen dan lukisan dalam jumlah sangat besar dan memiliki nilai benda budaya sangat tinggi. Para pekerja ilmiah telah melakukan penelitian dalam waktu panjang terhadap benda-benda itu dan berangsur-angsur terbentuklah ilmu Dunhuang, suatu disiplin ilmu baru yang bersifat internasional. Sayang, banyak benda-benda budaya itu sudah tidak lengkap lagi dan sementara benda budaya yang sangat berharga telah dirampok oleh negeri asing. Jalan Sutera yang merentang di benua Eropa dan Asia mulai merosot sesudah Dinasti Tang. Ini disebabkan karena titik berat ekonomi Tiongkok mulai berpindah ke Selatan, perhubungan laut mulai berkembang, ditambah ekspedisi ke barat yang dilancarkan Mongol Dinasti Yuan, sehingga ekonomi dan kebudayaan di Asia Tengah mengalami perusakan sangat besar dan Jalan Sutera berangsur-angsur terbengkalai sejak itu. Jalan Sutera zaman kuno yang pernah sangat makmur sudah menjadi sejarah. Jalan Sutera sekarang ini telah mengalami perubahan radikal. Menyusuri rute aslinya dari Xi'an via Nanzhou sampai Urumqi melalui jalan raya Lanzhou-Xinjiang atau jalan kereta api Lanzhou-Xinjiang kota-kota sejarah yang terkenal di sepanjang Jalan Sutera seperti dihubungkan dengan seutas tali. Wahah-wahah di sepanjang jalan terus diperluas dan menghasilkan bahan pangan yang cukup memenuhi kebutuhan, buah-buah yang dihasilkannya diangkut ke berbagai daerah. Lanzhou, ibukota Provinsi Gansu di Jalan Sutera adalah kota industri terbesar dan pusat lalu lintas serta pusat kebudayaan di Tiongkok barat laut. Di dekat kota kuno Jiuquan telah dibangun Pabrik Besi dan Baja yang terbesar di Tiongkok barat laut; di Jinchang yang terletak di pedalaman gurun gobi telah dibangun pertambangan nikel dan basis peleburan nikel; dan Ladang Minyak Yumen di dekat lintasan Yumen yang strategis pada zaman kuno telah menjadi basis produksi minyak yang paling tua di Tiongkok. Pemandangan padang pasir dan banyak patilasan sejarah di Jalan Sutera telah menjadi sumber daya melimpah bagi pariwisata. Bertamasya ke Jalan Sutera kini telah menjadi acara wisata paling menarik bagi wisatawan manca negara. Jalur rangkap jalan kereta api Lanzhou-Xinjiang antara Lanzhou dan Urumqi yang diresmikan tahun 1996 telah meningkatkan daya angkut di daerah Tiongkok barat laut.Pada tahun 1992, jembatan baru benua Asia-Eropa antara kota Lianyungang Provinsi Jiangsu, kota terbuka di pantai Tiongkok dan kota Rotterdam Belanda, pelabuhan terbesar di dunia diresmikan untuk transportasi. Barang-barang yang diangkut dari kawasan Asia Pasifik ke Eropa, Timur Tengah dan Dekat serta para anggota Persemakmuran Nengara Negara Merdeka dikirim ke Lianyungang melalui angkutan laut, kemudian melalui jalan kereta api Lanzhou-Lianyungang dan Lanzhou-Urumqi diangkut ke Alashan, pos perbatasan bagian barat Tiongkok, dan memasuki wilayah Persemakmuran Negara Negara Merdeka, melalui lima jalur diangkut ke Eropa serta negara-negara Asia Tengah dan Barat. Barang-barang berbagai negara Asia Tengah dan Barat serta Eropa juga dapat diangkut dari Barat ke Timur melalui jembatan benua itu. Jembatan benua baru Asia-Eropa kini jtelah menjadi jalur angkutan internasional paling ekonomis dan cepat yang menghubungkan benua Asia dan Eropa.

Daerah Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Dataran Tinggi Qinghai-Tibet adalah dataran tinggi yang paling tinggi letaknya dari permukaan laut dan paling akhir terbentuknya di dunia, dijuluki sebagai Atap Dunia. Di sebelah utaranya adalah Gunung Kunlun dan Gunung Qilian, di selatannya Pegunungan Himalaya, pegunungan tertinggi di dunia, di sebelah timur adalah Pegunungan Hengduan dan di sebelah barat adalah Dataran Tinggi Pamir. Dataran Tinggi Qinghai-Tibet rata-rata 4.000 meter di atas permukaan laut, di dataran tinggi itu terdapat perbukitan yang tinggi serta lembah yang landai dan tanah cekung, membentuk sebuah unit geografi yang sangat khas. Dataran Tinggi Qinghai-Tibet meliputi dua daerah tingkat provinsi yaitu Qinghai dan Tibet. Qinghai terletak di bagian timur laut dataran tinggi itu, arealnya relatif kecil, sedang di sebelah barat adalah Tanah Cekung Caidam, sebuah tanah cekung di pedalaman yang kering. Bagian lain dataran tinggi itu adalah Daerah Otonom Tibet yang penduduk utamanya etnis Tibet. Boleh dikatakan bahwa Dataran Tinggi Qinghai-Tibet adalah kampung halaman etnis Tibet. Penduduk etnis Tibet yang bermukim di lingkungan dunia salju sangat dingin itu mempunyai cara hidup dan peradabannya yang istimewa. Atap Dunia Masalah meningginya Dataran Tinggi Qinghai-Tibet selalu mengundang perhatian luas para sarjana ilmu tentang bumi. Ada ilmuwan bahkan memastikan bahwa penelitian terhadap proses dan mekanisme terbentuknya Dataran Tinggi Qinghai-Tibet bisa menimbulkan revolusi bagi perkembangan ilmu tentang bumi. Ditilik dari hasil penelitian yang sudah dipublikasikan, Dataran Tinggi Qinghai-Tibet semula adalah lautan dan sekitar dua juta tahun yang lalu belum ada dataran tinggi itu. Kemudian, melalui beberapa kali meningginya kerak bumi dalam skala relatif besar baru terbentuk tanah liar yang dingin itu. Menurut apa yang lazim disebut teori lempeng kerak bumi, Dataran Tinggi Qinghai-Tibet berangsur-angsur menyembul dan lenyaplah laut kuno di sana akibat benturan antara lempeng kerak India di sebelah selatan dan lempeng kerak bumi Erasia di sebelah utara. Penyelidikan kerap kali dilakukan di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet untuk mencari bukti benturan antara kedua lempeng kerak bumi tersebut. Sebagai hasilnya, di ujung selatan Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, yaitu tepatnya di dalam tebing cadas Pegunungan Himalaya ditemukan banyak fosil makhluk laut kuno, sedangkan di lembah Sungai Yarlung Zangbo di sebelah utara Pegunungan Himalaya terdapat banyak cadas khusus yang terbentuk oleh benturan kerak bumi. Kesemua penemuan itu menyediakan bukti kepada ilmuwan untuk melakukan penelitian dan analisis. Menyembulnya Dataran Tinggi Qinghai-Tibet mendatangkan perubahan mahabesar secara global, khususnya lingkungan Asia Timur. Antara 10 ribu tahun yang lalu dan sekarang, terpengaruh oleh menyembulnya dataran tinggi, iklimnya pun berangsur-angsur berubah dari yang lembab dan hangat menjadi dingin dan kering. Danau yang luas di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet berangsur-angsur menyusut bahkan menghilang perlahan-lahan. Menyembulnya Dataran Tinggi Qinghai-Tibet juga membawa perubahan pada arus atmosfer, yakni angin musim di Asia Timur meningkat dan bagian barat Tiongkok menjadi kering iklimnya, dan iklim angin musim di bagian timur Tiongkok semakin menonjol. Sampai sekarang, gerakan kerak bumi di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet tetap sangat aktif. Di pedalaman Dataran Tinggi Qinghai-Tibet dapat kita lihat tak terbilang banyaknya mata air panas, di antaranya terdapat mata air yang tinggi suhu airnya dan memancar sebentar-sebentar dengan pemandangannya yang sangat mengagumkan. Di ujung timur Dataran Tinggi Qinghai-Tibet sering terjadi gempa bumi. Pada tahun 1950-an, di daerah Cha'ou bagian tenggara Tibet pernah terjadi gempa bumi dahsyat. Selain itu, menurut survei ilmuwan, Pegunungan Himalaya terus meninggi dengan laju beberapa milimeter setiap tahun. Lanskap Dataran Tinggi Qinghai-Tibet Dataran Tinggi Qinghai-Tibet beriklim dataran tinggi yang tipikal, yaitu radio-aktif sinar matahari kuat, suhu udara rendah. Perubahan suhu udara hari sangat besar, sedang perubahan suhu udara tahun relatif kecil. Sementara itu, di dataran tinggi itu tipis udaranya dan kadar oksigen di atmosfer juga rendah. Ketika Anda turun dari pesawat terbang di Bandar Udara Lhasa, perasaan pertama Anda ialah sesak nafas, denyut jantung cepat dan kepala pusing. Kesemua ini adalah gejala tipikal di daerah yang tinggi di atas permukaan laut. Selain itu, sinar matahari di Lhasa lebih mencolok daripada di daerah mana pun. Sedangkan langit di sana jauh lebih biru daripada langit di mana pun. Itu adalah ciri-ciri lingkungan dataran tinggi yang sangat tipikal. Apabila Anda memasuki Tibet dari Provinsi Qinghai dengan mobil, maka pemandangan menelusuri jalan pasti sangat mengagumkan. Sepanjang ratusan kilometer perjalanan dalam mobil yang terlihat hanyalah tanah yang luas dan sepi. Pegunungan sepanjang jalan tertutup salju. Di tanah liar yang luas tak berbatas kadang-kadang terlihat beberapa ekor lembu yak yang sedang melahap rumput rendah dan jarang terlihat sesosok manusia. Dataran Tinggi Qinghai-Tibet sering dilanda angin besar dan iklimnya pancaroba. Flora dan fauna di daerah yang buruk iklim itu berangsur-angsur berkembang dan menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut. Tumbuh-tumbuhan di dataran tinggi biasanya pendek dan rendah dengan masa hidup yang pendek. Kulit tumbuhan di dataran tinggi biasanya berlapis kutikula yang tebal atau berbulu halus untuk menangkis serangan sinar matahari yang panas, suhu udara rendah dan angin besar. Akar tumbuh-tumbuhan di dataran tinggi subur dan tahan kekeringan dalam jangka panjang. Binatang di dataran tinggi juga memiliki ciri khas yang serupa dengan tandanya yang paling menonjol ialah, jantung dan paru-parunya kuat, kandungan sel darah merahnya juga lebih tinggi daripada binatang sama yang hidup di dataran, maka dapat hidup di daerah yang rendah kandungan oksigennya. Salah satu tumbuhan yang paling populer di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet adalah rumput sedge yang rendah. Rumput itu disebut oleh penggembala setempat sebagai rumput mentega. Rumput tersebut melingkupi hampir seluruh permukaan tanah Dataran Tinggi Qinghai-Tibet dan kelihatannya seperti permadani bewarna hijau. Rumput sedge bergizi banyak dan adalah rumput pakan yang paling baik bagi kambing Tibet. Lembu yak dan kambing Tibet adalah dua macam hewan ternak yang hidup di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet. Khususnya lembu yak dijuluki oleh penduduk Tibet sebagai perahu di dataran tinggi. Lembu yak bertubuh tinggi besar dan berbulu panjang dan tebal. Lembu yak tahan udara dingin dan sangat kuat, adalah mitra yang tak tergantikan bagi penggembala Tibet. Di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet terdapat tidak sedikit danau yang luas lagi jernih airnya. Keadaan medan di sekitar danau-danau itu datar dan suhu udaranya relatif tinggi dengan tumbuh-tumbuhannya yang subur sehingga menjadi tempat penggembalaan dan peternakan yang paling baik di daerah tersebut. Di daerah sekitar lembah Sungai Yarlung Zangbo di bagian selatan Dataran Tinggi Qinghai-Tibet yang topografinya lebih rendah dan suhu udaranya lebih tinggi terdapat tumbuhan anual seperti jelai, gandum dan kedelai. Oleh karena kuatnya sinar matahari, maka produksi unit tanaman pertanian sangat tinggi. Misalnya satu kentang di daerah itu bisa seberat setengah kilogram ke atas dan satu lobak bisa seberat 2 sampai 3 kilogram. Pemerintah Tiongkok menaruh perhatian besar pada pertanian Tibet dan telah mendirikan balai riset pertanian di Lhasa ibukota Tibet untuk mempopulerkan berbagai jenis tanaman pertanian, antara lain, gandum di pedalaman untuk ditanam di Tibet. Sekarang upaya itu telah mencapai kemajuan sangat besar. Di bagian utara Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, udaranya dingin dan sedikit turun hujan. Iklimnya lebih buruk daripada bagian lainnya di Tibet dan tumbuh-tumbuhannya juga lebih sedikit. Daerah itu pada pokoknya adalah daerah tanpa penghuni, namun daerah itu adalah surga bagi binatang liar. Daerah sekitar lembah Sungai Yarlung Zangbo adalah daerah yang relatif maju ekonominya di Tibet. Karena letak geografinya di sebelah selatan dan topografinya agak rendah, maka sinar matahari di sana bisa memenuhi kebutuhan pertumbuhan tanaman pertanian seperti jelai dan gandum. Di daerah aliran anak-anak sungai di kedua belah lembah itu, antara lain, Sungai Lhasa, Sungai Nyang Qu dan Sungai Nyang terbentang banyak dataran kecil, yang merupakan lumbung Tibet. Lhasa, ibukota Tibet dan Sigaze, kota terbesar nomor dua Tibet masing-masing terletak di tepi Sungai Lhasa dan Sungai Nyang Qu. Adat Istiadat Tibet Rakyat Tibet adalah etnis utama di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet. Jumlah penduduknya meliputi 90% ke atas jumlah total penduduk di dataran tinggi tersebut. Khususnya di dalam wilayah Tibet, proporsi penduduk etnis Tibet mencapai 96% dengan penduduk lainnya berasal dari etnis Han, Monggolia, Menba dan Keba. Menurut catatan kitab sejarah, tempat asal etnis Tibet berada di Lembah Sungai Yarlung, anak Sungai Yarlung Zangbo di bagian selatan Tibet. Pada abad ke-6, pahlawan etnis Tibet Songtsan Gambo berhasil menyatukan Tibet dan mengirim utusan ke Chang'an, ibukota Dinasti Tang Tiongkok untuk menghadap Kaisar Taizong yang menerimanya dengan hangat. Pada kesempatan itu, ia menyatakan dambanya untuk meningkatkan hubungan antara Tibet dan Dinasti Tang. Kaisar Dinasti Tang bahkan menikahkan Putri Wen Cheng dengan Songtsan Gambo. Putri Wen Cheng ketika diboyong ke Tibet membawa juga kebudayaan dan teknologi pertanian yang maju dari Tiongkok Tengah ke Tibet sehingga sangat mendorong maju perkembangan ekonomi dan kebudayaan Tibet. Pada abad ke-13, Tiongkok Tengah dikuasai oleh etnis Monggol dan pada masa itulah Tibet secara resmi dimasukkan ke dalam wilayah Tiongkok. Kekuasaan entis Monggol yaitu Dinasti Yuan mengadakan pemerintahan dengan penyatuan administrasi dan agama (yaitu ningrat lapisan atas berkuasa bersama dengan biksu). Sistem politik itu berlangsung terus sampai akhir tahun 1950-an. Penduduk etnis Tibet beragama Budha Mahayana Agama. Budha memasuki Tibet dari India pada abad ke-7. Setelah itu, agama Budha di Tibet menyerap isi tertentu agama setempat dan terbentuklah Budhisme ala Tibet yang mempunyai ciri khas setempat etnis Tibet dan sampai sekarang sudah bersejarah lebih dari seribu tahun. Setelah abad ke-13, berkat dukungan pihak penguasa terhadap agama, agama Budha semakin berkembang di Tibet dengan kuil agama Budha dan bangunan ibadah lainnya tersebar di mana-mana di Tibet. Jumlah penganut agama Budha yang taat di Tibet sangat banyak. Huruf bahasa Tibet adalah huruf fonetis dan bersejarah lama. Kitab agama Budha Tibet yang ditulis dengan huruf bahasa Tibet, sastera riwayat rakyat Milariba serta kitab kedokteran Tibet dan buku-buku astronomi semuanya adalah sumbangan penting saudara setanah air etnis Tibet terhadap kebudayaan bangsa Tionghoa. Penduduk etnis Tibet yang sudah lama menetap di dataran tinggi bertubuh kuat, bermental tangguh dan berkarakter optimistis. Gaya hidupnya sederhana. Penduduk etnis Tibet biasanya memakai sepatu laras dan jubah dengan mengenakan perhiasan. Makanan pokoknya adalah daging dan tepung jelai. Rakyat Tibet suka minum teh mentega atau teh susu dan arak jelai yang tidak terlalu keras. Perumahannya kebanyakan adalah gedung batu dengan dua sampai tiga lantai. Lain daripada kemah penggembala Monggol yg berbentuk bundar, penggembala Tibet biasanya hidup dalam kemah kulit lembu yak yang bentuknya persegi panjang. Rakyat Tibet berperangai hangat ramah, terus terang serta pandai menyanyi dan menari. Lagu-lagu etnis Tibet berirama mengalun dan ritmis. Tariannya indah sekali dan selalu diiringi dengan nyanyian. Di Tibet terdapat banyak festival, antara lain, Festival Tahun Baru Penanggalan Tibet, Festival Shoton atau Festival Susu Asam yang populer di peternakan, Festival Ongkor atau Festival Panen Raya yang dirayakan di daerah pertanian dan Festival Mandi yang merupakan festival bersama di seluruh daerah Tibet. Tahun Baru Penanggalan Tibet hampir sama dengan adat istiadat Tahun Baru Imlek di pedalaman. Namun Festival Mandi Tibet memiliki ciri khas etnisnya yang tersendiri. Festival Mandi jatuh pada awal bulan ke-7 penanggalan Tibet. Pada festival itu, rakyat Tibet, tak peduli laki-laki, wanita, tua muda semuanya bermandi di dalam sungai dengan senang hati demi mencuci kekotoran dalam satu tahun silam dan mendoakan kebahagiaan pada tahun yang akan datang. Eksploitasi Daerah Caidamu Dalam arti luas, Caidamu meliputi Tanah Cekung Caidamu dan Tanah Cekungan Danau Qinghai. Di bagian utara Dataran Tinggi Qinghai-Tibet terdapat suatu daerah yang relatif rendah geografinya, yaitu Tanah Cekung Caidamu yang berarti rawa alkali dalam bahasa Monggol. Kenyataannya memang begitu, danau, tanah cekungan serta rawa alkali berhamburan di Tanah Cekung Caidamu. Sebelum tahun 1950-an, Caidamu adalah daerah tanpa penghuni. Caidamu mempunyai sumber daya yang sangat kaya dan sering dijuluki Tanah Khazanah. Selama 40 tahun lebih, Tiongkok telah menanam modal dalam jumlah sangat besar untuk melakukan survei di daerah Caidamu. Sementara itu, di daerah yang syaratnya matang telah didirikan usaha pertanian dan di tempat yang kaya akan sumber daya tambang telah didirikan sejumlah perusahaan industri dan pertambangan ukuran besar. Selain itu, Tiongkok mengintensifkan pembangunan perhubungan di Caidamu untuk memudahkan eksploitasi sumber daya. Sekarang di Caidamu telah terbentuk jaringan jalan raya. Jalan kereta api di sana pun terus bertambah panjang. Caidamu yang sepi dulu kini semakin mempertunjukkan posisi pentingnya dalam kehidupan ekonomi Tiongkok. Danau Qinghai adalah danau asin yang terbesar di Tiongkok. Danau itu berbentuk belah ketupat yang tidak teratur. Bujurnya dari timur ke barat lebih dari seratus kilometer dan lintangnya dari utara ke selatan 60 kilometer lebih. Danau Qinghai yang luasnya 4583 kilometer persegi dikelilingi gunung dan di sekitarnya terbentang dataran yang luas. Di atas padang rumput yang melingkupi dataran lepas danau terlihat kawanan kambing yang putih, suatu panorama alam yang indah sekali. Danau Qinghai bewarna biru kehijauan, dan dari warna itulah Danau Qinghai mendapat namanya. Dalam bahasa Monggolia, Danau Qinghai disebut sebagai Kukunuor, juga berarti danau biru. Di Danau Qinghai terdapat dua pulau kecil, yang masing-masing dinamakan Haixinshan atau gunung pusat danau dan Pulau Burung. Pulau Burung adalah surga bagi ratusan ribu burung yang hidup di pulau tersebut. Setiap musim panas, banyak burung kelana bermigrasi dari bagian selatan ke untuk bersarang di pulau yang terisolasi tersebut. Burung-burung kelana itu akan kembali ke bagian selatan pada musim dingin. Sekarang di Pualau Burung tersebut telah didirikan daerah suaka satwa liar untuk khusus melindungi burung-burung yang hidup di pulau itu. Pada tahun-tahun belakangan ini, Danau Qinghai terus menciut. Sebelum tahun 1970-an, Pulau Burung selalu dikelilingi oleh air danau, namun setelah tahun 1976, karena permukaan air danau terus menurun sehingga pulau itu telah bersambungan dengan darat dan menjadi sebuah semenanjung. Dengan demikian, perlindungan daerah suaka satwa liar Pulau Burung menjadi tugas yang sangat mendesak. Menurut bahan yang diterbitkan, di Caidamu terdapat tambang garam, timah hitam dan seng, minyak bumi dan batu bara. Sedangkan tambang garam terutama terletak di dalam beberapa danau garam besar di Tanah Cekung Caidamu. Cadangan garam di dalamnya kira-kira 60 miliar ton, menempati urutan pertama di Tiongkok. Di dalam danau-danau garam itu terdapat pula cadangan garam logam yang sangat kaya, antara lain, boron, lithium, magnesium dan potasium yang sangat berguna. Sumber garam potasium terutama berada di kolam garam Carhan, kolam garam terbesar di Caidamu dengan cadangannya yang sudah jelas kira-kira 300 juta ton, meliputi lebih 70% dari cadangan garam potasium di seluruh negeri. Sekarang sumber garam di Kolam Caka bagian timur Tanah Cekung Caidamu sudah mulai dieksploitasi secara besar-besaran. Di dekat Kolam Garam Carhan didirikan pabrik pupuk kimia potasium yang terbesar di Tiongkok dengan hasil produksi tiap tahun tercatat 200 ribu ton. Tambang timah hitam dan seng di Caidamu terletak di Gunung Tambang Timah Hitam bagian timur laut. Cadangannya sangat kaya dan mutunya tinggi. Sekarang di daerah itu telah dibangun pertambangan dengan skala penambangan mencapai satu juta ton setiap tahun. Cadangan minyak bumi di Caidamu terletak di sekitar Danau Lenghu di bagian barat Tanah Cekung Caidamu. Sekarang di daerah Germu telah dibangun kilang minyak yang mempunyai arti strategis untuk memenuhi permintaan setempat dan menyuplai minyak ke Tibet di sebelah selatan.

Beijing, Shanghai dan Kawasan Pengembangan Baru
Beijing - Pusat Politik dan Kebudayaan Tiongkok Beijing, ibukota Republik Rakyat Tiongkok adalah pusat politik dan kebudayaan Tiongkok, juga merupakan kota budaya terkenal di Timur. Beijing terletak di ujung utara Dataran Huabei dan berjarak 150 kilometer dari Laut Bohai di sebelah tenggara. Luasnya 16,8 ribu kilometer persegi dengan jumlah penduduk tercatat 12,59 juta jiwa. Beijing: Beijing bersejarah lama, terhitung dari berdirinya kota, ia sudah bersejarah lebih dari 3 ribu tahun. Sejak mempunyai sejarahnya, Beijing selalu adalah kota penting di Tiongkok utara. Sampai masa konfrontasi antara Dinasti Song Utara ( tahun 9601127) dan Dinasti Liao ( tahun 9071125),Beijing secara melompat menjadi pelengkap ibukota kedua dari Dinasti Liao . Setelah itu ,sebagai ibukota dinasti-dinasti Jin, Yuan, Ming dan Qing, Beijing selalu merupakan pusat politik Tiongkok. Tahun l949, Beijing ditetapkan sebagai ibukota Republik Rakyat Tiongkok. Beijing menampilkan wajah ibukota timur yang khas. Di kota itu terdapat sebuah garis poros tengah dari utara ke selatan. Kota terlarangistana untuk Dinasti Ming dan Dinasti Qing justru dibangun di pusat kota. Garis poros tengah selatan-utara itu melintasi pintu depan dan pintu belakang Kota Terlarang serta Balairung Kerukunan Tertinggi dengan singgasana Kaisar di dalamnya berada di garis poros tengah itu. Di kedua sisi garis poros tengah, dibangun secara berencana serentetan kelompok bangunan. Jalan dan lorong kecil dan besar kebanyakannya melintas selatan-utara dan timur-barat, dan terbentuk pengaturan jalan kota papan catur. Pengaturan bangunan yang berpusat pada kekuasaan kerajaan tersebut jarang ada di dunia. Beijing sebagai ibukota kuno sejauh ini tetap memelihara sejumlah besar bangunan kuno dalam jumlah besar dan berbagai macam benda budaya sejarah Istana pada masa Dinasti Ming dan Qing adalah salah satu istana yang paling besar skalanya di dunia dan paling megah di dunia, dan sejauh ini dipelihara dengan baik, dan dijadikan sebagai museum Istana Terlarang. Gerbang Tian An Men di sebelah selatan Kota Terlaranggerbang besar selatan bekas kota kerajaan sudah dipugar dengan baik. Gerbang Tian An Men adalah lambang Beijing. Di depan Gerbang Tian An Men terdapat lapangan Tian An Men yang rata dan luas . Di tengah lapangan itu dibangun tugu peringatan pahlawan rakyat dan Gedung Peringatan Mao Zedong. Di kedua sisi Kota Terlarang terdapat Taman Zhongshan dan Istana Kebudayaan Rakyat Pekerja, di belakangnya terdapat Taman Jing Shan dan Taman Bei Hai, kesemuanya ini membentuk kelompok bangunan yang lengkap. Memasuki Kota Terlarang, anda dapat menikmati seni bangunan kuno Tiongkok, dan melacak kembali sejarah Tiongkok. Taman Kerajaan yang terbesar TiongkokTaman Yihe berada di pinggiran barat laut kota Beijing . Tempat peninggalan sejarah Taman Yuan Min Yuan yang terletak di dekatnya adalah tempat wisatawan sering bertamasya. Beijing mempunyai tradisi kebudayaan yang lama dan kaya. kota kuno itu melahirkan logat Beijing , di atas dasar logat Beijing terbentuklah bahasa Mandarinbahasa baku Tiongkok. Di sana juga terdapat Opera Pekingopera yang paling terkenal di Tiongkok. Makanan tradisional di Beijing di samping mempunyai ciri khas makanan Tiongkok tengah, juga sesuai dengan kebiasaan makanan Etnis Man dan Etnis Mongol di Tiongkok utara, dan melahirkan makanan terkenal seperti bebek panggang dan daging kambing rebus celup. Pekarangan 4 segi dirancang dengan rasional dan gaya bangunannya berciri khas, lorong besar dan kecil penuh dengan perasaan manusia. Industri kerajinan tangan tradisional Beijing dengan ketrampilan seninya yang halus, dan hasil kerajinan tangan tradisional seperti Jingtailan, ukiran giok dan permadani terkenal di pasar internasional. Kesemuanya ini disukai oleh wisatawan dalam dan luar negeri. Usaha ilmu-pengetahuan dan kebudayaan modern di Beijing sangat maju. Beijing adalah pusat ilmu-pengetahuan dan kebudayaan yang terbesar di Tiongkok . Di Beijing terdapat perpustakaan yang terbesar di seluruh negeriPerpustakaan Beijing, sarana olah raga yang paling besar skalanya di seluruh negeri, dan rumah sakit kelas satu di seluruh negeri .Beijing adalah pusat persurat-kabaran negara dan juga adalah tempat kedudukan puluhan organisasi kesenian nasional dan 120 museum yang membuat Beijing terkenal sebagai Kota Museum . Beijing juga memusatkan hampir seratus berbagai jenis perguruan tinggi . Universitas Peking, Universitas Qinghua dan lain-lainnya tidak saja memupuk sejumlah besar tenaga keahlian, tapi juga menarik banyak mahasiswa luar negeri. Akademi Ilmu Pengetahuan dan Akademi Ilmu Pengetahuan Sosial yaitu badan riset ilmiah terbesar Tiongkok serta seratus badan riset dibawah pimpinannya kebanyakannya juga ditempatkan di Beijing. Zhongguangcun di pinggiran barat laut Beijing adalah tempat yang paling padat tenaga keahlian dan teknologinya . Universitas Peking dan Universitas Qinghua dan berbagai badan riset dari Akademi Ilmu-Pengetahuan Tiongkok berkedudukan di sana. Sejak tahun 80-an, industri iptek tinggi di sana berkembang subur, maka Zhongguangcun disebut sebagai Lembah Silikon Tiongkok. Beijing mempunyai dasar industri yang cukup kuat. Beijing mempunyai banyak sektor industri antara lain besi dan baja, batu-bara, permesinan , petro-kimia, elektronik dan tekstil. Perusahaan Besi dan Baja Ibukota ,Pertambangan Batu-bara Jingxi, Perusahaanumum Petro-kimia Yanshan dan perusahaan patungan modal Tiongkok-Amerika , Pabrik Jeep Beijing adalah perusahaan ukuran besarnasional. Sejak dasawarsa 90an industri-industri tradisional antara lain besi dan baja, industri kimia dan tekstil sedang berkembang ke arah industri padat teknologi, dan industri teknologi tinggi dan baru yang sesuai dengan ciri ibukota antara lain informasi, elektronik, pengintegrasian optik, permesinan dan elektronik, rekayasa biologi serta farmasi baru dan bahan baru sudah menjadi titik berat perkembangan industri modern Beijing. Sebagai ibukota Tiongkok, Beijing mempunyai lalu lintas yang maju. Ia adalah pusat pengangkutan kereta-api, jalan raya dan penerbangan Tiongkok , dan memiliki banyak jalan kereta-api dan induk jalan raya utama yang menghubungkan berbagai tempat seluruh negeri .Diresmikannya jalan tol Beijing pelabuhan baru Tanggu Tianjin lebih memudahkan hubungan laut Beijing dengan tempat lain . Lapangan terbang di pinggiran timur Beijing sudah berkembang menjadi bandar udara yang terbesar di Tiongkok , terdapat banyak jalur penerbangan yang menuju berbagai kota besar di Tiongkok dan berbagai tempat luar negeri. Seiring dengan terus berkembangnya reformasi dan keterbukaan, wajah Beijing mengalami perubahan dari hari ke hari. Pembangunan prasarana di kota antara lain lalu-lintas dan telekomunikasi telah mencapai hasil besar . Jalan lingkar l dan lingkar 2 di Beijing sudah menjadi jaringan lalu lintas lingkar yang stereoskopik, tingkat pemerataan telepon kontrol program di Beijing juga menempati peringkat pertama di seluruh Tiongkok . Bangungan modern di Beijing semakin banyak, taman, dan daerah hijau serta lapangan rumput bertambah terus. Ada orang bilang, Beijing tumbuh tinggi dan Beijing bertambah cantik . Bagian terkait Beijing sudah menyusun rencana pembangunan Beijing untuk jangka panjang pada abad ke-21, maka dapat dipercaya bahwa tak lama lagi, Beijing akan berubah menjadi lebih indah. Pusat ekonomi Tiongkok yang terbesar --Shanghai Kota Shanghai yang berpenduduk 13 juta jiwa adalah metropolis tingkat dunia, tapi luasnya hanya 6340 kilo meter persegi. Di tanah yang terbatas itu, Shanghai sudah menjadi pusat ekonomi dan kota pelabuhan yang terbesar di Daratan Tiongkok. Nilai total produksi industri dan pertanian Shanghai , volume komoditas ekspor dan volume bongkar-muat pelabuhan di Shanghai masing-masing menempati urutan pertama di antara berbagai provinsi dan daerah otonom seluruh Tiongkok . Kota Shanghai terletak di sebelah selatan Sungai Yangtse, cabang terakhir dari Sungai Yangtse- sungai Huangpu mengalir melintasi daerah kota . Walaupun pelabuhan Shanghai termasuk pelabuhan besar, tapi daerah kota Shanghai tidak dekat dengan laut, pusat kota masih berjarak 20 kilo meter dari muara sungai di Wusong, seluruh daerah pelabuhan berada di tepi sungai Huangpu sepanjang 8 kilo meter. Justru Sungai Huangpu itulah yang melahirkan pelabuhan Shanghai seperti sekarang ini, tanpa pelabuhan Shanghai, tidak ada Shanghai besar yang sekarang ini. Shanghai adalah buaian industri modern Tiongkok. Setelah Perang Candu dasawarsa 40-an abad ke-19, Shanghai dibuka menjadi kota perdagangan, modal asing dalam jumlah besar mengalir ke Tiongkok , dengan demikian, Shanghai cepat berkembang menjadi pusat moneter yang terbesar di Timur Jauh. Bersamaan dengan itu, industri-industri modern antara lain tekstil, pembuatan mesin dan makanan berturut-turut dibangun di Shanghai. Shanghai menjadi kota perdagangan di mana banyak pengusaha berkumpul, toko-toko berdiri, dan barang Tiongkok dan luarnegeri bercampur-baur. Setelah berdirinya Tiongkok baru Shanghai selalu menjadi basis industri yang terbear dan penyetor laba dan pajak yang terbesar di Tiongkok , dan Shanghai memainkan peranan penting bagi pembangunan ekonomi negara. Shanghai adalah kota perindustrian dan perdagangan yang terbesar di Tiongkok. Sektor industri ringan dan berat lengkap, dan dasarnya kuat, banyak sektor industri menempati kedudukan yang penting di seluruh Tiongkok . Industri besi dan baja merupakan sektor industri tradisional di Shanghai. Perusahaan Besi dan Baja Baoshan menempati kedudukan yang penting di seluruh Tiongkok. Industri Petro-kimia Shanghai juga sangat penting, Perusahaan Petrokimia Jinshan yang berada di pinggiran tenggara Shanghai adalah salah satu perusahaan petrokimia ukuran besar di seluruh Tiongkok . Sejak dasawarsa 90-an abad yang lalu, kedudukan memimpin 6 industri soko-guru Shanghai terus diperkuat , yaitu industri otomotif, perlengkapan telekomunikasi elektronik , industri besi dan baja, industri petrokimia dan industri pengolahan kimia intensif, perangkat peralatan lengkap , pusat tenaga listrik dan perlengkapan mesin dan alat elektronik ukuran besar serta industri* alat-alat elektronik rumah tangga. Selain itu, industri tiga teknologi baru dan tinggi yang meliputi sirkuit terpadu dan komputer, teknologi perekayasaan biologi modern serta farmasi dan bahan baku baru telah mencpapai perkembangan yang baik , dan berangusr-angsur berkembang dalam skala tertentu. Pelaksanaan reformasi dan keterbukaan memberi daya hidup pada Shanghai. Laju perkembangan ekonomi Shanghai terus dipercepat, khususnya pada tahun l990. pPmerintah Tiongkok memutuskan untuk mengembangkan Distrik Pudong Shanghai, dan menjadikan Shanghai sebagai tempat utama keterbukaan Tiongkok terhadap dunia luar, dan dengan demikian mempercepat pembangunan daeah aliran Sungai Yangtse dengan Shanghai sebagi pelopor ,dan selanjutnya mendorong perkembangan ekonomi seluruh Tiongkok. Distrik baru Pudong adalah daerah delta di sebelah timur Sungai Huangpu dan sebelah barat Muara Sungai Yangtse, dan berada di pertemuan titik tengah garis pantai Tiongkok dan Muara Sungai Yangtse , dan berdekatan dengan daerah kota lama Shanghai yang kuat dasarnya. Distrik baru Pudong berkembang pesat, momentum perkembangan kuat, dan skala penanaman modal pengusaha asing relatif besar , tidak sedikit perusahaan trans-nasional yang terkenal di dunia internasional beramai-ramai memasuki Pudong. Bersamaan dengan itu, berbagai perusahaan dalam negeri juga berkedudukan di Pudong untuk mengadakan berbagai kegiatan ekonomi. Kawasan keuangan dan perdagangan Lujiazui bergabung dengan jalan keuangan di pantai sungai Huangpu, dan sedang dibangun daerah perdagangan pusat yang paling ramai di Tiongkok. Kawasan pengolahan barang expor Jinziao mempunyai ciri pengembangan teknologi tinggi dan baru serta industri modern. Proyek iptek tinggi di taman iptek tinggi Zhangjiang berturut-turut mulai dibangun, proyek farmasi biologi modern paling menonjol. Di kawasan berikat Waigaoziao, perdagangan pengolahan barang ,perdagangan jasa dan perdagangan transit berkembang pesat. Pemerintah Kota Shanghai menetapkan rencana pembangunan daerah Pudong, dan memasukkan modal dalam jumlah besar untuk melakukan pembangunan prasarana secara besar-besaran. Jembatan Yangpu dan jembatan Nanpu di sungai Huangpu menyambungkan lalu-lintas di kedua tepi sungai itu. Gedung modern berdiri tegak, bandara , pelabuhan air dalam dan bandar imformasi berturut-turut mulai digunakan. Jika dibandingkan dengan Daratan Tiongkok, sejarah terbentuknya Kota Shanghai relatif lambat, tradisinya sedikit, tapi wajah kota modern banyak. Selama lebih dari 100 tahun, Shanghai dari satu kota kecil pantai laut berkembang menjadi metropolis yang berpenduduk lebih dari l0 juta jiwa, penduduk pendatang jauh melampaui penduduk asli Shanghai. Penduduk pendatang di Shanghai terutama datang dari bagian selatan Provinsi Jiangsu dan bagian timur Provinsi Zhejiang, selain itu juga terdapat sebagian kecil imigran asing . Penduduk baru dan lama di Shanghai itu dalam proses pergaulan dalam jangka panjang saling bergabung, dan berangsur-angsur terbentuklah kebudayaan daerah yang khas Shanghai . Dalam dialek Shanghai terdapat bekas-bekas dialek Zhejiang, kebiasaan hidupnya kurang lebih sama dengan di daerah-daerah tersebut. Opera yang populer di Shanghai antara lain opera Zhejiang dan opera Pingdan pada kenyataannya adalah semacam opera daerah yang populer di Suzhou Provinsi Jiangsu dan Shaoxing Provinsi Zhejiang serta diolah dan diperbarui lebih lanjut.Dalam kehidupan ekonomi dan sosial modern, jika dibandingkan dengan orang di daerah lain Tiongkok , orang Shanghai pada umumnya mementingkan efisiensi dan mempunyai pandangan ekonomi, dan juga sangat mementingkan pengejaran mutu kehidupan , dan tingkat pendidikannya relatif tinggi . Zona ekonomi khusus dan kota terbuka di Tiongkok Untuk mendorong perkembangan pesat ekonomi Tiongkok ,sejak tahun 1978, Tiongkok melaksanakan kebijakan reformasi dan keterbukaan terhadap dunia luar. Sejak tahun 1980, Tiongkok berturut-turut membangun 4 zona ekonomi khusus yaitu Shenzhen, Zhuhai dan Shantou di Provinsi Guangdong serta Xiamen di Provinsi Fujian . Tahun 1984, 14 kota pantai antara lain Dalian dan Shanghai terbuka terhadap dunia luar .Setelah itu, Pemerintah Tiongkok membuka lebih lanjut daerah perbatasan, daerah aliran sungai Yangtse dan daerah pedalaman Tiongkok , pertama membentuk Provinsi Hainan, bersamaan dengan itu mengesahkan pembangunan pulau Hainan sebagai zona ekonomi khusus yang terbesar di Tiongkok, kemudian memperluas zona terbuka di pantai, dengan terbentuk daerah jalur terbuka di pantai antara lain Delta Sungai Mutiara,Delta Sungai Yangtse ,Delta Quanzhou-Zhangzhou- Xiamen di provinsi Fujian selatan, Semenanjung Shandong, Semenanjung Liaodong, provinsi-provinsi Hebei dan Guangxi. Tahun 1990, Pemerintah Tiongkok membuka daerah baru Pudong Shanghai serta sejumlah kota didaerah aliran sungai Yangtse, dengan demikian terbentuklah jalur terbuka ekonomi Sungai Yangtse dengan Daerah Pudong Shanghai sebagai pelopor. Sampai tahun 1992, pemerintah Tiongkok berturut-turut membuka 13 kota dan kota kecil di perbatasan, dan membuka lebih lanjut ibukota provinsi di daerah pedalaman Tiongkok . Selain itu, di kota kota terbuka yang utama juga telah dibangun beberapa kawasan berikat dan kawasan pengembangan ekonomi dan teknologi . Sejauh ini, sudah terbentuk konfigurasi keterbukaan terhadap dunia luar dengan banyak jenjang,banyak saluran dan multi arah yang memadukan daerah pantai, daerah aliran sungai Yangtse, daerah perbatasan dan daerah pedalaman Tiongkok . Zona Ekonomi Khusus 5 Zona Ekonomi Khusus di Tiongkok ialah Shenzhen, Zhuhai, Shantou, Xiamen dan Hainan. Zona ekonomi khusus Shenzhen terletak di bagian utara muara Sungai Mutiara di Provinsi Guangdong,bagian selatannya terpisah oleh sungai Shenzhen dan berbatasan dengan Kowloon Hongkong, zona ekonomi khusus itu seluas 327,5 kilo meter persegi. Di belakang Shenzhen terdapat daerah delta Sungai Mutiara, bagian selatannya menghadap ke Hongkong dan Makao, letak geografinya menguntungkan. Sejak dibangun zona ekonomi khusus tahun 1980, Shenzhen sudah berkembang menjadi kota modern besar berpenduduk lebih dari satu juta jiwa dan luasnya lebih dari 30 kilometer persegi. Di antaranya, Distrik Louhu yang berdekatan dengan Hongkong adalah sektor perdagangan, Gedung Pusat Perdagangan Internasional dengan 53 tingkat setinggi 160 meter adalah bangunan lambang Distrik Luohu. Bagian industri yang utama di Shenzhen adalah elektronik, permesinan, dan industri kimia. Industri yang terutama berorientasi ekspor, proporsi perusahaan patungan modal Tiongkok dan Asing sangat besar, produk kebanyakannya diekspor ke luar negeri . Devisa yang diperoleh Shenzhen setiap tahun menempati barisan depan berbagai kota besar dan menengah Tiongkok . Zona Ekonomi Khusus Zhuhai terletak di tepi barat Sungai Mutiara seluas 121 kilometer persegi dan berbatasan dengan Makau. Pembangunan kota Zhuhai mempunyai ciri khas. Zona Ekonomi Khusus Shantou terdiri dari dua sektor ialah sektor pertama terletak di pinggiran timur kota Shantou seluas 22,6 kilometer persegi, dan sektor lainnya terletak di Semenanjung Guangao pinggiran tenggara Shantou seluas 30 kilometer persegi. Zona Ekonomi Khusus Xiamen meliputi pulau Xiamen dan Gulangyu seluas 131 kilometer persegi. Zona Ekonomi Khusus Hainan meliputi seluruh pulau Hainan seluas 34 ribu kilometer persegi, adalah zona ekonomi khusus yang paling besar di Tiongkok. Tahun 1992, negara mengesahkan pembangunan Zona Pengembangan Yangpu seluas kira-kira 30 kilometer persegi di Semenanjung Yangpu di bagian barat laut pulau Hainan dengan melaksanakan kebijakan ekonomi serupa pelabuhan bebas. Kota terbuka terhadap dunia luar dan zona terbuka ekonomi di pantai laut 14 kota terbuka terhadap dunia luar di pantai laut ialah Dalian, Qinhuangdao, Tianjin, Yantai, Qingdao, Lianyungang, Nantong, Shanghai, Ningpo, Wenzhou, Fuzhou, Guangzhou, Zhanjiang dan Beihai. Lima zona terbuka terhadap dunia luar ialah daerah delta Sungai Yangtse, delta Sungai Mutiara, daerah segi tiga Fujian selatan , Semenanjung Shandong dan Semenanjung Liaodong . Kota terbuka di daerah perbatasan dan daerah aliran Sungai Yangtse Sejak tahun 1992, 13 kota di daerah perbatasan dijadikan oleh negara sebagai kota terbuka antara lain Hunchun di Provinsi Jiling ,Suifenghe dan Heihe di Provinsi Helongjiang, Manzhouli dan Erenhot di Daerah Otonom Mongolia Dalam , Tacheng, Bole dan Yining di Xinjiang, Hekou, Wanding dan Ruili di Provinsi Yunnan , Pingxiang dan Dongxing di Guangxi serta semua ibukota provinsi di Daratan Tiongkok kecuali Lhasa. Lima kota terbuka di daerah aliran Sungai Yangtse antara lain Chongqing, Yueyang di Provinsi Hunan, Huangshi di Provinsi Hubei, Jiujiang di Provinsi Jiangxi dan Wuhu di Provinsi Anhui. Zona berikat Untuk meningkatkan keterbukaan terhadap dunia luar dan menyerap modal asing, Pemerintah Tiongkok sejak tahun 1990 berturut-turut membangun zona berikat di beberapa kota terbuka yang relatif baik syaratnya . Zona berikat adalah kawasan kecil yang tanpa sarana pemisah, dan adalah zona khusus yang mirip pelabuhan bebas merangkap zona perdagangan bebas dengan mempunyai fungsi serba guna pengolahan barang expor dan perdagangan luar negeri . Di dalam zona berikat, diambil politik tarif yang khusus dan cara pengelolaan khusus. Kini di Tiongkok terdapat 15 zona berikat antara lain ialah zona berikat Waigaoziao di Shanghai, zona berikat Tianjin,zona berikat Dalian, zona berikt Shatoujue, zona berikat Fudian, zona berikat pelabuhan Yantian di Shenzhen, zona berikat Guangzhou, zona berikat Zhuhai , zona berikat Zhangjiagang, zona berikat Haikou,zona berikat Ningbo. Zona berikat Fuzhou, zona berikat Xiangyu di Xiamen dan zona berikat Shantou.



Sekilas Tentang China - Tiongkok Tiongkok


Tiongkok yang terletak di bagian timur benua Asia dan tepi barat Samudra Pasifik dengan luas wilayah daratan 9600.000 km persegi adalah negara paling luas ketiga di dunia setelah Rusia dan Kanada. Tiongkok yang luas wilayahnya berbatasan dengan 15 negeri, panjang perbatasan darat 22.900 km. Tiongkok mempunyai perairan laut yang luas dengan garis pantai sepanjang 32.000 km. Di perairan itu tersebar 5.000 lebih pulau, di antaranya Taiwan adalah pulau yang terbesar. Tiongkok terkenal dengan mempunyai banyak gunung dan sungai, antara lain Dataran Tinggi Qinghai-Tibet yang dijuluki sebagai atap dunia, Sungai Yangzi sepanjang 6.300 km, sungai terpanjang nomor tiga di dunia, dan Sungai Kuning, sungai terpanjang nomor dua di Tiongkok. Selain itu, terdapt pula Terusan Besar sepanjang 1.801 km yang dibuat 1.000 tahun lebih yang lalu. Gunung dan sungai yang indah serta tanah yang subur itu adalah bumi di mana rakyat Tiongkok hidup turun temurun dan sekaligus telah menumbuhkan peradaban Tiongkok yang gemilang. Beijing adalah ibukota Republik Rakyat Tiongkok. Bendera nasional Tiongkok adalah Sang Merah Berbintang Lima. Di bagian tengah lambang negara adalah gambar Gerbang Tian An Men di bawah sinar lima bintang, dikelilingi bulir padi dan roda bergigi, melambangkan persatuan besar rakyat semua etnis seluruh negeri. Daerah-daerah administrasi di Tiongkok terbagi menjadi empat kota tingkat provinsi yang langsung di bawah pemerintah pusat, 23 provinsi, 5 daerah otonom etnis serta daerah-daerah administrasi khusus Hong Kong dan Makau. Tanggal 1 Juli 1997, pemerintah Tiongkok kembali menjalankan kedaulatan atas Hong Kong dan melaksanakan pedoman satu negara dua sistem, pemerintahan Hong Kong oleh warga Hong Kong dan otonomi yang luas di Daerah Administrasi Khusus Hong Kong. Makau juga kembali ke pangkuan tanah air Tiongkok pada tanggal 20 Desember 1999. Taiwan sejak dahulu kala adalah wilayah Tiongkok. Di bawah bimbingan pedoman pemerintah Tiongkok tentang satu negara dua sistem, Taiwan pasti akan kembali ke pangkuan tanah air dan penyatuan kembali tanah air pasti akan menjadi kenyataan. Sistem Kongres Rakyat Nasional dan sistem kerja sama dan musyawarah politik multi partai di bawah pimpinan Partai Komunis Tiongkok adalah sistem politik yang pokok di Tiongkok. Tiongkok adalah negara kesatuan multi etnis, keluarga besar harmonis yang terdiri dari 56 etnis. Hubungan antara etnis yang satu dengan etnis yang lain adalah sama derajat, bersatu dan saling bantu. Adat dan kebiasaan semua etnis dihormati dan kepercayaan agama terjamin. Jumlah penduduk Tibet telah bertambah dari 1.200.000 jiwa pada tahun 1953 menjadi 2.190.000 pada tahun 1990, merupakan masa pertumbuhan jumlah penduduk yang paling cepat sepanjang sejarah Tibet. Saudara-saudara setanah air Tibet menikmati hidup yang damai dan bahagia. Tiongkok menganut politik luar negeri damai yang bebas merdeka dan menggalang hubungan diplomatik dengan 160 lebih negara di atas dasar lima prinsip hidup berdampingan secara damai. Tiongkok mempunyai sejarah yang sangat panjang. Yang ada catatannya saja sudah bersejarah lebih dari 5.000 tahun. Munculnya Dinasti Xia, dinasti pertama dalam sejarah Tiongkok abad ke-21 sebelum masehi menandakan Tiongkok telah memasuki masyarakat perbudakan. Tahun 221 sebelum masehi, Kaisaar Qin Shi Huang mendirikan Dinasti Qin, negara kesatuan feodal multi etnis pertama dalam sejarah Tiongkok yang menerapkan kekuasaan sentralisme. Sejak itu, 15 dinasti silih berganti menguasai Tiongkok selama 2.000 tahun lebih, sampai setelah Perang Candu tahun 1840, Tiongkok berangsur-angsur menjadi masyarakat setengah jajahan dan setengah feodal. Revolusi demokratis burjuis yang dipimpin Dr. Sun Yat Sen tahun 1911 telah menggulingkan kekuasaan dinasti terakhir dalam sejarah Tiongkok. Gerakan 4 Mei tahun 1919 menandakan revolusi Tiongkok telah memasuki periode demokrasi baru. Dan pada tahun 1921 lahirlah Partai Komunis Tiongkok (PKT). Sejak itu, melalui perjuangan berat selama 28 tahun di bawah pimpinan PKT, rakyat Tiongkok pada akhirnya telah menyongsong kelahiran Republik Rakyat Tiongkok pada 1 Oktober 1949. Tembok Besar yang disebut sebagai salah satu dari sekian keajaiban peradaban dunia zaman dulu adalah lambang negara Tiongkok yang bersejarah lama dan merupakan kristal kecerdasan rakyat pekerja Tiongkok pada zaman kuno. Istana Kuno atau yang lazim disebut Kota Terlarang di Beijing, yang dibangun pada zaman Dinasti Ming adalah istana kaisar Dinasti-dinasti Ming dan Qing, yang secara terpusat memanifestasikan keberhasilan arsitektur Tiongkok zaman kuno. Bangunan peninggalan sejarah lainnya di Beijing yakni Tian Tan adalah tempat kaisar Tiongkok zaman kuno mengadakan upacara sembahyang kepada langit. Di sini, kita dapat membayangkan suasana upacara sembahyang kaisar, dapat pula mengintip rahasia kaidah akustik Tembok Gema, dan menikmati keindahan seni bangunan zaman kuno. Ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan sangat berkembang di Tiongkok zaman kuno. Empat penemuan penting yakni cara pembuatan kertas, teknik percetakan, bahan peledak dan kompas, pernah memberikan pengaruh besar yang menjangkau jauh pada kemajuan manusia di seluruh dunia. Di bidang kebudayaan, buah pikiran para ahli pikir Tiongkok zaman kuno, antara lain Kong Hu Cu dan Lao Zi, telah memberikan pengaruh sangat besar pada kebudayaan tradisional Tiongkok bahkan dunia. Sejarah budaya seni pahat tradisional Tiongkok dapat dirunut sejak dahulu kala. Jauh 1.700 tahun silam, orang sudah mulai memahat gunung dan membuat patung, maka terciptalah seni gua batu (grotto) yang cemerlang. Pahatan batu Dazu merupakan contoh terbaik seni gua batu di Tiongkok. 43 situs patung batu tersebar di wilayah Kabupaten Dazu, Provinsi Sichuan. Di Gua Batu Mogao Dun Huang, Gua Batu Long Men Luo Yang dll., lukisan dinding zaman kuno dan ratusan ribu patung Buddha yang masih terpelihara baik merupakan khazanah budaya dan seni zaman kuno Tiongkok. Buddha Besar Le Shan yang merupakan pahatan batu yang tertinggi dan terbesar di dunia dimulai pembuatannya 1.200 tahun lebih yang silam dan memakan waktu 90 tahun, konsepsinya unik dan taraf pahatannya sangat tinggi. Seni pahat Tiongkok yang meliputi pahatan dan ukiran batu, ukiran kayu, jade atau giok dan tanah liat serta pembuatan orang-orangan kecil dari tepung sangat digemari di kalangan rakyat. Banyak karya pelukis Tiongkok yang terkenal dalam sejarah ikut mengisi khazanah seni umat manusia. Sejak zaman dahulu kala, di Tiongkok sudah terdapat kedokteran dan obat-obatan tradisional yang cukup berkembang. Seni panggung Tiongkok juga beraneka ragam, antara lain opera, penuturan cerita dengan nyanyian balada Suzhou, lawak, balada dan bentuk-bentuk kesenian rakyat lainnya. Karya-karya klasik kesenian nasional yang dipertunjukkan dalam festival kesenian di kota Chengdu dan kota-kota lain telah memperlihatkan kecemerlangan seni berbagai etnis di Tiongkok dan pesona ketimurannya. Sulaman-sulaman Suzhou, Hunan dan Chaozhou lebih-lebih dipuji dan digemari orang. Keterampilan dan kecerdasan gadis-gadis penyulam Tiongkok sungguh mengagumkan. Di daerah Tiongkok utara yang tertutup salju di musim dingin, kita selain dapat menyaksikan pemandangan alam di negeri utara, dapat pula menikmati keindahan pahatan es yang khas. Dari padang rumput yang luas tak bertepi di Mongolia Dalam, Tiongkok utara sampai ujung jagad di Pulau Hainan, Tiongkok selatan, dari Dataran Tinggi Qinghai-Tibet di barat sampai dataran pantai di Tiongkok timur, rakyat semua etnis menikmati kehidupan bahagia. Antara berbagai etnis terjalin hubungan bersatu, bersahabat dan saling bantu. Tari yang indah bergaya, musik dan nyanyian yang merdu adalah kesuma budaya nasional yang berciri khas etnis. Tiongkok adalah negara multi agama dengan penganutnya hampir 100.000.000 orang. Di antara agama-agama itu, selain agama-agama Dao, Sha Man, Dong Zhen dan Dong Ba yang berasal dari Tiongkok sendiri, terdapat pula agama-agama Buddha, Islam, Katolik dan Kristen. Rakyat mempunyai kebebasan menganut agama, dan kebebasan itu dijamin undang-undang. Dalam perkembangan sejarah yang panjang, etnis-etnis minoritas di Tiongkok mempunyai hari raya tradisionalnya sendiri, antara lain Festival Simbur Air etnis Dai, Perayaan Nadamu etnis Mongol, Festival Obor etnis Yi, Festival Danu etnis Yao, Festival Jalan Bulan Tiga etnis Bai, Lomba Nyanyi etnis Zhuang, Tahun Baru Kalender Tibet dan Festival Buah etnis Tibet. Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek, Festival Lampion atau Cap Go Meh, Ceng Beng, Festival Duan Wu atau Peh Cun, dan Festival Rembulan adalah hari raya-hari raya tradisional di Tiongkok. Festival Rembulan jatuh pada tanggal 15 bulan delapan penanggalan Imlek. Hari raya tradisional ini dirayakan dengan makan kue rembulan sambil menikmati keindahan malam purnama bersama keluarga. Tahun Baru Imlek adalah hari raya yang paling meriah bagi rakyat Tiongkok. Berbagai acara pertunjukan dan hiburan diadakan untuk melepas tahun yang silam dan menyambut kedatangan tahun yang baru. Tiongkok adalah negeri yang sangat indah pemandangan gunung, sungai dan danaunya. Gunung-gunung Emei, Taishan, Huashan dan Huangshan mempunyai pesonanya sendiri. Gunung Huangshan terkenal dengan keterjalan dan keindahan pemandangannya. Sedang keindahan panorama di Tiga Ngarai Sungai Yangzi dapat kita nikmati dengan menumpang kapal. Air Terjun Huangguoshu yang megah di Provinsi Guizhou adalah air terjun terbesar ketiga di dunia. Air Terjun Hukou di Sungai Kuning seakan menggambarkan dahsyatnya sejarah Tiongkok yang panjang penuh dengan gejolak dan vitalitas. Hutan Batu di Provinsi Yunnan memiliki pesona yang khas dengan batu-batu besarnya dalam aneka gaya dan bentuk. Selain gunung-gunung terkenal dan pemandangan indah, di Tiongkok terdapat pula banyak gua yang aneh bin ajaib. Di Tiongkok terdapat banyak danau alam dan danau buatan. Di utara terdapat Danau Tianci di Gunung Changbai, di timur terdapat Danau Dongting, di barat ada Danau Qinghai, sedang di selatan, danau-danau bertaburan bagai bintang di langit. Taman Yihe di Beijing yang terletak di tepi Danau Kunming adalah salah satu yang terindah dari empat taman paling terkenal di Tiongkok. Taman ini dirancang begitu indah dan rasional tata ruangnya dengan menyajikan pemandangan danau yang menggiurkan. Pertamanan Suzhou yang bergaya pertamanan Tiongkok selatan terkenal dengan kemungilan dan kecantikannya. Danau Barat atau Danau Xihu di Hangzhou yang bersejarah lebih 800 tahun dikenal dengan keindahan panoramanya bagai pigura di tengah remang hujan rintik. Keindahan danau ini dipuji dan disenandungkan kaum cendekia dari zaman ke zaman, dan merupakan tempat tujuan wisata yang sangat terkenal. Kota-kota di sepanjang pantai Tiongkok memiliki sarana wisata dan rekreasi yang lengkap, merupakan pilihan yang tepat bagi wisatawan dan pengusaha manca negara yang datang ke Tiongkok untuk bertamasya dan berbisnis. Tahun 2002, Tiongkok telah menerima kunjungan 10 juta lebih wisatawan manca negara. Tiongkok mencapai sukses-sukses nyata di berbagai bidang pembangunan ekonomi nasional dan sosial sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949, khususnya sejak pelaksanaan reformasi dan keterbukaan terhadap dunia luar pada tahun 1978. Dalam kurun waktu 20 tahun lebih yang lalu, PDB Tiongkok meningkat dengan kecepatan rata-rata di atas 8% per tahun. Nilai PDB Tiongkok tahun 2002 tercatat lebih 10 triliun yuan renminbi, mata uang Tiongkok. Tahun 2002, ekonomi Tiongkok tumbuh 8 persen. Menurut rencana, Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok tahun 2020 akan meningkat 4 kali lipat dibanding tahun 2000, bertambah dari 8,9 triliun yuan menjadi 35 triliun yuan atau lebih dari 4 triliun dolar Amerika menurut nilai tukar sekarang, atau kurang lebih sama dengan taraf Jepang sekarang ini. PDB perkapita akan meningkat dari 800 dolar Amerika tahun 2000 menjadi lebih 3.000 dolar Amerika tahun 2020, atau sekitar taraf Jepang pada tahun 1973 dan taraf Korea Selatan tahun 1987. Ini akan mencapai taraf rata-rata tingkat rendah negara-negara berpenghasilan menengah sekarang ini. Untuk mencapai target itu, PDB Tiongkok harus mempertahankan tingkat pertumbuhan 7,2 persen pertahun sampai tahun 2020. Tiongkok memiliki ruang dan potensi untuk mencapai tingkat pertumbuhan tersebut. Reformasi yang dimulai dari desa pertama-tama telah mengubah wajah pedesaan. Ekonomi monokultur di pedesaan telah berkembang ke arah ekonomi komoditi. Petani tidak saja menggarap tanah, tapi juga menyelenggarakan industri dan perdagangan sehingga telah sangat membebaskan tenaga produktif pedesaan. Terbatasnya tenaga kerja di pedesaan telah mendorong kemajuan pesat industri pedesaan dan menjadi tenaga penting dalam ekonomi nasional dan sokoguru penting ekonomi pedesaan. Penghasilan perkapita penduduk desa mencapai peningkatan nyata. 900 juta penduduk Tiongkok berada di desa, maka pemerintah selalu menempatkan pertanian pada kedudukan penting dalam perkembangan ekonomi nasional, aktif memperdalam reformasi di desa dan mendorong pertanian berkembang ke arah produksi tinggi, efisiensi tinggi dan teknologi tinggi. Sebagai hasilnya, produksi pangan dan tanaman lainnya meningkat berlipat ganda. Sebagian pedesaan di Delta Sungai Mutiara dan Delta Sungai Yangzi telah menjadi daerah yang paling dinamis ekonominya dan paling makmur di Tiongkok. Petani menggarap tanah dan menjadi makmur dengan mengandalkan ilmu dan teknologi. Perbedaan antara kota dan desa sudah semakin kecil, dan kota-kota kecil di pedesaan sudah berkembang menjadi kota-kota yang lebih besar. Tiongkok dengan 7% luas tanah garapan di dunia berhasil menghidupi 22% penduduk dunia. Tiongkok yang berhasil memecahkan masalah pangan rakyatnya sepenuhnya mampu menjamin kecukupan sandang pangan rakyatnya dalam waktu panjang dengan bersandar pada tenaganya sendiri. Sejak melaksanakan reformasi dan keterbukaan, industri Tiongkok terus berkembang maju dengan kecepatan tinggi dan telah terbentuk sistem industri modern yang mandiri dengan memiliki taraf teknologi tertentu dan lengkap jenisnya, termasuk industri teknologi canggih. Pelayaran samudra Tiongkok sudah menjangkau semua pelabuhan penting di dunia. Tiongkok memiliki 1056 dermaga di pantai, dan 359 di antaranya adalah dermaga air dalam. Hasil-hasil besar juga dicapai industri perkapalan. Kapal-kapal berukuran di atas 10 ribu ton berhasil diluncurkan oleh galangan-galangan kapal di Tiongkok. Industri otomotif Tiongkok juga sedang berkembang menuju produksi berskala besar. Grup Perusahaan Otomotif Pertama Changchun kini sudah menjadi grup industri otomotif dengan 200 lebih perusahaan gabungan yang memiliki puluhan pabrik profesional, belasan anak perusahaan dan perusahaan induk. Industri otomotif Tiongkok pasti akan mencapai kemajuan baru seirama dengan perkembangan pesat ekonomi dan pasar otomotif di Tiongkok. Industri antariksa Tiongkok sudah memasuki jajaran maju di dunia. Tiongkok sudah bisa membuat berbagai jenis roket pembawa serta membuat dan meluncurkan satelit dalam berbagai jenis. Suksesnya peluncuran pesawat antariksa Shenzhou 3 dan Shenzhou 4 tahun 2002 telah menempatkan Tiongkok dalam jajaran klub elit penjelajah ruang angkasa. 9 satelit dan roket direncanakan akan diluncuarkan tahun 2003 ini. Dan pesawat antariksa berawak Shenzhou 5 akan diluncurkan pada semester kedua 2003. Pengadaan daerah khusus ekonomi adalah langkah bersejarah dalam rangka reformasi ekonomi Tiongkok. Ekonomi berkembang menggebu-gebu di daerah-daerah khusus ekonomi Shenzhen, Zhuhai, Shantou, Xiamen dan Hainan, serta Delta Sungai Mutiara, Jalur Shanghai-Nanjing-Hangzhou di hilir Sungai Yangzi, dan Semenanjung Shandong dan Liaoning. Kawasan Pengembangan Ekonomi Pudong Shanghai yang tumbuh sejak 1990-an dengan cepat berkembang menjadi titik panas investasi pengusaha asing menyusul Shenzhen dan Zhuhai dengan memanfaatkan sepenuhnya keunggulan Shanghai di bidang teknologi dan sumber daya manusia. Sebuah kota baru multi fungsi yang modern dan memiliki iklim investasi kondusif sedang bangkit di Pudong. Industri moneter Tiongkok berkembang sehat dalam reformasi. Kebijakan moneter Bank Rakyat Tiongkok sebagai bank sentral sesuai dengan kelaziman internasional. Nilai mata uang Tiongkok yang stabil telah mendorong kemajuan ekonomi. Membangun Shanghai menjadi sentra moneter internasional dengan kawasan Pudong sebagai lokomotif, mendorong perkembangan ekonomi daerah delta dan kota-kota sepanjang Sungai Yangzi dengan menggandeng daerah bagian barat daya dan barat laut, merupakan bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi lintas abad di Tiongkok. Perhubungan merupakan kunci perkembangan ekonomi. Kemajuan-kemajuan pesat telah dicapai Tiongkok dalam pembangunan sarana dasar transportasi darat, laut dan udara sejak dilaksanakan reformasi dan keterbukaan terhadap dunia luar. Pembanguan jalan bebas hambatan berkembang sangat pesat di Tiongkok. Kini, di Tiongkok telah dibangun jalan bebas hambatan sepanjang 19 ribu km. Sejak 1990, di Tiongkok setiap tahun dibangun 3.700 km jalan bebas hambatan. Meskipun setelah 2020, angka pertambahan setiap tahun itu akan turun menjadi 2.000 km, namun jalan bebas hambatan sepanjang 55.000 km pada waktu itu akan mencakup semua kota penting di Tiongkok. Panjang jalan bebas hambatan tersebut hanya di bawah Amerika Serikat. Tiongkok aktif mengembangkan Pusat Listrik Tenaga Nuklir dan penambangan minyak di lepas pantai demi mendorong pembangunan industri energi. Pembangunan proyek irigasi Tiga Ngarai Sungai Yangzi yang merupakan proyek pembangunan terbesar lintas abad di Tiongkok berjalan dengan lancar. Kini, Sungai Yangzi sudah berhasil dibendung, dan dua unit generator proyek itu sudah mulai menyalurkan listrik ke jaringan listrik nasional. Pemerintah Tiongkok menaruh perhatian besar pada kemajuan ilmu dan teknologi, memprioritaskan pengembangan pendidikan dan meningkatkan mutu kependudukan. Beijing berhasil terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade tahun 2008. Tiongkok sudah masuk dalam jajaran negara kuat olah raga dengan prestasi-prestasinya di cabang-cabang tenis meja, bulu tangkis, senam, angkat besi, loncat indah dan bola voli putri. Kehidupan orang lanjut usia selalu menjadi perhatian pemerintah. Orang-orang lanjut usia di Tiongkok terjamin kehidupannya. Mereka menikmati hari tua dengan bahagia. Kehidupan budaya massal yang beragam telah menciptakan suasana sosial yang harmonis, terbuka dan sehat. Tiongkok kini stabil politiknya, berkembang ekonominya, dan rakyat semua etnis bersatu dan hidup aman sentosa. Namun Tiongkok kini masih tergolong negara berkembang yang terbesar. Dasar ekonominya lemah dan penduduknya banyak. GNP Tiongkok masih rendah. Untuk membangun Tiongkok menjadi negara yang modern masih dibutuhkan perjuangan berat selama puluhan tahun lagi. CRI

Prev: Link websites about china

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar